
"Aku nggak nyangka kamu bisa sejahat ini sama aku Al, kamu nusuk aku dari belakang" Amarah bercampur kebencian berkilat di mata Rania setelah Aleena mengatakan bahwa ia dan Ivan saling mencintai dan akan segera menikah
Hari ini Aleena memang memutuskan untuk bertemu dengan Rania. Sebelum memulai hidupnya bersama Ivan ia harus jujur pada gadis itu. Ivan memaksa ingin menemani nya namun Aleena merasa ia harus menyelesaikan sendiri urusan nya dengan Rania.
Bohong kalau dirinya tidak takut, namun Aleena harus menghadapinya. Dari pada timbul masalah yang lebih berat nantinya.
"Aku minta maaf Ran, aku tau aku salah" Aleena berusaha untuk tidak membela diri. Dengan begitu ia berharap Rania akan sedikit melunak, syukur-syukur jika gadis itu juga ikut introspeksi diri atas kesalahan yang juga sudah diperbuat pada Aleena.
"Kamu tau aku cinta sama mas Ivan, semua yang aku alami bersama mas Ivan aku ceritain sama kamu, aku percaya banget sama kamu tapi kamu malah kayak gini kamu jahat Al" Rania bahkan menggebrak meja hingga pengunjung kafe tempat mereka berada menatap heran.
"Ran, kecilkan volume suara kamu. Kamu nggak mau kan kita sampai direkam dan diviralkan di medsos karena berantem? kalo aku nggak akan ngaruh apa-apa. Nggak banyak juga yang kenal aku, sementara kamu calon dokter dan anak dokter terkenal pasti akan sangat merusak reputasi kamu dan papamu kalau sampai itu terjadi"
"Apa yang uda kamu lakuin ke mas Ivan sampai dia berpaling ke kamu Al? kamu pasti jelek-jelekin aku di depan mas Ivan supaya mas Ivan benci dan batalin pertunangan kami iya kan Al? atau kamu uda menyerahkan tubuh kamu untuk menjerat mas Ivan?" Rania tampak geram namun ia tak berteriak seperti sebelumnya. Ternyata ucapan Aleena sebelumnya cukup berguna.
"Aku bukan kamu Ran!" Emosi Aleena kali ini sedikit terpancing. Ia sudah berusaha bicara baik-baik namun Rania malah menuduhnya yang macam-macam.
"Aku bukan kamu yang akan menebar fitnah tentang orang yang aku sebut sebagai sahabat demi memuluskan niat aku Ran." Lanjut Aleena dengan tatapan tajam nya.
"Apa maksud kamu Al, kenapa sekarang malah kamu yang marah. Kamu emang brengsek Al, aku menyesal menganggap kamu sahabat" Aleena tersenyum sinis mendengar nya.
"Kapan kamu anggap aku sahabat Ran? apa seorang sahabat akan tega memfitnah sahabat nya sendiri? mas Ivan uda cerita semua ke aku gimana kamu menuduhku sebagai peliharaan pria hidung belang dan memiliki banyak sugar daddy yang membuat mas Ivan membenciku. Aku nggak pernah merebut Ivan dari kamu apalagi sampai menjeratnya dengan cara menjijikkan." wajah Rania tampak memerah.
"Aku nggak pernah bilang kayak gitu, itu cuma akal-akalan kamu untuk membela diri kan Al" Aleena dapat melihat ketakutan di mata Rania. Namun gadis itu tampak berusaha menutupinya.
__ADS_1
"Kamu tau Aleena bukan orang yang bisa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia mau Rania. Selama ini bahkan Aleena menahan perasaan nya pada ku karena dia tau kamu menyukai ku. Dia juga selalu berusaha menghindari aku karena memikirkan perasaan mu. Dia ngerasa bersalah saat aku membatalkan pertunangan dengan mu karena dia merasa sebagai penyebab padahal meski ada atau nggak ada Aleena pun cepat atau lambat pertunangan bodoh itu akan berakhir. Harus kamu garis bawahi bahwa sejak awal aku mencintai Aleena dan menginginkan dia." Aleena tak tau jika Ivan diam-diam ternyata mengikutinya.
