Aksa & Clara : Story Of Love

Aksa & Clara : Story Of Love
Terkejut


__ADS_3

Setelah pembicaraan yang terjadi malam itu, Rio dan Alisha sudah seminggu ini melancarkan misinya. Beberapa tim Rio berjaga di kediaman Putri untuk memantau pergerakan orang - orang yang menguntitnya.


Sementara di dalam gedung Noto Bersaudara tepatnya di dalam ruangan Rian Notonegoro, sudah terpasang rapih beberapa alat sadap. Jika kalian bertanya, bagaimana alat itu terpasang ? Tentunya atas kerjasama teman Alisha dan juga Rio yang bertugas mematikan CCTV di saat teman Alisha memasang nya.


"Putri, sampai kapan kamu bersembunyi dari ku. Sudah tersisa 2 tahun lagi, dan pada waktunya nanti aku harus menyerahkan apa yang seharusnya menjadi milik kalian."


"Maafkan aku mas, maaf karna aku tidak bisa menjaga anak dan istrimu."


Rio yang saat itu sedang duduk bersantai di taman rumah Alex, dengan earphone yang terpasang di telinga nya. Keningnya berkerut mendengar ucapan Rian.


"Lis, seperti nya ada yang aneh." Ucap Rio pada Alisha yang baru saja datang dengan es kopi kesukaan Rio


Rio pun menjelaskan apa yang di dengarnya. Otaknya mulai berpikir keras untuk memecahkan masalah yang di hadapinya.


"Apa lo gak dapet petunjuk lain Ri ?" Tanya Alisha


Rio mencoba masuk kembali ke situs perusahaan Noto Bersaudara. Di sana dia kembali memeperhatikan foto yang berisikan wasiat Fahri untuk istri dan anaknya.


"Sepertinya ada sesuatu di balik surat ini" Ucap Rio saat memperbesar foto tersebut


"Aku juga seperti melihat ada tulisan tangan lagi di belakangnya." Kali ini Alisha yang berucap


Di saat mereka sedang mencari petunjuk lain, Alex yang saat itu berada di kantornya di kejutkan dengan kedatangan Rian Notonegoro.


"Senang sekali dapat bertemu dengan penerus Noto Bersaudara." Ucap Alex berbasa basi


"Maaf tuan Alex, kedatangan saya mengejutkan anda. Tapi saya rasa, hanya tempat andalah yang aman untuk kita membicarakan perihal Putri dan Raisa."


Alex terkejut, dia menatap dalam mata Rian di hadapannya. Mencoba menetralisir kegugupan yang tiba - tiba saja melandanya.


"Angga, tolong panggilkan Aska di ruangannya." Titah Alex pada Angga yang berdiri di sampingnya


Angga pun keluar menuju meja sekertaris untuk menghubungi Aska melalui telfon dan meminta nya menuju ruangan Alex.


"Aska, apakah dia anak laki - laki anda tuan Alex" Tanya Rian


"Betul sekali Rian, dia anak kembar saya yang kedua."

__ADS_1


Rian hanya mengangguk dan tak lagi bertanya, sampai suara ketukan bersamaan dengan pintu yang terbuka mengalihkan pandangannya.


"Baik, bisa saya mulai" Tanya Rian yang di balas anggukan oleh Alex dan Aska


"Saya tau jika anda sedang menyadap kantor saya, dan meminta beberapa orang mengawasi kediaman Putri dan Raisa."


"Saya juga tau, anda yang membantu Putri dan Raisa berpindah tempat dan mengganti identitas mereka. Yang terakhir, saya juga tau jika Raisa di pekerjakan di sini."


Rian mengatakan semua yang dia tahu dari orang suruhannya dan dari hacker yang mengawasi situs perusahaan milik kakaknya.


"Lalu apa mau anda ?"


"Tolong pertemukan saya dengan Putri" Pinta Rian


"Saya mohon, waktu saya tidak banyak. Saya tidak mau gagal menjadi anak dan adik yang baik untuk ayah dan kakak saya."


Alex diam sejenak untuk menimang permintaan orang di hadapannya. Dia menatap Aska yang langsung menganggukkan kepalanya.


"Baik, tapi saya dan istri saya akan ikut. Bagaimana ?"


