
Malam pertunangan Aksa dan Clara tiba, tamu yang datang tidaklah banyak hanya beberapa kerabat terdekat saja. Alex dan Andri berusaha menjaga keluarga nya dari ulah Marcel. Terlebih, Aska dan Alisha sudah mengatakan jika Marcel meminta Marisa untuk menjalankan rencananya.
"Gimana le" tanya Andri
"Masih aman"
"Marisa dateng nanti" ucap Andri
"Noh cucu lo udah stand by nungguin depan gerbang"
"Puyeng dah si Alex kalo Aska sampai suka sama tuh bocah" balas Andri
Kedua nya tersenyum sambil membayangkan bagaimana pusing nya Alex jika saja benar Aska menyukai Marisa.
Tidak lama menunggu, ternyata Marisa datang bersama Bella. Bella memaksa ikut karna merasa akan terjadi sesuatu yang buruk dengan anaknya.
"Hai ka"
"Hai" balas Aska dingin
Flashback
Satu jam sebelum Marisa datang ke acar pertunangan Aksa, Marcel mengirimkan video yang berdurasi 10 menit dengan perintah " Jangan berani - berani kamu putar video itu sebelum acara di mulai".
Bella yang melihat kegelisahan di wajah anaknya sontak menawarkan diri untuk ikut acara tersebut.
"Mamah yakin ? Aku takut mamah gak nyaman ketemu om Alex dan tante Clarisa."
"Mamah yakin nak, kalopun mamah di rumah pikiran mamah akan tidak tenang." ucap Bella
"Yaudah, kita siap - siap sekarang ya mah"
Marisa dan Bella pun berjalan ke arah kamar masing - masing untuk bersiap. Bersamaan dengan terkirimnya video tersebut ke handphone milik Marisa, Kenie sudah menyiapkan beberapa orang suruhannya untuk berjaga di sekitar rumah yang kini di tempati Marcel.
Tak lupa juga dia mengirimkan pesan pada Alisha untuk tetap berjaga, karna di luar sana masih ada orang - orang suruhan Marcel.
Lis, tolong berhati - hati
__ADS_1
Kamu tenang aja Rio
Dan soal video itu, tolong pastikan Marisa berada tepat di samping Aska. Karna ketika video itu di putar, bukan hanya kalian yang terkejut. Marcel di sini pun akan ikut terkejut
Memang video apa itu Rio ?
Kamu akan segera mengetahui nya, dan ...
Dan apa ?
Dan aku ingin berbicara dengan kamu setelah semua masalah ini selesai
Aku ? Ada apa ?
Rio tidak membalas, handphone nya pun tiba - tiba mati karna sengaja di matikan oleh Rio. Dia sudah harus bersiap karna hari ini, semua kekacauan yang di buat oleh Marcel harus selesai. Bukan hanya untuk kebaikan keluarga bos nya, tapi juga untuk kelangsungan hubungan dia dan Alisha.
Sementara Alisha segera memberitahu Aska tentang apa yang di katakan oleh Rio.
Flashback End
Halaman belakang rumah Leon sudah di sulap oleh Aksa menjadi taman yang indah di penuhi bunga - bunga kesukaan Clara.
"Baru mau tunangan udah gugup, gimana akad nanti ? gimana malam pertama nanti ?" goda Alex
"Kalo akad mah gugup wajar kali dad, kalo malam pertama mah gak ada ya di kamus aku kata gugup."
Alex hanya membalas ucapan anaknya dengan senyuman, dia merasa bangga karna anaknya mewarisi gen mesum dirinya. Lucu memang, tapi bukankah jika tidak mesum tidak akan jadi mereka bertiga di dunia ini.
PLAK
Sebuah pukulan mendarat di paha Alex dan menyadarkannya dari lamunan tentang dirinya dan Aksa.
