
Hari berganti, hingga sampailah di hari bahagia yang sangat di nantikan oleh tiga keluarga besar. Lalu bagaimana dengan keluarga Notonegoro ? Rio dan Alisha masih tetap memberikan penjagaan ketat untuk Putri dan Raisa melalui tim pilihan terbaik mereka.
Beralih ke kamar rias sang pengantin laki - laki. "Mom" sapa Aksa ketika melihat cinta pertamanya masuk.
"Anak mommy sudah besar ... hiks ... hiks ..."
"Ah, mom ... ayolah jangan sepertu ini"
Aksa sangat tidak suka melihat wanita tercinta nya itu menangis. Dia lantas membawa mommy nya ke dalam pelukan hangat nya.
"Berani banget kamu peluk mommy bang, gak takut si pablo di sunat lagi sama daddy" ucap Clarisa dalam pelukan anak pertamanya
"Karna gak ada daddy makanya aku berani mom"
"Cih, sinyal mommy tuh kenceng banget. Sebentar lagi juga daddy nyampe di sini" tebak Clarisa
Benar seperti dugaan Clarisa, karna tak lama Alex datang bersama dengan Andri yang membuat sepasang anak dan ibu itu terkejut.
"Lepas gak !"
"Bentar ih, pelit banget lagian sih" kesal Aksa
"Udah gede kamu bang, udah mau nikah juga. Masih aja peluk - peluk mommy, peluk Clara aja sana"
"Iya, nanti kalo udah sah Clara nya aku dekep sekalian. Sekarang abang mau puasin peluk mommy dulu. Daddy pelukan aja tuh sama opah" Ucap Aksa tanpa melepas pelukan nya dari sang mommy
"Cih, lebay lu berdua. Gua udah sering melukin dari orok" kesal Andri melihat tingkah menantu dan cucu nya
Sementara, di kamar pengantin perempuan. Clara terus saja menggenggam erat tangan ibu nya. Jantung nya berdegub kencang, mengingat hari ini dia akan menjadi istri dari lelaki yang selama ini di cintainya.
"Rileks sayang, tangan kamu sampai dingin gini."
"Gerogi mah, papah mana sih. Anaknya mau nikah bukannya di temenin malah di tinggal gini. Dari tadi loh aku gak ngeliat papah" tanya Clara
"Papah memang sedang menghindari kamu nak, semalaman papah terus menangis."
"Kenapa ?" tanya Clara lagi penasaran
"Ya karna anak perempuan satu - satu nya akan menikah dan memulai hidup baru bersama pilihannya."
Clara terdiam dan mencerna setiap ucapan mamahnya. Dia pun merasa sedih karna harus berpisah dengan keluarga nya, terlebih sang papah yang merupakan cinta pertamanya.
__ADS_1
🌼 🌼 🌼 🌼 🌼
"Saya terima nikah dan kawinnya Clara Wijaya Saputri dengan mas kawin tersebut di bayar tunai"
"SAH"
"Woah, nikah coy" teriak Aksa sesaat kata SAH menggema di gedung pernikahan yang menjadi saksi ijab qabul sepasang pengantin
Sementara itu, kedua orang tua sang pengantin hanya bisa menepuk jidatnya secara bersamaan dengan aksi heboh yang Aksa lakukan.
"Astaga, anak nya Alex bikin malu aja" ucap Andri
"Bisa - bisa nya gua punya cucu mantu begitu" Leon, sang opah pun ikut menimpali
"Anak kamu mas"
"Iya, hasil kecebong unyu yang aku tanam di rahim kamu" goda Alex pada sang istri di iringi dengan kedipan genit dari sebelah matanya
Acara di lanjutkan dengan keluar nya Clara dari tempat persembunyiannya. Dengan balutan gaun berwarna putih dan bagian dada yang sedikit rendah, membuat Aksa yang sudah tiga hari tidak bertemu menjadi terpesona ketika melihatnya.
