
Happy Reading
Setetes air mata jatuh membasahi pipi Farhan, bukan air mata kesedihan melainkan air mata bahagia.
Karena sebentar lagi dia akan benar-benar bersatu dan mengikat Amaira ke dalam pernikahan untuk bersama selamanya.
*****
"Saya terima nikah dan kawinnya Amaira Maulida binti Almarhum Hermawan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan emas 20 gram dibayar tunai!"
"Bagaimana saksi? Sah?"
"Sah ......!"
"Alhamdulillah!"
Gedung ruang serbaguna kantor balaikota itu disulap menjadi tempat acara pernikahan Farhan dan Amaira yang sederhana tapi tetap terkesan mewah. Kenapa memilih gedung balaikota? Karena Paman Farhan menjabat sebagai walikota didaerahnya.
Farhan dan Amaira berdiri sambil melempar senyum kearah para undangan yang hadir menyaksikan acara pernikahan yang cukup meriah itu.
Setelah beberapa saat lalu Farhan mengucapkan ijab Qabul, pria itu tidak pernah melepaskan tangannya di genggaman Amaira.
"Kamu cantik sekali, istriku," bisik Farhan.
Pipi Amaira semakin merona, padahal warnanya sudah merah. "Mas ihh, jadi suka gombal sekarang," Amaira mencubit lengan Farhan. Jelas saja dia malu, Amaira dulu tidak pernah dipuji oleh suaminya.
Para reporter dan wartawan banyak hadir yang meliput acara ini, berita pernikahan Farhan menjadi tranding topik di media sosial.
__ADS_1
Farhan memang mengundang para wartawan, dia ingin mengumumkan pernikahannya ini pada khalayak umum, dia juga mengatakan hal yang sebenarnya jika Amaia adalah janda tanpa anak.
Kebahagiaannya dibagi bersama orang lain, semua yang melihat pasangan ini ikut pada mendoakan agar sakinah, mawadah warahmah.
Kakek Andi merasa sangat bahagia, bisa menyaksikan cucunya menikah hari ini. Ayah dari almarhum ayah Farhan masih sehat.
Tidak ada hentinya ucapan selamat yang berdatangan dari para undangan.
"Selamat mbak Maira dan kak Farhan, semoga kebahagiaan selalu menyertai kalian, samawa ya," ucap Fara mencium pipi kanan dan kiri Amaira dan memeluk Farhan.
Amaira mengangguk dan tersenyum bahagia.
"Terima kasih Fara, berkat dirimu aku bisa bersatu dengan Mas Farhan," ucap Amaira tulus.
Ya, apa yang diucapkan Amaira memang benar, karena dukungan Fara akhirnya Amaira memantapkan hatinya untuk Farhan. Entah kenapa Farhan begitu senang mendengar hal itu. Dia merasa di cintai oleh Amaira.
"Cie .... Kak Farhan ge er ya? Baru tahu kalau selama ini Mbak Amaira itu minta solusi sama aku agar bisa menyembuhkan hatinya dengan cara menghadirkan orang baru yang akan mengobati lukanya, jadi kak Farhan harus kasih uang jajan lebih selama setengah tahun!"
Malam harinya dikamar pengantin ....
"Bismillahirrahmanirrahim, Amaira, aku tidak akan menunda untuk meminta hak ku, aku ingin menyempurnakan ibadah nikah ini dengan hak sebagai seorang suami dan aku harap kamu ikhlas." Ujar Farhan membuka kerudung Amaira.
Ana memejamkan matanya, ini adalah hal pertama kalinya dia membuka jilbab di depan seorang pria, bahkan dulu ketika masih menjadi istri Azka, Amaira tidak pernah melepaskan jilbabnya
"Masya Allah, istri mas cantik sekali," lirih Farhan membuat Amaira menundukkan kepalanya. Wajahnya yang merah merona terlihat jelas di bawah sinar lampu temaram dikamar hotel itu.
Farhan mengangkat wajah Amaira dan dia dengan intens menatap mata sang istri.
__ADS_1
"Aku sangat bahagia sekali sayang, akhirnya doaku selama ini terkabul," ucap Farhan.
"Do'a?"
"Iya, selama ini mas selalu berdoa biar dijodohkan sama kamu, Alhamdulillah doa mas terkabul," jawab Farhan menyentuh wajah Amaira dan menyelipkan rambut ke belakang telinga nya.
"Aku juga mas, bahkan aku tidak pernah berfikir akan menjadi istri seorang Farhan Alfarizi," jawab Amaira tersenyum.
"Bolehkah malam ini?"
Amaira paham dengan apa yang di inginkan Farhan. Dia harus bisa dan melupakan semua masa lalu yang membuat tubuhnya trauma. Amaira sudah yakin jika dirinya sudah berubah dan dia tidak ingin mengecewakan sang suami.
"Insya Allah, Mas," jawab Amaira dengan tubuh yang sedikit tegang.
Farhan tertawa kecil, membuat Amaira bertanya-tanya. "Maaf, mas bercanda, mas gak akan maksa kok Ra," ujar Farhan mengelus surai hitam sang istri.
Amaira menggeleng pelan, "Maira siap kok mas, jangan ditunda-tunda, katanya nggak bagus," ujar Amaira malu.
Farhan yang melihat istrinya seperti ini merasa begitu gemas, tapi dia tidak mengabaikan akan Farhan malam ini.
"Aku benar-benar siap mas!"
Dan malam itu adalah malam pertama bagi mereka sebagai sepasang suami-istri baru itu. Akhirnya Farhan tahu jika istri nya itu masih perawan dan dia tidak pernah menyesal menikah dengan Amaira.
SELESAI
💞💞💞💞
__ADS_1
Di part ini seharian aku nulisnya, mencari ide biar feelnya terasa, tapi jujur sulit sekali, dan Alhamdulillah sudah berhasil. Mudah-mudahan bisa ngena ya akak2 reader.
Jangan lupa vote, like dan komennya ya🥰🥰