"Daddy gak ada sedih - sedih nya anak mau tunangan. Gimana kalo abang nikah nanti coba,"
"Ampun deh, ini anak mau tunangan doang bukan mau perang sayang. Dia juga masih jadi anak kita, masih tinggal sama kita, terus kenapa harus sedih coba." jelas Alex dengan mengusap lembut tangan istri yang di genggamnya
"Susah ngomong sama kamu mas, aku kan ibu nya, aku yang lahirin dan ngerawat dia sampai sekarang mas."
__ADS_1
"Iya iya, udah sini peluk aja. Masa udah cantik begini malah jadi cengeng, nanti kamu kalah cantik sama Clara gimana ?" goda Alex
Clarisa pun tersenyum dan mencubit perut Alex sampai mengaduh lalu berhambur masuk dalam pelukan sang suami.
"Kebiasaan banget sih gak inget tempat" kesal Aksa
Lama menunggu, akhirnya Clara keluar dengan mengenakan dress berwarna pink beige selutut dengan belahan dada yang tidak begitu rendah namun masih tetap terkesan elegan di kenakan oleh Clara. Sebelah kanan kirinya, berdiri Vivian dan Reno. Sementara Leon tidak ikut bergabung karna masih harus memastikan keadaan sekitar.
"Ngedip bang" goda Andri
Aksa memang sedang memandangi calon istri nya yang malam ini terlihat begitu cantik, jika di lihat warna baju yang mereka kenakan sama.
"Selamat malam Reno, saya datang kesini tidak untuk berbasa basi. Jadi lebih baik kita mulai saja acara yang sudah sangat kita nantikan malam ini." ucap Alex dan di balas senyuman dan uluran tangan dari Reno tanda mempersilahkan
"Kedatangan kami sekeluarga kesini, tentunya bukan untuk acara sunatan masal. Karna jika anak saya yang tampan nan rupawan seperti saya ini di sunat lagi, dia tidak akan bisa membuat banyak cucu untuk saya." kembali Alex berucap yang membuat dirinya mendapatkan tatapan tajam dari Clarisa
"Clara, apakah kamu mau ..."
"Aku dad yang harus nya ngomong gitu, daddy mau nikah lagi emang" ucap Aksa memotong ucapan Alex dan membuat gelak tawa kembali terdengar
Akhirnya Alex menyerah dan kembali duduk di samping sang istri yang sudah sangat malu dan kesal atas tingkah nya.
"Clara ... kamu pasti tau berapa banyak sudah usaha yang aku lakukan untuk menggagalkan rencana pertunangan kita. Tapi, ketika akhirnya kita bertemu dan membicarakan permasalahan ini bersama, saat itu juga cintaku sudah tumbuh."
"You deserve the very best, someone who will back you up without limits, let you grow without borders, and love you without end. So, will you let me be the one?."
("Kamu berhak mendapatkan yang terbaik, seseorang yang mendukungmu tanpa batas, yang membiarkanmu tumbuh tanpa batas, dan mencintaimu hingga akhir. Jadi, maukah kamu mengizinkanku menjadi orangnya?")
Aksa berbicara dengan berlutut di depan Clara, tangan kanan nya menggenggam kotak yang berisikan cincin pertunangan mereka berdua. Manik matanya menatap tajam ke arah Clara, menanti sebuah jawaban untuk melanjutkan kembali perjalanan cintanya dengan Clara yang baru saja bersemi.
"Yes"
Satu kata keluar dari mulut Clara dan berhasil membuat senyum di bibir Aksa dan para keluarga. Aksa berdiri dan memasangkan cincin ke jari manis wanita di depannya. Begitu juga dengan Clara yang juga ikut memasangkan cincin ke jari manis Aksa setelah Aksa selesai.
Namun, suasana tiba - tiba saja berubah bersamaan dengan terdengarnya suara ******* dari arah televisi yang sengaja di pasang di sana agar tamu yang berada di belakang dapat melihat keberlangsungan acara malam ini.
"Marisa"
__ADS_1
Sebelum janur kuning berubah jadi ketupat, masih ada kesempatan buat author nikung bang Aksa dari Clara. Ha ha ha ha ...