
Bella dan Marisa sedang berada di dalam salah satu kamar di rumah Leon. Setelah kejadian memalukan tadi, Marisa seketika pingsan dan di bawa masuk oleh Aska yang berada di dekatnya ke dalam kediaman Leon.
"Kenapa harus seperti ini Marisa, kenapa ..."
"Ingin rasanya mamah menamparmu dan tidak perduli dengan keadaanmu, tapi kamu anak mamah nak. Mamah yang mengandung, melahirkan dan membesarkan mu "
Tangis Bella pecah di samping tubuh Marisa yang masih belum juga sadarkan diri. Bersamaan dengan itu, Aska masuk membawakan secangkir teh hangat untuk Bella.
"Diminum dulu tante"
"Terimakasih Aska" ucap Bella
"Boleh saya tanya sesuatu tante"
"Jika kamu mau menanyakan tentang video tadi, tante benar - benar tidak tahu Aska. Marisa sendiri pun tidak tahu, karna tadi tante sempat melihat handphone nya dan ada pesan dari papahnya yang mengingatkan jika dia tidak boleh melihat video tersebut." jelas Bella
Aska membuang nafas nya dengan kasar, dia tidak mau memaksakan Bella. Jalan satu - satunya adalah dengan menunggu Marisa sadar.
Sementara di halaman rumah Leon, tamu undangan sudah di bubarkan berganti dengan para keluarga yang berkumpul di ruang tamu.
"Kenapa bisa begini Le, lo sama si Rio itu suruh kita semua diam. Tapi kenapa malah jadi kaya begini sih," kesal Andri
"Yang di video itu bukan Aksa, tenang aja sih. Setelah masalah sama si Marcel selesai, kita adain konferensi pers."
Sebuah video yang beberapa saat lalu itu adalah adegan sepasang laki - laki dan wanita yang sedang berhubungan intim. Dalam video tersebut jelas sekali jika wanita itu adalah Marisa. Sementara sang lelaki sengaja di buramkan.
"Tunggu, maksud om apa dah aku gak ngerti. Jangan setengah - setengah ini om, gak liat itu cucu om udah ngambek. Kalo aku gagal nikah, gagal malam pertama, berarti semua karna om ya." ucap Aksa
"Ini bocah yang di pikirin malam pertama doang, udah di bilang bukan lo. Atau lo pernah ngelakuin nya sama Marisa dan ada video lo berdua."
"Jangan ngaco, satu - satu nya video mesum aku ya cuman yang di kantor, dan itu juga sama Clara. Om udah tau gak usah mancing," kesal Aksa
Clarisa membulatkan matanya mendengar ucapan anak kembar pertamanya, dia beranjak dari tempat nya dan berjalan ke arah Aksa dengan tatapan kesal.
__ADS_1
"Aw ... ampun mom .. ampun ..."
"Susah emang kalo nikah sama soang, turunannya jadi ikutan suka nyosor." kesal Clarisa dengan tangan menarik telinga Aksa
"Ya mommy salahin daddy dong kenapa gen nya di turunin ke aku ... udah mom udah, sakit ini ... lo jangan ketawa mulu elah, bantuin gua ini di terkam calon mertua lo."
"Ngapain minta bantuan Clara hah !! Heran deh, dulu perasaan aqiqah kamu kambing nya di doain semua, pas lahir juga di adzanin, kenapa jadi begini sih kamu bang." ucap Clarisa masih dengan kesal nya
"Udah mom, kasian abang" kali ini Clara berucap sebagai penengah
Akhirnya Clarisa melepas tangannya dari telinga Aksa dan beralih ke Alex yang sedang menahan tawanya.
"Gak usah ketawa, tuh liat anak kamu jadi kaya kamu semua. Kok bisa gitu aku jatuh cinta sama kamu, nikah lagi sama kamu."
Prok ... prok ... prok ...
"Sebuah penantian yang tidak kunjung terucap dari mulut anak gua, dan hari ini gua denger sendiri anak gua menyesal menikahi perjaka tua. Tepuk tangan sekali lagi para hadirin yang terhormat ..." ucap Andri dengan bahagia
BUK
"Brisik, kalo gak mesum gak jadi tuh cucu lo yang tampan dan cantik."
