
Di bab ini tidak banyak percakapan, karna memang hanya mengenang kisah masa lalu Fahri dan Rian, serta dendam Dania yang berimbas pada kematian Bapak dan Ibu Notonegoro.
So, happy reading
•
•
•
•
•
Setelah pertemuan di kantor Alex hari itu, Putri semakin gelisah. Pasalnya, Rian menjelaskan jika keberadaannya saat ini sedang dalam pengawasan Dania. Lalu apa sebenarnya masalah Dania dan Fahri di masa lalu ?
FLASHBACK ON
Jauh sebelum Fahri mengenal Putri, Dania adalah cinta pertama sekaligus wanita yang selama ini di idam - idamkan oleh Fahri. Saat itu, Dania adalah wanita yang lemah lembut dan kepeduliaannya terhadap orang di sekitar itu sangat tinggi.
Singkat nya, mereka memadu kasih sampai akhirnya Putri datang di saat Dania sedang sibuk mengejar karir nya. Dania pergi meninggalkan Fahri karna ada ajang model internasional di New York. Status mereka saat itu sedang bertunangan, dan kepergian Dania membuat dampak psikis pada Fahri.
"Terimakasih sudah datang di hidup saya, membantu saya untuk bangkit, dan selalu sabar menghadapi sikap tempramen saya."
Beberapa bulan kepergian Dania, Putri diminta oleh Nyonya Notonegoro untuk membantu menyembuhkan Fahri. Sementara Putri sendiri adalah anak dari sahabat ibu Fahri yang juga seorang psikolog.
"Kamu mau menikah dengan saya ?" pertanyaan yang keluar dari mulut Fahri saat sedang makan malam dengan Putri
Putri yang ternyata diam - diam mencintai Fahri, menganggukkan kepala tanda menerima nya. Putri sangat bahagia saat itu, karna perasaannya pun terbalas. Akhirnya mereka menikah, dengan kabar pernikahan yang sampai ke telinga Dania.
__ADS_1
Satu tahun pernikahan mereka, lahirlah anak pertama yang di beri nama Raisa Notonegoro. Raisa tumbuh dengan di kelilingi kasih sayang berlimpah. Baik itu dari keluarga Putri ataupun keluarga Notonegoro, termasuk Rian.
Sampai akhirnya saat Putri berusia 3 tahun, tuan Notonegoro dinyatakan meninggal karna serangan jantung di kantornya. Entah apa yang membuat ayah Fahri terkena serangan jantung dan akhirnya meninggal, karna Fahri sampai meminta detektif untuk mencari penyebab serangan jantung sang ayah namun tidak juga mendapatkan titik terang.
"Mungkin benar jika papah sakit karna kelelahan, kita ikhlas kan saja Fahri." itulah ucapan sang ibu
Fahri kembali menjalani kehidupan nya bersama keluarga kecil nya dan juga sang ibu yang saat itu kembali tinggal dengannya. Sedangkan Rian, dia memilih untuk tinggal di apartement.
Di saat Raisa berumur 4 tahun, Rian datang bersama seorang wanita. Wanita yang pernah menjadi cinta pertama Fahri dan wanita itu juga yang sudah menorehkan luka dalam hatinya.
"Malam tante, bagaimana kabarnya ?" sapa Dania saat pertama kali berjumpa kembali dengan keluarga Notonegoro
Fahri yang saat itu sudah melupakan Dania, hanya bersikap santai. Begitu juga dengan istrinya yang memang percaya akan perasaan suaminya.
"Kamu tidak salah memilih wanita Rian ?" tanya ibu Fahri setelah mendengar penuturan Rian yang akan menikahi Dania
"Aku sangat mencintainya bu, jadi aku mohon ibu dan mas Fahri merestui kami." ucap Rian
Fahri sedari tadi diam dengan tangan yang terus saja menyuapkan makanan, tiba - tiba saja berhenti dan mulai bersuara.
"Kamu tentu saja boleh menikah dengan wanita manapun, termasuk calon kamu ini. Yah, semoga kamu bahagia dengan keputusanmu."
