
Happy Reading
"Amaira!'
Azka langsung berjalan cepat menghampiri istrinya, ada rasa bahagia di dalam hati ketika melihat istri pertamanya yang hilang 3 hari ini baik-baik saja.
Jujur, Azka rindu pada wanita berhijab itu. Wanita yang selama ini dia abaikan, tapi bisa bikin dia kelimpungan ketika pergi. Azka tahu, dirinya lah yang membuat Amaira pergi darinya.
Sepertinya dia akan meminta maaf pada istri pertamanya itu. Azka rencananya akan membelikan satu rumah untuk Amaira. Mungkin saja istri pertamanya itu tidak betah tinggal bersama Icha dirumah yang sekarang.
Ya, tiga hari ini Azka kepikiran hal tersebut. Bukankah biasanya dalam pernikahan poligami jarang ada yang tinggal bersama. Biasanya istri satu dan kedua tinggal ditempat terpisah. Azka mulai sekarang akan membagi waktunya untuk Icha dan Amaira. Tiba-tiba saja dihatinya tidak ingin jika Amaira pergi darinya.
Entah kenapa tiba-tiba Azka sadar dan baru tahu jika sebenarnya hatinya itu menginginkan istri pertamanya juga. Dari sejak kapan, Azka tidak tahu. Yang jelas dia akan benar-benar adil kali ini. Azka akan membagi kasih sayang dan perhatian untuk kedua istrinya yang kini mulai menempati hatinya di masing-masing tempat yang berbeda.
Azka ingin memeluk Amaira, tiba-tiba tubuhnya punya respon seperti itu, ingin mendekap Amaira untuk menyalurkan rasa kangennya. Azka melihat Amaira yang menunduk, mungkin takut jika dia akan marah. Azka tersenyum, dia tidak marah karena selama tiga hari ini lelaki itu telah merenung kan sikapnya pada Amaira selama ini.
Tentu hal itu wajar sekali jika Amaira memilih pergi. Kenapa sekarang Amaira tampak cantik sekali di mata Azka. Kemana saja dia selama ini, kenapa bisa mengabaikan wanita yang begitu indah dimatanya ini.
Tangan Azka sudah terangkat untuk memeluk Amaira yang sejak tadi hanya diam menunduk, tapi tidak jadi karena ekor mata Azka melihat tangan kanan Amaira yang bebat perban dan di gantung di bahu.
Tiba-tiba raut wajah Azka jadi berubah khawatir, "Ra, tanganmu kenapa?" Tanya Azka penasaran.
Kini wajah Amaira terangkat untuk menatap wajah suaminya yang sudah tiga hari dia tinggal itu. Ternyata respon Azka seperti ini, berbeda dengan apa yang ada di pikiran Amaira. Wanita itu kira Azka akan marah-marah dan memaki dirinya, tapi Azka malah bertanya tentang lengannya yang masih terasa ngilu.
"Kecelakaan mas," jawab Amaira singkat.
Masih menatap wajah Azka yang sudah lama tidak dia lihat. Amaira bisa melihat jambang tipis ada di pipi dan rahang suaminya. Bahkan Azka terlihat acak-acakan tidak rapi. Rambutnya mulai gondrong. Amaira heran, apa Icha tidak mengurus suaminya dengan baik.
Amaira benar-benar tahu jika Azka sama sekali tidak suka hal yang tidak rapi, suaminya itu pasti selalu rapi dan wangi setiap harinya. Tapi kenapa sekarang Azka jadi terlihat seperti ini. Padahal Amaira tidak tahu saja jika dialah yang menyebabkan Azka jadi tidak karuan hingga mengganggu waktu tidurnya.
Azka lebih sering pulang larut malam karena setelah pulang kerja lelaki itu sempatkan mencari istri pertamanya.
Sedangkan Azka sendiri langsung terkejut mendengar ucapan Amaira, istrinya itu kecelakaan. Kenapa dia sampai tidak tahu.
__ADS_1
"Kok bisa? Tapi kamu nggak apa-apa kan?" Amaira bisa melihat kekhawatiran di mata Azka.