"Seksi" ucap Aksa ketika tangannya menerima uluran tangan perempuan yang baru saja sah menjadi istrinya
Aksa menuntun Clara untuk duduk di samping nya, dan menyelesaikan berbagai dokumen penunjang pernikahan mereka. Di lanjutkan dengan pemasangan cincin di jari manis kedua nya dan berakhir dengan sesi foto sepasang pengantin baru.
🌸 🌸 🌸 🌸 🌸
Clarisa terus menangis dalam dekapan sang suami, sesaat setelah anaknya melepas pelukan dan meminta restu untuk kehidupan baru yang akan dia lewati bersama sang menantu yang sudah dirinya jodohkan sedari kecil.
"Udah sayang, dia tidak akan kemana - mana. Hanya status dan tanggung jawab nya saja yang sudah berbeda. Dia tetap anak kita yang masih membutuhkan bimbingan kita."
"Aku sedih mas, kayanya baru kemarin aku ngelahirin abang. Eh sekarang udah nikahin dia aja." ucap Clara masih dengan isak tangisnya
Sama dengan keluarga sang suami, Reno sebagai ayah pun tak hentinya meneteskan air mata meski dalam keadaan tenang sekalipun.
"Udah mas, dia gak kemana - mana kok. Kita masih bisa ketemu dia kapan aja."
"Kok Aksa berani banget ya nyuri anak aku dari aku. Cih, cuman di kasih mas kawin perhiasan emas aja kita udah luluh. Kenapa gak minta berlian aja gitu ya mah." ucap Reno mencoba bergurau agar tak terlihat kesedihan di wajahnya
Sementara itu, di atas pelaminan sana Aksa terus saja menggoda istri nya hingga blush on yang merah semakin memerah karna ulah nya.
"Ugh gemes banget sih, aku jadi makin gak tahan buat nerkam kamu"
__ADS_1
"Dasar nya buaya, jadi kerjaannya nerkam mulu" goda Clara pada suaminya
"Dih, awas kamu ya. Selesai acara ini, jangan harap bisa tidur nyenyak."
Clara hanya mencebiknya dan memeletkan lidah nya untuk menggoda lelaki yang baru saja menyandang status sebagai suami nya.
Acara ijab qabul yang di hadiri oleh rekan keluarga berakhir dan di lanjutkan dengan resepsi yang berlangsung sire hingga malam hari.
Kedatangan Rian dan sang istri membuat terkejutan sendiri bagi Alex dan Putri yang berada tak jauh darinya.
"Selamat malam tuan Alex, selamat atas pernikahan putra anda."
"Selamat malam juga tuan Rian, terimakasih sudah berkenan hadir dalam acara sederhana kami." ucap Alex sambil berjabat tangan
Rian dan Dania berjalan menghampiri sepasang pengantin baru yang terlihat tampan dan cantik.
"Selamat atas pernikahannya tuan Aksa dan nyonya Clara. Ini ada kado kecil dari keluarga kami, semoga tuan Aksa berkenan menerima nya."
Aksa terdiam setelah melepaskan jabatan tangan mereka dan beralih melihat selembar kertas berpita merah yang di berikan oleh Rian.
"Wow, terimakasih banyak tuan" ucap Aksa dengan membungkukkan sedikit badannya
Rian hanya tersenyum dan berlalu pergi untuk meninggalkan pesta, sebelum ekor mata nya menangkap sosok yang sangat dia cari selama ini.
"Dari jauh saja, aku bisa menebak jika wanita itu adalah anakmu mas" ucap Rian dalam hati
Kembali dengan sepasang suami istri baru, setelah kepergian Rian.
"Yank itu apaan" tanya Clara
"Tiket"
"Tiket apaan ih yang jelas dong" kesal Clara karna penasaran
"Tiket bulan madu ke lombok plus berlayar dengan kapal"
"Berlayar kemana, emang kita mau kemana ?" tanya nya lagi karna masih belum mengerti dengan penjelasan suaminya
"Pokoknya ini tiket buat jebol gawang kamu, tapi nanti aku jebolnya di atas kapal. Biar goyangannya makin menghayati"
Mata istri yang baru beberapa jam di nikahi nya itu membulat, dan tak segan Clara juga memberikan cubitan pedas di pinggang suaminya.
__ADS_1