
Di sebuah kafe ternama, Aska duduk di tempat privat yang sudah dia pesan sebelumnya. Kedatangannya kali ini bukan untuk meeting dengan klien perusahaan Alex ataupun bertemu dengan teman - temannya.
"Hai"
"Hai ... to the point aja, gua gak suka basa basi" ucap Aska
"Siapa juga yang mau basa basi, di kira basi itu enak apa"
Aksa mengeluarkan secarik kertas dari dalam jas yang di kenakannya. Meletakkan kertas itu di meja dan di berikan pada wanita yang berada di depannya.
"Apa maksud lo"
"Gua tau kalo bokap lo itu dendam sama opah gua, di sini gua cuman mau bertindak sebagai cucu, anak dan saudara. Gua gak mau pertunangan Aksa besok kacau karna ulah lo." jelas Aska
"Jadi sekarang lo tulis berapa pun yang lo dan bokap lo mau, dan setelah itu jangan pernah lo ganggu keluarga gua lagi." lanjutnya
Marisa, wanita yang berada di depan Aska kali ini adalah Marisa. Dia di beritahukan oleh Alisha mengenai rencana yang akan Marisa lakukan di esok hari saat acara pertunangan Aksa.
"Gua gak tau video apa yang bokap lo maksud, yang jelas video itu pasti akan berdampak ke keluarga gua dan perusahaan juga." lanjut Aska yang membuat Marisa membulatkan matanya
Flashback
Di kediaman Marisa
Marisa sedang duduk bersantai di ruang tamu karna menunggu telfon dari papahnya yang berjanji akan mengabari nya hari ini. Lama menunggu sampai akhirnya sebuah panggilan dengan nama "papah" terlihat di layar handphone miliknya.
"Halo pah, papah apa kabar ?" tanya Marisa
"Papah baik ... Marisa papah sudah menyusun rencana untuk hari esok di acara pertunangan anak pertama Alex."
"Rencana seperti apa yang papah maksud" tanya Marisa lagi numun kali ini dengan perasaan was was
__ADS_1
"Kamu buat acara pertunangan Aksa dan Clara berantakan dengan menampilkan video yang sudah orang suruhan papah buat."
"Video apa" tanya Marisa lagi dengan penasaran
"Kamu tidak perlu tahu, yang pasti video ini akan membuat malu Alex dan Andri. Setelah itu papah yakin beberapa klien mereka akan memundurkan diri bekerjasama dengan mereka."
Marisa hanya mengangguk tanpa di lihat oleh Marcel. Yang mereka tidak tahu, Alisha dan Leon memantau perbincangan mereka berdua. Tapi ada sesuatu hal lagi yang Marcel tidak ketahui mengenai video yang sudah Kenie buat.
Dering telfon berbunyi, terlihat nama Rio di layar handphone milik Alisha.
Halo Lis
Iya Rio
Bagaimana keadaan kamu, apakah sudah membaik
Sudah Rio, ada apa kamu menelfon
Kamu pasti sudah mendengar perbincangan Marcel dan anak nya. Aku minta sama kamu untuk membiarkan semua nya terjadi, jangan melakukan tindakan apapun saat Alisha datang dan menunjukan video tersebut.
Tolong percaya sama aku
Panggilan telfon terputus, dan munculah Aska tiba - tiba yang membuat Alisha terkejut sekaligus kebingungan jika Aska mendengar obrolannya dengan Rio.
"Video apa ?" tanya Aska
Alisha kebingungan, sampai akhirnya dia menceritakan hasil sadapannya di rumah Marisa. Namun dia tidak menceritakan tentang obrolannya dengan Rio karna Aska segera pergi setelah mendapatkan panggilan telfon.
Aska sendiri, setelah menerima telfon dari salah satu kliennya segera beranjak ke kamar untuk merencakan sesuatu. Di cari nya data - data mengenai Marisa.
"Cantik"
__ADS_1
Itulah kata pertama setelah melihat wajah Marisa dari hasil temuannya. Terlihat nomer handphone dari wanita tersebut dan segeralah Aska mencatat nya.
Untuk beberapa saat, dia meyakinkan diri untuk melakukan rencana sebelum akhirnya dia mengetikan pesan untuk wanita tersebut.
Kafe Harmoni, jam 1 siang. Aska.
Sementara Marisa yang mendapatkan pesan dari orang yang tidak di kenal hanya mengernyitkan dahinya. Sebenarnya dia sudah mulai mengetahui maksud rencana papahnya selama ini dan mencoba merelakan Aksa.
"Coba gua samperin dia besok deh"
Flashback End
"Dari mana lo tau tentang video itu"
"Lo gak perlu tahu, yang pasti sekarang lo tulis berapapun yang lo mau dan pergi jauh - jauh dari keluarga gua. Lo cantik dan gua yakin lo bisa dapetin yang jauh lebih baik dari Aksa. Apa yang lo rasa selama ini ke Aksa cuman sebuah obsesi bukan cinta." ucap Aska tegas
"Lo pikir gua perempuan apa hah, gua udah ngerelain Aksa asal lo tau."
"Bagus kalo gitu, tapi apa gua bisa jamin lo gak akan bikin acara besok kacau dengan ulah lo dan bokap lo. Lo bisa aja ngerelain Aksa, tapi ambisi bokap lo buat hancurin keluarga gua gak akan selesai." jelas Aska
"Gua sadar apa yang bokap gua lakuin itu salah, gua lagi mencoba mencerna satu persatu masalah yang udah gua lakuin karna rencana bokap. Dari sana gua sadar kalo gua di jadikan kambing hitam sama bokap. Gua gak tau harus gimana, gua gak mau nyokap gua kena imbas nya kalo gua gak mau nurutin kemauan bokap."
Aska terdiam, dia berpikir jika wanita di depannya sedang membutuhkan penguat dan pelindung untuk dirinya dan ibu nya.
"Gua bisa bantu lo" ucap Aksa tiba - tiba
Marisa menatap manik mata Aska setelah tadi dia sempat tertunduk menahan air mata yang sudah membasahi pelupuk matanya.
"Besok lo cukup datang aja ke pertunangan Aksa tanpa melalukan apapun yang di perintahkan bokap lo. Kalo bokap lo tanya ya lo tinggal jawab kalo semua rencananya berjalan lancar. Buat gimana kelanjutannya lo cukup cerita aja sama gua semua rencana yang bokap lo buat." jelas Aska
"Ada orang suruhan papah di sekitar gua ka"
__ADS_1
"Lo pikir acara pertunangan besok itu udah kaya pasar malem yang terbuka buat umum. Setelah apa yang bokap lo lakuin ke ade gua Alisha, bokap sama opah gua udah bikin penjagaan yang ketat. Asal lo tau aja undangan buat lo juga itu om Leon yang minta bukan kita sendiri dari pihak keluarga yang emang mau undang lo." jelas Aska lagi
Maafin ya aku ilang - ilangan lagi 🙏🙏