Aksa & Clara : Story Of Love

Aksa & Clara : Story Of Love
Kondisi Alisha


__ADS_3

Andri yang saat itu sedang meeting, tiba - tiba saja di kejutkan dengan kedatangan Widya yang mendobrak pintu dengan nafas tersengal - sengal.


BRAK


"Widya, Ada apa ?"


Widya segera menjumpai atasannya dan membisikkan kabar Alisha yang dia dengar dari Leon saat tadi menghubunginya.


"Apa"


"Lo urus ini semua. Abang, kita ke rumah sakit sekarang" ajak Andri setelah memberikan perintah pada sekertarisnya


Beruntungnya karna rapat kali ini hanya membahas mengenai laba perusahaan yang mengalami peningkatan di dua bulan terakhir, dan itu bisa di bahas di lain kesempatan lagi. Karna Alisha adalah yang utama saat ini.


"Opah kenapa sih, siapa yang sakit" tanya Aksa ketika mereka berdua berada di dalam lift.


Andri menoleh ke arah Aksa, menarik nafasnya dan menghembuskan nya untuk menenangkan hati dan pikirannya yang sedang gelisah.


"Alisha tertembak"


Benar saja, tidak hanya Andri tetapi Aksa pun membulatkan matanya karna terkejut. Ternyata sejak tadi, rasa sesak di dada nya itu karna akan terjadi sesuatu hal buruk pada kembarannya.


Di kantor Antara Group, Aska yang belum mengetahui kondisi adik kembarannya mulai merasa gusar. Sama seperti Aksa, dia pun merasakan dadanya sakit seperti ada yang menancapkan pisau. Entah mengapa tiba - tiba saja dia teringat akan topeng yang berada di kamar Alisha. Topeng yang selalu Alisha pakai jika akan menjalankan misi tersembunyi.


"Gua kayanya pernah liat topeng itu waktu di Belanda. Tapi apa gua gak salah liat ya, masa iya orang yang gua liat pake topeng di Belanda itu Alisha. Dia bukannya cuman berjaga di sekitaran sini aja, lagian siapa juga yang mau nyelakain gua di luar negri."


BRAK


Pintu ruangan General manager milik Aska itu terbuka dengan lebar dan keras hingga membuat Aska sendiri terkejut dan sontak berdiri dari kursi kerjanya.


"Daddy"


"Bang, kamu ke rumah jemput mommy sekarang ya. Abis itu kalian ke rumah sakit Bahagia nyusul daddy." titah Alex


"Emang siapa yang sakit."

__ADS_1


Aska bertanya dengan santai dengan tangan merapikan beberapa dokumen yang sudah selesai dia periksa.


"Alisha tertembak"


Ekspresi wajah Aska sama seperti abang kembarannya, Aksa. Dia membulatkan matanya dan segera berlari ke arah parkiran untuk segera menjemput sang mommy.


Di rumah sakit, Vivian sedang duduk di depan ruang operasi. Sejak datang ke rumah sakit yang sudah Vivian kabari sebelumnya, Alisha segera mendapatkan penanganan dari tim dokter terbaik.


"Kak, kamu sudah mengabari suami kamu dan Clara" tanya Leon yang baru datang dan duduk di sebelah Vivian


"Ah iya pah, aku kabari mereka dulu."


"Tapi ..."


"Tenang saja, biar papah yang hadapi Andri dan Alex ya" ucap Leon menenangkan kegelisahan Vivian


Leon sudah bisa menebak apa yang akan terjadi dengan dirinya jika Andri datang nanti, begitu juga jika Alex datang. Tapi kemungkinan besar kemarahan di antara dua lelaki kesayangan Alisha itu hanya akan di dominasi oleh Andri, bos nya sendiri.


"Pah, mas Reno marah banget tau aku ikut papah tadi" ucap Vivian setelah menghubungi suami dan anaknya


Vivian hanya menggelengkan kepala, sedangkan Leon sudah menepuk jidat nya bersiap menerima amukan tiga laki - laki. Benar saja, tidak lama tiba - tiba ada yang menyerang Leon dengan pukulan bertubi - tubi.