"Tentu mas Fahri, kita pasti akan bahagia karna kita saling mencintai." ucap Dania yang sudah menempel erat pada Rian
Pertemuan malam itu, membuat Fahri gelisah. Bukan karna kembalinya mantan tunangan yang pernah di cintainya. Melainkan dia memikirkan nasib Rian jika menikah dengan Dania, yang di ketahui memiliki ambisi yang sangat tinggi.
Selang beberapa lama, pernikahan Rian dan Dania pun berlangsung. Pesta yang diadakan sama meriah nya dengan pernikahan Fahri dan Putri. Kebahagiaan menyelimuti wajah Rian, tapi tidak dengan Dania yang sedari awal memasang wajah kesalnya ke arah Putri.
"Mungkin raga nya ada di samping lo, tapi hatinya akan selalu di gua" ucap Dania dalam hati
__ADS_1
Perjalanan hidup Rian dan Dania di mulai, di setiap harinya Rian di buat bingung dengan sikap Dania. Entah dia memang wanita yang manja atau ada maksud tersendiri dari setiap sikapnya.
"Mas, apa kamu yakin posisi kamu di perusahaan aman. Kamu itu bukan keturunan Notonegoro, apa kamu tidak takut mas Fahri suatu saat akan mendepak kamu keluar dari perusahaan dan dari kartu keluarga."
"Kalau memang mas Fahri adil, seharusnya kamu di jadikan wakil direktur dong. Bukan hanya manager keuangan saja"
"Coba kamu liat, pesta ulang tahun Raisa meriah sekali ya. Padahal dia baru berumur 5 tahun kan"
Berbagai bisikan Dania lakukan di setiap kali dia merasa iri akan kebahagian Fahri dan Putri. Sampai akhirnya, setelah ulang tahun Raisa yang ke lima, Fahri mengalami kecelakaan mobil dan membuatnya meninggal.
Usai kepergian Fahri, Ibu Notonegoro mengalami struk dan di rawat oleh Putri beserta Rian dan Dania yang sudah kembali tinggal di rumah besar.
Putri yang tidak bisa menjalankan perusahaan, akhirnya menyerahkan sepenuhnya kendali pada Rian. Dia hanya berfokus untuk mengurus Raisa dan ibu mertua nya.
"Bu, aku pergi dulu ya. Maaf jika aku harus meninggalkan ibu. Semoga keberadaan ibu di sini dapat membuka mata hati Dania dan Rian. Doakan aku dapat menjaga Raisa, cucu ibu satu - satu nya"
Salam perpisahan, Putri ucapkan di samping ibu mertua nya yang sedang tertidur. Tak lupa, kecupan Putri dan Raisa berikan sebelum akhirnya mereka berdua pergi. Pergi meninggalkan semua peninggalan suaminya, pergi meninggalkan keluarga yang sudah memberikan nya kebahagiaan. Karna malam itu, dia hanya merasakan kecewa dan takut pada adik dan adik ipar nya setelah tidak sengaja mendengar rencana mereka.
"Brengsek, kemana mereka" kesal Rian di pagi hari saat mengetahui Putri dan Raisa tidak ada di rumah
"Bagus dong mereka pergi, jadi dengan mudahnya kamu menguasai semua milik Notonegoro."
Hari terus berlalu, hingga satu tahun kepergian Putri, Ibu Notonegoro di masukkan ke panti jompo oleh Dania. Dia beralasan jika sudah tidak sanggup dengan sikap ibu mertuanya yang selalu marah - marah. Dia juga mengatakan jika ibu mertuanya hanya ingin di urus oleh menantu nya yang juga sudah terlebih pergi karna lelah dengan sikapnya.
Sepeninggal ibu Notonegoro, satu persatu kebusukan Dania terungkap oleh Rian. Apalagi semenjak Rian mempekerjakan hacker di perusahaannya. Dari sana lah dia tau jika Dania yang membuat ayah dan kakaknya meninggal. Dania juga yang memasukkan ibu ke panti jompo.
Untuk apa sebenarnya tujuan Dania, tentu karna dia iri dengan kebahagiaan Fahri dan Putri. Putri yang dari keluarga biasa saja, dengan mudahnya mendapatkan posisi terbaik di keluarga Notonegoro yang seharusnya posisi itu berada di dirinya, tentu jika dia tidak lebih memilih ajang model yang di inginkannya.
FLASHBACK OFF
__ADS_1