Kemal yang sedari tadi diam melihat interaksi kedua orang itu langsung berjalan mendekat.
"Bro, lo kenal sama Amaira?" Tanya Kemal langsung pada Azka.
Sahabat karibnya itu mengangguk, "kenal, Amaira itu 'kan i ...!" Azka berhenti berucap.
Dan hal itu membuat hati Amaira kecewa berat. Apakah Azka tidak ingin mengakui nya sebagai istri.
Azka hanya bingung, nanti apa yang akan dikatakan Kemal, kan yang sahabatnya itu tahu istri Azka adalah Icha.
"Apa?" Tanya kemal penasaran.
"Sebentar, kenapa Amaira ada di sini? Di cafe elo?" Tanya Azka mengalihkan pembicaraan.
Kemal tersenyum, dia akan menjawab pada Azka jika Amaira adalah calon bini nya, tapi nanti kalau Amaira tidak ada. Dia kan masih masa PDKT, jadi harus alon-alon asal kelakon.
"Maira kerja di tempat mas Kemal, kalau gitu Maira kembali ke dapur dulu, permisi!' ucap Amaira tiba-tiba. Wanita itu berbalik badan sambil mengusap air mata disudut matanya. Dia merasa kecewa berkali-kali pada suaminya itu.
Akan Amaira utarakan niatnya itu pada Azka nanti, ketika tidak ada Kemal.
Sedangkan Azka yang akan mengejar Amaira ditahan oleh Kemal.
"Eh, mau kemana bro? Situ toilet buat karyawan gue, kalau toilet gue ada di ruangan." Kemal menarik Azka untuk masuk ke dalam ruangan nya.
Azka sudah tidak ingin buang air, dia hanya ingin bicara pada Amaira, tadi dia bisa melihat wajah sendu istri pertamanya itu ketika meninggalkan nya. Azka juga melihat jika mata Amaira berkaca-kaca.
Kenapa dadanya sakit ya ketika melihat Amaira yang rapuh seperti itu.
"Nggak jadi ke toilet?" Tanya Kemal yang hanya melihat Azka diam saja tidak beranjak.
"Nggak, gue mau balik!"
__ADS_1
"Eh, tunggu bentar, gue mau curhat dan mau minta saran pendapat!" Ujar Kemal menahan Azka.
"Apa?" Tanya Azka nampak tidak senang.
Dia itu ingin segera mencari Amaira kembali, dia akan meminta maaf pada istri pertamanya itu, kenapa Kemal tidak mengerti sih.
"Gimana cewek tadi, bro?" Kemal menaik turunkan alisnya.
Sedangkan Azka mengerutkan keningnya tidak paham. "Cewek mana?"
"Ck, itu yang tadi,,, Amaira, dia cantik dan sholihah kan?"
"Terus?" Kali ini dada Azka mulai bergemuruh. Dia tidak suka ada yang membicarakan istrinya itu apalagi sudah memuji di depannya.
"Ya, gue cuma minta saran aja, lo kan yang udah berpengalaman, gimana caranya menaklukan hati Amaira ya, secara dia tuh membatasi diri banget, gue udah tergila-gila sama dia, Ka!"
Kemal tidak tahu jika wajah sahabatnya itu sudah berubah, menjadi merah menahan amarahnya.
"Sebaiknya lo lupain dia, Amaira nggak pantes buat lo!"
Kemal langsung menoleh menatap Azka. "Hehe, gue tahu gue emang cowok buruk, tapi gue janji kali ini gue serius, gue bener-bener jatuh cinta sama dia!"
BRAK!
Azka memukul meja, Kemal yang melihat itu ingin marah tapi tidak jadi setelah mendengar ucapan Azka.
"Lo nggak boleh jatuh cinta sama dia, karena Amaira sudah memiliki suami, dan suaminya adalah gue!"
Kemal melongo, matanya terbelalak.
"Hahaha, gak usah bercanda!"
"Gue serius!"
__ADS_1
Bersambung.
Maaf jika banyak typo ya 🙏