
Happy Reading.
Amaira berjalan ke arah anak kecil berusia sekitar 7 tahun itu. Dia membawa kotak makanan yang sedikit banyak isinya. Tadi pagi Amaira memasak sedikit banyak dan membungkus beberapa masakan yang dia masak.
Sudah seminggu ini wanita cantik itu memang tidak menginjakkan kaki di dapur karena sudah ada yang menguasai nya sekarang. Tapi subuh tadi Amaira langsung turun ke dapur untuk memasak, dia tahu jika weekend begini suami dan istri keduanya itu pasti jarang langsung keluar kamar.
Biasanya Azka dan Jihan keluar kamar di atas jam 7 pagi. Kadang sampai jam 9 pagi baru pada menampakkan diri.
Amaira tidak ingin berpikir macam-macam, dia mencoba menjaga hatinya agar tidak sakit lagi.
"Assalamualaikum Dira," Sapa Maira tersenyum pada gadis kecil itu.
"Waalaikumsalam, kak Maira! Dira kangen!" Gadis kecil yang sedang bermain sendirian itu langsung memeluk Amaira ketika tahu siapa yang mencarinya.
"Ini buat Dira, buat Bapak sama Ibu juga ya," Amaira memberi kotak yang berisi beberapa hidangan itu.
"Wah, makasih kak!!" Gadis kecil itu langsung berlari ke arah kedua orang tuanya yang sedang memulung. "Bapak, ibuk, di kasih makanan makanan sama kak Maira!"
Kedua orang belum terlalu tua itu begitu senang ketika melihat Amaira yang beberapa hari ini tidak menemui mereka itu.
"Terima kasih ya neng, semoga neng Maira selalu di beri kesehatan dan kebahagiaan," ucap Ayah Dira.
"Aamiin, sama-sama Pak, silahkan di makan dulu, Maira mau ke jalan utama."
"Loh, neng Maira mau kemana?"
"Maira mau pergi pak, nyari pekerjaan. Doain Maira bisa bisa diterima ya Pak, Buk, Dira," jawab Amaira.
"Iya neng, semoga neng Maira bisa langsung dapat pekerjaan dan diterima hari ini juga."
__ADS_1
"Aamiin!"
Ya, Amaira sudah memutuskan untuk bekerja saja, dia tidak bisa berdiam diri di rumah terus. Semua pekerjaan Amaira sudah diambil alih oleh Icha. Entah kenapa lama-lama Amaira merasa Icha seperti ingin menyingkirkan nya saja.
Jadi lebih baik dia mencari pekerjaan yang bisa membuatnya mengisi kekosongan di hatinya.
"Emang suami neng Maira mengizinkan?" Tanya wanita yang tidak lain adalah ibu dari Dira.
Amaira tersenyum, dia memang tidak mengatakan keinginan nya pada Azka untuk bekerja. Lagian Azka mana peduli, selama ini laki-laki itu hanya peduli kepada madunya saja.
"Iya, Bu. Kalau gitu Maira permisi dulu... Assalamu'alaikum."
Amaira memilih segera pergi ke jalan utama yanh tidak jauh dari tempat itu. Dia tidak mau membahas suaminya yang memang sudah diketahui melakukan poligami itu.
Amaira sekarang akan memikirkan dirinya sendiri, dia tidak ingin menyakiti hati ataupun tubuhnya lagi, karena Amaira yakin jika Allah pasti tidak suka dengan hambanya yang putus asa.
Semalaman Amaira berpikir keras hanya untuk memantapkan hatinya. Entah kenapa dia juga ingin merasa bahagia, dicintai dan disayangi oleh suaminya sendiri.
Apakah Amaira boleh minta lebih pada Allah agar dia diberi bahagia?
Amaira menghentikan taksi dan kemudian masuk kedalam, dia akan ke tempat Arumi, salah satu temannya yang tinggal di kota.
Semalam Arumi menawari Amaira pekerjaan, yaitu menjaga cafe kakaknya yang saat ini kekurangan pegawai.
Entah memang jodoh atau apa, di waktu itu juga Amaira tengah menelepon meminta di carikan pekerja.
Mungkin Allah sedang memberikan sedikit kebahagiaan pada Amaira, karena dia langsung diterima bekerja hari itu juga.
"Makasih ya Rum," ucap Amaira tersenyum.
__ADS_1
"Sama-sama, nanti kakakku datang ke sini agak siangan. Dia udah aku kasih tahu kok kalau temanku yang akan kerja di sini buat jaga kasir, sekarang aku mau ke kampus dulu, kalau ada apa-apa atau kesulitan kamu tinggal telepon aku aja," ucap Arumi.
"Iya, Rum. Sekali lagi makasih ya?"
"Oke, aku juga makasih sama kamu, kakakku uring-uringan dari kemarin-kemarin, dia suruh aku nyari orang buat ngisi kasir di rumah makan ini. Maklum, restoran kakakku ada tiga cabang di kota ini, jadi dia lumayan sibuk, apalagi sekarang mulai rame karena sempat viral di medsos."
Amaira tersenyum lebar mendengar cerita Arumi, dia berucap syukur berkali-kali karena langkahnya dimudahkan oleh Allah saat ia benar-benar membutuhkan sebuah pekerjaan.
****
Benar apa yang dikatakan oleh Arumi restoran ini memang begitu ramai, tadi dia sudah berkenalan dengan pegawai yang ada di restoran ini dan diperkenalkan oleh Arumi sebagai sahabatnya.
Amira senang karena orang-orangnya ramah-ramah, membuat dia semakin betah bekerja di hari pertamanya.
Meskipun Amaira hanya kelulusan SMA, dia bisa kalau hanya untuk berjaga di kasir. Disuruh memasak pun dia bisa karena memang hobi memasak.
"Nanti kalau Mas Kemal datang, dia akan memberikan arahan sama kamu, Ra." Ujar Faiz, salah satu koki di restoran itu.
"Mas Kemal? Owh, iya Mas." Jawab Amaira gugup. Arumi tidak mengatakan jika nama kakaknya itu adalah Kemal. Hampir saja Amaira bertanya siapa Mas Kemal itu pada Faiz.
"Tuh, orangnya udah datang, biasanya emang jam segini mas Kemal datang nge-cek ke restoran-restorannya." Amaira hanya mengangguk.
Kemal berjalan masuk ke dalam restoran dan tatapannya langsung tertuju kepada Amaira.
Kalau ada orang yang berkata jika jatuh cinta pada pandangan pertama itu ada, mungkin Kemal bisa percaya akan hal itu.
Karena sadar atau tidak sadar, pria tampan itu merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama kepada wanita berhijab kuning tersebut.
Bersambung
__ADS_1