"BRENGSEK"


Bug ...Bug ... Bug ...


"Otak lo dimana sih Le, anak buah lo juga kemana ? Kenapa Alisha bisa celaka hah !!" bentak Andri


"Aaaaarrrggghhh"


"Om ... maaf ... maafin ... kita" ucap Vivian setelah menggenggam tangan Andri yang bersiap memberikan pukulan lagi di wajah Leon


Aksa yang sedari tadi diam melihat kemarahan opahnya, menarik tangan Andri untuk duduk di kursi tunggu dan menenangkannya.


Tidak lama, Alex datang di susul Aska bersama dengan Clarisa yang saat itu dia tuntun karna sang mommy sudah beberapa kali pingsan mendengar kabar Alisha.

__ADS_1


"Sayang" panggil Alex


"Mas ... Alisha mas, anak aku kenapa ... siapa yang tega ngelakuin ini ke dia mas"


Alex memeluk Clarisa yang sudah mulai histeris, namun tatapan matanya tetap tertuju pada Leon. Sementara Aksa dan Aska berjalan maju dan berdiri di depan Leon dengan tangan yang di lipatkan di depan dada.


"Om, tolong jelaskan." ucap Aska dingin


Leon menjelaskan semua yang dia dengar setelah menerima laporan pemasangan alat sadap di ruang kerja Marcel dan kantornya. Leon juga menjelaskan bagaimana kejadian Alisha bisa tertembak saat mereka melumpuhkan lawan.


"Marcel ?" ucap Andri dan Alex bersamaan


"Kemarin Bella sendiri yang bilang sama gua kalo Marcel pemilik Panter Group, perusahaan yang gulung tikar karna sudah beberapa kali kalah tender dengan perusahaan lo Ndri. Dia suaminya Bella, dan Marisa itu anaknya. Dia dendam Ndri, dan dia jadiin Bella dan Marisa tameng balas dendam buat hancurin keluarga lo dan perusahaan lo."


Alex dan Andri saling panding, sedetik kemudian Alex menghubungi Angga untuk menanyakan rekan bisnisnya yang baru - baru ini bekerja sama dengan perusahaannya mengingat nama perusahaan Marcel sama dengan nama perusahaan rekan bisnisnya.


CEKLEK


"Keluarga nona Alisha" panggil dokter


"Kami keluarga nya dok" ucap Andri yang sudah tenang


"Kami selaku tim dokter yang menangani nona Alisha sudah berusaha semaksimal mungkin. Tuan Leon membawa nona Alisha dengan tepat waktu, karna jika tidak bisa saja nona Alisha tidak bisa di selamatkan."


"Apa maksud dokter bicara seperti itu" tanya Aska dingin


"Peluru yang mengenai tubuh nona Alisha tepat berada di dada sebelah kirinya nya, yang artinya peluru itu mengenai tempat jantung berada. Beruntungnya, jarak peluru dan jantung tidak terlalu dekat sehingga kami dapat mengeluarkan peluru tersebut."


"Lalu bagaimana keadaan adik saya dok" kali ini Aksa yang bertanya


"Kita tinggal menunggu nona Alisha sadar, semoga tidak berlangsung lama karna tadi nona Alisha sempat kehilangan darah banyak."


Clarisa semakin tidak kuat mendengar penjelasan dokter yang menangani anaknya. Tubuhnya semakin lemas dan meluncur begitu saja, beruntung Alex sigap merangkul tubuh sang istri agar tidak terjatuh. Tiba - tiba saja ada seseorang yang datang untuk melapor ke Leon dengan pakaian serba hitam.


"Permisi tuan Leon, bisa saya bicara sebentar"

__ADS_1


Leon dan orang tersebut berjalan menjauh dari keluarga Andri dan Alex. Bersamaan dengan menjauhnya Leon, Clara dan Reno datang dengan tergesa - gesa karna mereka berlari dari arah parkiran menuju tempat keluarga nya berada.


__ADS_2