
Happy Reading.
"Kenapa harus malu? Aku malah bersyukur bisa memilikimu," jawab Farhan tersenyum.
"Tapi aku ini janda, Mas!"
"Janda semakin di depan, sejak awal mas lihat kamu, mas udah suka dan kagum, makasih udah mau membuka pintu hatimu untuk mas, Maira," ujar Farhan.
"Sama-sama mas, makasih juga suka sama Amaira dan mau menerima Amaira apa adanya."
Farhan tersenyum manis, dia juga mengucapkan terima kasih karena Amaira tidak menolaknya seperti dulu ketika dia ditolak oleh orang tua Cristin.
*****
Azka berjalan cepat menuju gedung mewah didepannya itu. Dia akan mengatakan pada Farhan tentang masa lalu Amaira dan Azka akan bertanggung jawab semuanya.
"Mas Azka!"
"Azka!"
Icha dan Kemal menghadang Azka yang akan menghancurkan pernikahan itu, kedua orang tersebut tahu jika Azka akan datang ke pernikahan Amaira dengan CEO Alfa Group.
__ADS_1
"Kenapa kalian di sini!" Seru Azka.
"Bro, kalem woy! Jangan bertindak gegabah!" Kemal menarik baju Azka.
"Gue cuma mau Maira kembali, Mal! Jangan halangi gue!"
"Mas Azka! Diam di tempat! Kalau sampai Mas Azka gerak masuk ke dalam gedung itu, aku pastikan mas Azka bakal menyesal!!" Seru Icha membuat Azka mematung.
"Ingat Ka, lo harus rela Amaira mencari kebahagiaannya sendiri, jangan buat dia sakit hati lagi seperti dulu, kalau kamu mencintai nya, kamu harus ikhlas dan rela Amaira bahagia dengan orang yang tepat dan orang itu bukan elo!!"
"Mas Azka, tolong aku, perutku sakit banget!" Seru Icha memegang perutnya. Azka yang melihat hal itu sigap menahan tubuh Icha yang akan ambruk dan langsung menggendong nya menuju mobil.
"Oke, bertahan Icha!"
Kemal hanya geleng-geleng kepala, ternyata sohibnya itu memang orang yang plin plan. Kemal merapikan kemejanya dan langsung masuk ke dalam gedung tempat diadakannya akad nikah Farhan dan Amaira.
******
Hari ini adalah hari yang sangat bersejarah bagi Farhan dan Amaira.
Meskipun ini bukan pernikahan yang pertama untuk Amaira tapi dia merasakan antusias yang luar biasa.
__ADS_1
Dengan memakai gaun muslimah sederhana berwarna putih dan polesan make up natural di wajahnya, membuat penampilan Amaira terlihat begitu cantik.
Amaira menatap pantulan dirinya di depan cermin, dia merasa sangat gugup, dan sedari tadi jantung nya berdebar-debar.
Amaira sama sekali tidak menyangka bahwa sebentar lagi dia akan menikah dengan Farhan, atasannya sendiri.
Cinta itu akhirnya tumbuh berkembang dihati Amaira dengan berjalan seiring waktu, Farhan adalah lelaki yang sangat perhatian, dan Amaira tidak pernah mendapatkan hal itu sebelumnya.
Sempat pada waktu itu dia berfikir jika tidak akan ada kebahagiaan yang hadir untuknya, apalagi ketika pria seperti Azka yang dia kenal sejak kecil saja tidak bisa memberikan kebahagiaan.
Tapi ternyata dia bisa bertemu dengan Farhan yang begitu tulus menyayangi nya, sungguh Amaira merasa bahwa Allah sangat menyayangi nya.
Tidak berbeda jauh dengan Farhan di depan sana, dia sudah siap dengan setelan warna putih sedana dengan gaun milik Amaira. Dengan perasaan bahagia campur gugup menjadi satu, Farhan siap mengucapkan ijab Qabul untuk mengikat Amaira.
Akhirnya penantian nya selama ini berhasil, membawa wanita yang sangat dicintainya untuk mengikat janji suci pernikahan.
Farhan memang tidak main-main dengan cintanya pada Amaira. Dia sudah seserius itu untuk mempersunting wanita cantik itu. Mulai saat menemani Amaira kontrol dan terapi.
Dari situ dia mulai merasa jika Amaira begitu menarik hatinya, meskipun memang dari awal dia langsung tertarik tapi rasa cinta itu datang dengan berjalan seiring waktu.
Bersambung.
__ADS_1