Air Mata Di Atas Sajadah

Air Mata Di Atas Sajadah
Bab 18 (Permintaan)


__ADS_3

Happy Reading.


"Lo nggak boleh jatuh cinta sama dia, karena Amaira sudah memiliki suami, dan suaminya adalah gue!"


Kemal melongo, matanya terbelalak.


"Hahaha, gak usah bercanda!"


"Gue serius!"


Kemal masih tertawa terbahak, apakah sahabatnya itu sedang melawak, bukankah istrinya itu Icha dan bukan Amaira.


"Bro, lo nggak pintar ngelawak!"


Azka mendengus kesal, dia tidak memperdulikan Kemal yang masih menertawakan nya. Saat ini Azka ingin segera mencari keberadaan Amaira.


"Woy, tunggu! Lo mau kemana?"


"Gue mau bawa istri gue pulang," jawab Azka langsung membuka pintu dan keluar dari ruangan Kemal.


Sedangkan Kemal mematung, melihat keseriusan di wajah Azka dan juga terdengar kalimat nya yang sarat akan kejujuran. Semuanya masih belum bisa dicerna oleh Kemal, apa maksud Azka yang mengatakan jika Amaira adalah istrinya?


Kemal penasaran, akhirnya dia memilih mengikuti Azka untuk mencari Amaira yang mungkin saat ini sedang berada di dapur.


Azka mencari keberadaan Amaira di dapur, menurutnya istrinya pergi ke sana karena pas sebelum ditarik oleh Kemal Amaira berjalan ke arah dapur di Cafe & Resto itu.


"Maaf, apa kamu lihat Amaira?" Tanya Azka ketika melihat seorang pelayan wanita yang memakai seragam Cafe itu.


"Amaira?" Pelayan itu memang tidak mengenal Amaira karena Amaira baru pertama kali diajak ke tempat itu.


"Itu, wanita berhijab putih, tangannya diperban dan digendong, orangnya cantik, putih," terang Azka.


"Oh, itu .... Tadi sepertinya pergi ke Musholla belakang khusus karyawan, Mas-nya ke sana saja," jawab wanita yang sepertinya seumuran dengan Amaira itu.


"Terima kasih," Azka langsung berjalan cepat menuju musholla itu dan melihat Amaira sepertinya sedang akan melakukan sholat dhuhur, karena waktu sudah masuk. Tadi Amaira memang niatnya mau sholat dhuhur di Cafe & Resto sekalian.

__ADS_1


"Amaira!"


"Mas Azka?" Amaira terkejut ketika melihat Aska ternyata masih ditempat ini.


"Jadi kamu kerja di Cafe milik Kemal?"


"Mas Azka kenal sama mas Kemal?" Amaira malah balik bertanya.


"Dia temen ku, kok kamu nggak ngasih tau kalau kerja di tempat Kemal?" Amaira mencebik ketika mendengar pertanyaan Azka.


"Kan mas Azka nggak pernah nanya, lagian mas Azka mana peduli sama Maira!" Ketus Amaira, entah kenapa sekarang dia tidak jadi seperti ini.


Amaira masih kesal tidak dianggap sama Azka, sepertinya keputusannya juga sudah bulat. Amaira akan mengabulkan permintaan Azka yang meminta cerai darinya.


Lambat laun dirinya sudah bisa menerima jika memang tidak ditakdirkan bersama Azka. Amaira yakin jika Tuhan sudah mentakdirkan jodoh yang sebenarnya untuknya.


"Ya ... Maaf!" Azka menggaruk kepalanya yang terasa gatal. " tapi sekarang aku peduli kok!"


'Udah telat mas!'


Azka mengulum senyum di bibirnya, entah kenapa sikap Amaira terlihat begitu lucu dimatanya. Kenapa Azka baru sadar kalau Amaira itu begitu imut dan menggemaskan.


Kemal yang sedari tadi melihat dari jarak jauh, akhirnya mendekat karena penasaran.


"Ka, apa sih maksud lo yang bilang jika Amaira itu istri lo? bukannya Istri lo tuh si Icha ya?" Kemal tiba-tiba datang dan langsung berada di tengah-tengah kedua orang itu.


Amaira membelalakkan matanya, ternyata Kemal tahu jika Azka memiliki istri lain dan juga tahu kalau dia adalah istri Azka.


Dari mana Kemal tahu, bukankah tadi Azka tidak menjawab pertanyaan dari Bosnya itu. Pikir Amaira.


"Amaira istri aku, Icha juga istri aku,, jadinya aku punya dua istri! Mereka berdua adalah istriku!" Jawab Azka begitu bangga.


Kali ini Kemal benar-benar terkejut sambil mulutnya menganga. "WHAT!!"


Azka menyeringai, dia begitu senang ketika melihat reaksi Kemal yang seperti itu. Tentu saja Azka tidak suka kalau Kemal menginginkan istrinya.

__ADS_1


"Maira bilang sama aku kalau orang satu ini bohong 'kan? Kali ini Kemal bertanya kepada Amaira, karena wanita itu pasti akan menjawab jujur.


Namun jawaban Amira sangat jauh dari apa yang dipikirkan oleh Kemal. Kemal berharap jika Amaira menggeleng, tetapi wanita berhijab itu malah mengangguk dua kali.


"Hahahaha, wah,, Hebat loh Bro! selama ini loh nyembunyiin istri kedua loh ini? Ck, Lalu kenapa Amaira sekarang tinggal di mess dan tidak tinggal di rumah lo? Jangan bilang kalau kalian lagi bertengkar terus Amaira memilih pergi dari rumah lo?" Kali ini pertanyaan Kemal menampar telak Azka.


"Mas Kemal, maaf ini bukan ranah anda, ini adalah urusan keluarga kami, jadi lebih baik mas Kemal tidak usah ikut campur," ujar Amaira membuat Kemal mengepalkan tangannya.


Tidak, dia tidak marah sama Amaira, tapi dia begitu marah dengan Azka. Berani-beraninya sahabatnya itu mempermainkan perasaan dua wanita sekaligus.


Amaira sendiri langsung berlalu dari hadapan dua lelaki itu, sungguh tidak ada niat ingin membuat Kemal kecewa, tapi bukankah lebih baiknya jika Amaira melindungi aib rumah tangganya sendiri.


*****


Azka melirik wanita yang duduk disampingnya, sejak tadi Amaira hanya diam saja. Pikiran wanita itu berkecamuk, entah kenapa sikap Azka jadi lebih lembut sekarang, bahkan pria itu terlihat memperhatikannya sejak tadi.


"Kamu beneran nggak mau balik ke rumah?"


Amaira menggeleng cepat, dia tidak mau satu atap dengan Icha, lagian dia juga sudah mau menyerah. Mungkin Azka tidak akan disini sekarang dan sibuk mencarinya jika mereka sudah berpisah.


Tiba-tiba Amaira jadi teringat Icha yang sedang hamil, wanita itu jadi merasa berat. Mungkin benar apa yang dikatakan Icha, jika lebih baik mereka berpisah saja.


"Mas," panggil Amaira.


Azka menoleh sebentar kemudian fokus ke depan lagi. "Ada apa?"


Amaira menarik nafas dalam-dalam untuk mengatur hatinya agar lebih rileks.


"Sepertinya aku akan mengabulkan permintaan mas Azka waktu itu!"


Azka langsung menoleh, "permintaan apa?"


"Permintaan mas Azka yang menginginkan bercerai dariku!"


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2