Air Mata Di Atas Sajadah

Air Mata Di Atas Sajadah
Bab 16 (Ketemu Azka)


__ADS_3

Happy Reading.


Amaira masuk ke dalam mobil Kemal setelah cowok itu membukakan pintu untuknya. Wajah Kemal berbinar, dia terlihat begitu bahagia. Pujaan hatinya kini sudah ada di sampingnya.


Tidak lama setelah itu mobil Kemal pun meluncur menuju Cafe & Resto cabang 1. Jaraknya tidak terlalu jauh, sekitar 5-6 km saja.


Amaira meremat ujung bajunya, entah kenapa tiba-tiba dia merasakan perasaan yang tidak enak di hatinya. Apakah ini karena keputusannya yang keluar dari rumah. Apakah Azka tidak rela jika dia menginginkan pisah rumah dari suami dan madunya.


'Huh, mana mungkin mas Azka tidak rela, jelas dia pasti senang sekali kalau aku keluar dari rumah. Apalagi saat ini mbak Icha juga tengah hamil, pasti mas Azka akan repot mengurusi anak dan istri yang dicintainya.'


Mengingat hal itu, dalam tiga hari ini Amaira sudah merenungkan semuanya, dia meresapi setiap perkataan Icha kepadanya yang ditulis lewat pesan. Sepertinya apa yang dikatakan oleh Icha itu benar adanya. Amaira hanyalah orang ketiga dalam hubungan Icha dan Azka, sudah sepatutnya dia menyingkir menjauh dari kedua orang yang saling mencintai itu.


Jadi mungkin sebaiknya Amaira mengabulkan keinginan Azka yang ingin bercerai darinya, mungkin benar jika ada orang-orang yang mengatakan bahwa mencintai seseorang tidak mesti harus memiliki, sekarang Amaira ingin melakukan itu.


"Amaira, Apa aku boleh ngomong sesuatu sama kamu?" Tiba-tiba Kemal bertanya, membuat Amaira yang sedang melamun langsung menoleh ke arah Bosnya itu.


"Mas Kemal mau ngomong apa? Ngomong aja, kenapa harus bertanya dulu?" tanya Amaira heran.


Kemal cengengesan, dia sudah tidak kaget lagi jika jantungnya berdebar kencang jika berada di samping Amaira. Cowok itu memastikan diri jika dia memang sedang jatuh cinta terhadap wanita di sampingnya ini


"Oh ya, sebenarnya kamu masih memiliki orang tua atau tidak? Emm ... bukan gimana-gimana Ya, maksudnya aku cuma ingin tanya aja, sebagai atasan kamu! kata Arumi dulu kamu tinggal di kota sebelah ya?"


Kemal merutuki kebodohannya, kenapa dia malah bertanya tentang orang tua Amaira, bukankah tadi dia ingin menanyakan apakah Amaira sudah memiliki kekasih atau belum.

__ADS_1


Ingin rasanya Kemal memukul mulutnya yang tidak bisa diajak kompromi, kan jadinya malu-maluin.


"Orang tua saya memang sudah meninggal ketika saya kelas 1 SMA," jawab Amira Sendu.


Setelah itu tidak ada pembiaran diantara mereka sampai mobil kemal masuk ke parkiran.


Amaira keluar sendiri, dia masih bisa membuka pintu, jadi tidak perlu di bukakan seperti tadi. Amaira jadi tidak enak sendiri, gara-gara tangannya yang sakit bikin semua orang repot.


Kemarin lusa Farhan dan sekarang Kemal. Amaira masih bisa kok kalau cuma buka pintu mobil.


Padahal maksud dari para lelaki itu beda dengan pemikiran Amaira. Tapi Amaira malah mengartikan lain.


Kemal berjalan duluan masuk ke dalam Cafe & Resto di susul Amaira. Sekarang sudah jam 12 siang, pengunjung Cafe sudah mulai ramai.


Kemal tersenyum ketika melihat Azka ada di pojokan sambil menatap keluar jendela. Sahabat karibnya itu belum menyadari kehadirannya.


Amaira menghentikan langkahnya, dia tidak jadi mengikuti Kemal ketika melihat siapa yang didatangi oleh bosnya itu.


"Bro! ngelamun aja!" seru Kemal membuat Azka terkejut.


Azka menoleh melihat Kemal yang duduk di depannya. Matanya mengedar melihat sekeliling.


"Nyari siapa Bro?" tanya Kemal.

__ADS_1


"Mana calon bini lo, katanya mau kenalin?" Kemal jadi ikutan nyari wanita yang sejak tadi ada dibelakangnya.


"Loh, tadi dia ngikutin aku, kok nggak ada?" Kemal berdiri, tergesa mencari Amaira yang tiba-tiba saja menghilang.


Azka ikutan berdiri, tapi dia tidak mencari calon bininya Kemal. Azka numpang ke kamar mandi.


"Mau ke mana bro?"


"Ke kamar mandi, gue numpang di ruangan lo ya?"


"Yok, gue juga lagi nyariin calon bini, nggak tau dia ngilang kemana?"


Kedua cowok itu akhirnya berjalan ke arah dalam, Kemal merangkul Azka memberi semangat kepada sahabatnya itu.


"Lo tuh ada masalah apa? Kalau ada masalah jangan dipendam, cerita dong sama gue?"


Azka hanya diam, tiba-tiba tubuhnya berhenti bergerak ketika melihat wanita yang beberapa hari ini dicarinya.


Amaira yang ingin bersembunyi di samping ruangan Kemal akhirnya tidak berkutik ketika matanya bertemu dengan mata Azka yang saat ini juga tengah menatapnya.


"Amaira!"


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2