"Udah deh, papah sama mas Alex diem aja. Aku harus tobat sekarang kayanya biar si Aska gak begini juga, apalagi kalo sampai Alisha main nyosor duluan, makin malu mommy." ucap Clarisa dengan menutup wajah nya
"Mom, kamu juga liar kalo di kamar" goda Alex yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari istrinya
Suasana kembali hening dan tiba - tiba saja Leon mendengar teriakan Alisha di earphone yang di gunakannya sebagai alat penghubung dengan para anak buahnya di luar rumah.
"Alisha"
Leon berlari keluar rumah, Vivian yang ingin ikut menyusul pun di cegah oleh Reno. Reno tidak ingin Vivian lagi - lagi terlibat dengan pekerjaan sang papah mertuanya.
"Mas aku harus bantu papah"
__ADS_1
"Aku aja" Aska berucap ketika sudah di ujung tangga dan segera berlari ke luar untuk menyusul Leon
Keadaan di luar sudah sangat ramai dengan banyak nya para wartawan yang datang untuk mencari informasi mengenai video yang tadi di tayangkan dalam acara pertunangan dua keluarga besar. Ada juga beberapa orang suruhan Marcel yang berhasil Alisha tangkap.
"Kami akan memberikan penjelasan setelah masalah ini selesai, jadi saya mohon mba dan mas sekalian pergi dari sinj sekarang, atau anak buah saya akan bertindak tegas !!"
Para wartawan pun pergi meninggalkan rumah Leon tanpa hasil yang mereka harapkan. Leon juga memerintahkan untuk membawa orang - orang Marcel ke dalam markas nya sampai Rio datang.
Sementara di ujung dunia tempat Marcel berada, Rio berhasil menangkap Marcel setelah perkelahian panjang yang di lalu tim nya melawan orang - orang Marcel.
"Brengsek, lo siapa sebenarnya hah"
"Saya ?? Tidak perlu anda tahu saya ini siapa, yang pasti saya bertugas untuk membawa anda kembali untuk mempertanggung jawabkan semua permasalahan yang anda buat." jelas Rio
"Ha ha ha ... lo pasti orang suruhannya Andri kan"
"Brengsek emang si Andri, dia harus hancur sehancur hancur nya. Gua gak akan terima anak gua di permalukan seperti ini,"
"Seharusnya anda sadar dengan apa yang anda lakukan, om Andri terlalu kuat untuk anda lawan." ucap Rio
Awalnya Marcel meminta Rio untuk mengedit video panas seseorang dengan wajah Aksa sebagai laki - laki bersama Marisa, karna jika public melihatnya mereka akan memandang rendah keluarga Andri. Rekan bisnis yang bekerja sama dengan Andri pun akan dengan perlahan membatalkan kontraknya, dan saat itu tiba Andri akan menggulung tikar perusahaannya sendiri atas ulah cucu kesayangannya.
Tapi Rio tidak mengganti nya, dia tetap menggunakan wajah Marisa tapi dengan wajah lelaki yang di samarkan. Tentu itu semua atas perintah dari Leon ketika Rio melaporkan rencana Marcel. Itu juga yang membuat Rio meminta agar Aska untuk berada di dekat Marisa saat acara berlangsung, dia mengetahui apa yang Marisa dan Aska bicarakan di Kafe Harmoni. Dimana Marisa mengaku jika dirinya sudah mengikhlaskan Aksa.
"Anda dapat membalaskan dendam langsung pada tuan Andri esok hari tuan Marcel. Karna untuk hari ini, tuan Leon mengizinkan anda untuk say good bye sebentar dengan dunia ini sebelum anda menghabiskan masa tua anda di dunia gelap dalam penjara."
Author : O**pah Andri gak mau makasih sama author, author loh yang bikin si Marcel ketangkep
Andri : Makasih
Author : Sun nya mana
Andri : Di indomaret banyak noh, mau yang beras merah apa yang kacang ijo
__ADS_1
Author : Itu mah sun bubur bayi, astaga**