"Terimakasih tuan Alex, tapi jika boleh, saya ingin bertemu dengannya di sini. Seperti yang saya katakan, tempat anda adalah tempat teraman untuk saya dan Putri." Jelas Rian lagi


"Dad, apa selama ini kita salah mengira tentang tuan Rian ?" Ucap Aska


"Besok akan terjawab semuanya bang"


Alex dan Aska kembali berkutat dengan pekerjaan mereka. Begitu juga dengan Rio dan Alisha yang masih terus melakukan tugasnya.


Sampai hari mulai sore, Alex dan Aska sudah bersiap untuk pulang. Sama hal nya dengan Rio yang sudah keluar dari kediaman Alex setelah berpamitan dengan Clarisa dan Alisha.


•••••••••••••


Keesokan hari, lebih tepatnya saat jam makan siang, Alex, Clarisa, dan Putri sudah duduk di meja meeting dalam gedung milik ANTARA GROUP.


"Lex, apa kamu yakin dia tidak akan menyakiti saya."


"Kamu tenang saja Putri, kami ada di sini untuk melindungi dan membantu kamu." Ucap Alex

__ADS_1


Tanpa Putri sadari, Rio yang semalam sudah di beritahukan mengenai pertemuan hari ini, mendapat tugas untuk memantau situasi melalui rekaman cctv di kantor Alex dan juga sinyal handphone Alex yang sudah di sadapnya.


Begitu juga dengan Aska dan Angga yang sudah berjaga di luar pintu untuk mengantisipasi kejadian yang tidak di inginkan.


"Siang tuan Rian, tuan Alex dan nyonya sudah menunggu di dalam." Sapa Angga menyambut kedatangan Rian


Rian masuk bersama seorang anak laki - laki yang membawa berkas dan laptop di tangannya.


"Siang tuan Alex, nyonya Alex... Ternyata cantik dan muda sekali nyonya Alex ya."


"Ekhem"


Alex berdehem untuk menghentikan buaian yang terlontar dari mulut Rian. Sekaligus menetralkan keterkejutan Putri saat melihat Rian.


"Putri, lama sekali kita tidak bertemu."


"Silahkan duduk" Titah Alex


Rian dan orang nya duduk berseberangan dengan Clarisa dan Putri, sedangkan Alex berada di tengah di antara mereka.


"Perkenalkan, dia ini Ferdi, pengacara, tangan kanan, sekaligus ahli IT yang saya pekerjakan di perusahaan saya." Jelas Rian mengenalkan orang nya


"Jadi dia hacker perusahaan Noto" ucap Rio di ujung sana tanpa terdengar oleh siapapun


Ferdi menganggukan kepala nya sebagai salam hormat pengenalan dirinya. Alex, Clarisa dan Putri juga memberikan balasan yang sama dengan menganggukan kepala.


"Silahkan Ferdi" Pinta Rian


Ferdi membuka berkas yang di bawa nya, dan memberikan selembar kertas pada Alex. Kertas yang berisi surat wasiat mendiang kakaknya itu sengaja dia minta dari pengacara kakaknya, setelah kepergian Putri dan setelah kebenaran terungkap.


"Bukankah surat itu seharusnya ada di pengacara mas Fahri. Kenapa bisa ada di kamu ?" Tanya Putri


"Dua tahun setelah kepergian kamu, aku baru mengetahui rencana jahat Dania. Dia menikahiku untuk membalaskan dendam pada mas Fahri dan kamu Putri. Karna rasa cintaku yang teramat dalam untuknya, aku sampai tidak menyadari jika selama ini dia telah mengendalikanku dan mensugestikan pikiranku untuk berbuat jahat pada kalian."


"Dia yang mengatur kematian papah, dia juga yang mengatur kecelakaan yang terjadi dengan mas Fahri."


Putri terkejut dengan penjelasan Rian, tangannya di letakkan di dadanya karna shock atas berita yang di dengarnya. Clarisa yang berada di sampingnya terulur mengusap dengan lembut bahu nya untuk menenangkan.

__ADS_1


HAPPY NEW YEARS 🎉🎉🎉🎉


Semoga kalian tidak bosan dengan update karya ku yang sering delay. Bahagia dan sehat selalu ya 😘😘


__ADS_2