Aksa & Clara : Story Of Love

Aksa & Clara : Story Of Love
Rencana Balas Dendam


__ADS_3

Tepat ketika matahari terbenam, Aksa dan Clara sampai di kediaman keluarga Aksa. Kedatangan mereka di sambut oleh Clarisa dan Vivian, yang memang sedari tadi sudah khawatir dengan keadaan Clara.


"Sayang" Panggil Vivian dengan berjalan menghampiri anaknya, lalu memberikan pelukan hangat pada putri tercintanya.


PLAK


"Kamu tuh kemana aja sih bang, mommy telfonin gak di angkat, di chat gak di bales juga." Geram Clarisa setelah memberikan pukulan di lengan anak pertamanya


Aksa yang meringis kesakitan sambil memegangi lengannya, terkejut dan menepuk jidatnya karna lupa mengaktifkan ulang mode dering di handphone nya.


"Hehehe ... Lupa di bunyiin mom. Maafin ya, udah jangan di pukulin lagi aku nya. Nanti kadar ketampanan aku hilang mom, emang mommy mau pas tunangan nanti aku berubah jadi squidward."


"Kalo kamu berubah, masih ada Aska yang siap gantiin kamu. Gimana Cla, kamu mau juga gak sama Aska." Tanya Clarisa dengan mode jahilnya


Aksa membulatkan matanya, terkejut dengan perkataan wanita yang sangat di cintainya itu. Tanpa pikir panjang, dan dengan menyampingkan gengsi nya, Aksa menarik tangan Clara untuk masuk sebelum calon tunangannya itu menjawab.


"Cih, udah bucin aja sok banget kamu bang." Ucap Clara dengan berlalu pergi menyusul anaknya berdampingan dengan Vivian yang hanya bisa menggelengkan kepala.


Di ruang keluarga, sudah berkumpul semua orang yang sedang asik bercengkrama.


"Clara" Teriak Alisha


"Hai Cla, gimana ?"


"Aman"


Para lelaki menautkan kedua alisnya, bingung dengan pembicaraan dua bocil di depannya.


"Hai bro, gimana lancar gak ?" Tanya Aska setelah kembarannya duduk bersebelahan dengannya


"Siap pokoknya, tinggal tempur aja gua mah"

__ADS_1


TAK


"Dulu aja sok pengen ngebatalin di jodohin, sekarang aja udah bucin akut banget. Pake segala tinggal tempur, emang udah pasti kamu nikah sama Clara." Sindir Andri setelah melemparkan kulit kacang pada cucu pewarisnya


"Bilang aja opah takut kan, nanti kan aku nikah saham perusahaan jadi punya aku 60%."


Alex yang mendengar sontak tertawa terbahak - bahak dengan mata yang terus melirik ke arah sahabat sekaligus mertuanya.


"Siap - siap jadi miskin lu, hahaha"


Sedang asik bercengkrama dengan keluarga nya dan keluarga sahabat nya, Leon yang selalu stand by menggunakan earphone di telinganya tiba - tiba saja mendengar suara Bella.


"Leon, aku tau kamu menyadap rumahku. Aku mohon untuk tidak menyakiti anakku dan maafkan dia. Dia hanya sedang terjebak dalam pengaruh papahnya."


"Marcel, kamu pasti mengenal nama itu. Rekan bisnis Andri yang sudah berbuat curang dan berakhir gulung tikar, dia adalah suamiku. Dia mempunyai dendam pada Andri sedangkan aku, aku berani bersumpah jika aku tidak mau lagi berurusan dengan kalian. Aku hanya ingin melindungi putriku Leon, jadi aku mohon. Jangan sakiti anakku, jangan limpahkan amarah kalian terhadap anakku."


Leon yang sedang fokus mendengar suara Bella, di kejutkan dengan tepukan manja dari cucu kesayangannya.


"Wani piro"


"Ish perhitungan banget sih, aku kan lagi rugi ini kehilangan salah satu cabang restoran aku. Kasihanilah cucu mu ini opah ku yang ganteng melebihi opah Andri,"


Andri yang mendengar namanya di sebut memutar bola matanya, jengah dengan ucapan calon cucu menantu nya.


"Calon suami kamu itu calon pewaris tahta N.G GROUP, apa iya sewa orang buat beresin restoran gitu aja gak mampu. Cih, jangan - jangan calon papah mertua kamu udah mau on the way bangkrut,"


TAK


Lemparan sendal tepat mengenai kening Leon, dan pelaku nya siapa lagi jika bukan Alex, sang calon papah mertua dari cucu nya.


"Nanti orang abang Aska yang beresin, kamu terima bersih aja di tempat." Ucap Aska menengahi

__ADS_1


"Alhamdulillah, aman dompet gua" Aksa mengelus dada nya setelah mendengar perkataan Aska. Namun sedetik kemudian, Clara kembali mengingatkan gombalan Aksa ketika masih berada di depan restoran.


"Abang janji bikinin sepuluh restoran loh."


Aksa menepuk kening nya pelan, salah besar ternyata memberikan gombalan pada wanita calon istrinya itu.


•••••••


Di tempat lain, Marcel sedang menyusun rencana untuk membatalkan pertunangan Aksa dan Clara sekaligus ingin membuat malu Andri.


"Sudah lama gua menanti hari ini, hari dimana gua melihat kehancuran lo, teman lama."


"Melalui Marisa, gua akan dengan mudahnya menghancurkan lo sampai ke anak cucu lo itu. Lo harus tau, bagaimana gua hancur saat lo mengambil semua proyek kerja sama gua, dan sekarang gua akan membalas dengan cara yang berbeda."


Tok ... tok ... tok


Ketukan pintu membuyarkan pikiran Marcel, dia segera merapihkan dokumen yang berserakan di meja sebelum mengizinkan untuk orang di depan pintunya masuk.


"Masuk"


"Mas" panggil Bella


"Hmmmm"


"Aku tau apa yang akan kamu lakukan pada keluarga Andri. Aku mohon untuk mas menyudahi semuanya, aku gak akan rela kalo Marisa menjadi ..."


PLAK


Tamparan keras Marcel berikan pada Bella yang berada di depannya, dia sudah cukup sabar berbaik hati pada wanita yang sudah membohonginya.


"Jangan pernah ikut campur dalam rencanaku, atau akan aku pastikan semua yang terjadi akan menjadi tanggung jawab kamu. Kamu pasti tau apa yang akan Alex lakukan jika dia tau kamu telah kembali berulah seperti dulu."

__ADS_1


\*\*\*\*\*


__ADS_2