"M-mas Ivan" Rania mengalami keterkejutan yang sama seperti Aleena melihat keberadaan Ivan.
"Kalian pengkhianat, kalian jahat. Aku pastikan kalian nggak akan pernah bahagia!" Rania merasa kalut. Ia merasa marah dan kecewa namun ia tak bisa berbuat apa-apa. Posisinya sudah tersudut kali ini.
"Kamu bukan Tuhan, kebahagiaan kami tidak terletak pada tangan mu" Tegas Ivan.
"Tapi aku pihak yang kalian sakiti, Tuhan akan mendengar doa-doaku" Ivan malah terkekeh. Ia begitu geli mendengar ucapan yang meluncur dari bibir Rania.
"Oh yah? justru sekarang Tuhan sedang menghukum kamu atas perbuatan jahat mu terhadap Aleena. Tuhan sedang mendengarkan doa Aleena yang tersakiti oleh mu" wajah Rania semakin memerah.
"Kamu kenapa jahat sama aku mas, apa salah aku sama kamu?" wajah Rania terlihat begitu tersakiti, namun Ivan sama sekali tak terpancing.
Rania merasa benar-benar terpojokkan oleh Ivan. Ia akhirnya memilih beranjak meninggalkan tempat itu tanpa berkata apapun lagi.
"Kamu kenapa tiba-tiba datang?" tanya Aleena selepas kepergian Rania.
"Aku takut Rania macam-macam sama kamu" Jawab pria itu santai.
"Kami nggak percaya aku bisa menghadapi Rania sendiri?"
"Percaya, tapi aku nggak percaya sama Rania. Dia itu licik apalagi kalau merasa terdesak. Aku cuma ingin melindungi kekasihku, apa itu salah?" Ivan menatap Aleena tajam dengan sudut bibir terangkat.
__ADS_1
"Kamu berlebihan, aku juga belum bicara banyak sama Rania kamu uda keburu datang"
"Kamu buat apa coba ngomong sama Rania Al, nggak akan ada ujung nya. Ngomong sama orang kayak dia cuma dapet capek nya doang. Dia nggak akan pernah mau ngalah, ngerasa benar terus. Aku heran sama kamu yang betah bertahun-tahun temenan sama dia" Aleena tersenyum mendengar gerutuan calon suaminya itu.
Aleena meraih tangan Ivan dan menggenggamnya.
"Makasih ya uda peduli sama aku. Maaf aku keras kepala nggak nurut sama kamu. Karena Rania itu manusia aku kira kalau diajak ngomong baik-baik dia akan luluh, ternyata kamu benar orang kayak Rania susah buat berubah." ucap Aleena lembut.
"Jadi kamu tau kan sekarang kalo kamu itu salah?" Aleena mengangguk sambil tersenyum.
"Kamu sadar kalo kamu keras kepala?" Lagi-lagi Aleena mengangguk sambil menahan tawanya.
"Kamu tau kalo orang bersalah itu harus dihukum?" Aleena akan mengangguk namun ia segera tersadar bahwa ia sudah terjebak dalam permainan pria itu. Apalagi dengan seringai penuh arti yang Ivan tunjukkan semakin menunjukkan apa yang tengah pria itu fikirkan.
Belum sempat melepaskan tangan nya dari tangan Ivan, pria itu sudah mengambil alih tangan nya.
"Ayo kamu harus segera dihukum" Ivan menuntun Aleena untuk berdiri dan menariknya pergi dari tempat itu.
🍁🍁🍁
Maaf kemaren nggak up, selain karena kemarin emang super sibuk mood aku juga lagi mental entah ke mana...
Selamat membaca. Maaf kalo nggak dapet feelnya 🙏🙏
__ADS_1