
Shoping adalah kegiatan yang paling menyenangkan bagi kaum wanita, apalagi jika itu menyangkut seserahan pernikahan. Karna kebanyakan belanjaan nya adalah barang kebutuhan Clara sehari - hari dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Lingerie jangan lupa" ucap Aksa mengingatkan
"Kenapa kalo bagian itu kamu inget banget sih bang"
"Harus inget itu, belinya jangan yang ribet nanti malah kesobek kan sayang." ucap nya lagi yang membuat pipi Clara semakin memerah
"Gak usah pake apa - apa aja sekalian"
"Jangan lah, nanti kalo aku langsung sruduk kamu nya gelagapan lagi. Pablo udah aku terapi di rumah biar makin gagah perkasa." jelas Aksa dengan pedenya
Clara hanya memutar bola matanya, dan kembali fokus pada buku yang berisi daftar keperluan pernikahan mereka.
"Apalagi yang kurang ya bang" tanya Clara
"Kamu mau honeymoon gak, aku di kasih cuti opah nih 3 hari. Soalnya mau ada pengalihan perusahaan, jadi sedikit ribet pasti."
"Hmmm, 3 hari enaknya kemana ya ... Bali aja gimana ?" tanya Clara lagi setelah sempat berfikir tempat yang pas
"Boleh, aku yang urus deh nanti. Kamu tinggal persiapkan diri buat terima serangan Pablo aja. Jangan lupa perawatan, biar Maria Marcedez gak kaget dapet serangan si Pablo."
Lama perjalanan, mereka telah sampai di mall yang akan mereka kunjungi untuk berbelanja. Dengan sabar, Aksa memutari mall untuk mencari berbagai keperluan Clara. Sampai waktu yang sudah menunjukkan siang hari, dan perut nya pun sudah mulai menagih untuk di isi.
"Udah kan, makan yuk ... aku laper banget" ajak Aksa
"Tinggal lingerie nih, tuh sebelah sana tokonya."
Clara menggandeng Aksa untuk menuju toko pakaian dalam wanita yang juga menjual berbagai macam lingerie.
"Kok berhenti ?"
"Abang gak usah ikut, malu tau masa cowok ke toko pakaian dalam." jelas Aksa
"Yaudah, tapi jangan ngomel kalo aku di lirik sama cowok tampan ya"
"Mana ada di toko pakaian dalam pelanggannya cowok" tebak Aksa
"Tuh liat"
Clara menunjuk arah toko tersebut dan berjalan masuk tanpa melihat Aksa. Sedangkan Aksa yang melihat tunjuk pandang Clara, segera mengejar calon istrinya.
"Siang kak, ada yang bisa kami bantu" tanya salah satu karyawan toko
"Siang, saya sedang mencari lingerie ada mba"
__ADS_1
"Ada, mari ikut saya"
Karyawan tersebut berjalan dengan di ikuti Clara dan Aksa yang sudah menjajarkan langkahnya dengan Clara. Matanya membulat, jakunnya naik turun saat melihat lingerie yang terpasang di manequin toko.
"Ini mba, kami punya beberapa koleksi yang terbilang lengkap. Kakak mau model yang seperti apa ?"
"Tuh kamu mau yang mana ? Yang itu namanya g-strings."
"Apa mau yang ini" kali ini Clara menunjuk lingerie bermodel crotchless lingerie
"Gak pake lama kalo pake ini gak ribet buat buka - buka, tinggal masuk tuh kan ada lubangnya."
Aksa yang sudah sangat gelisah dengan apa yang Clara tunjukkan akhirnya mengambil semua model lingerie dan memasukkannya ke keranjang belanjaan.
Setelah membayarnya, Aksa menarik Clara untuk segera masuk ke dalam mobil tanpa mengingat jika tadi dia mengajaknya untuk makan siang terlebih dahulu.
"Katanya mau makan, kok malah ke mobil"
"Kamu tuh nakal banget, tau dari mana model - model lingerie begitu. Aku udah kepanasan liat bibir kamu yang gak ada filter nya." kesal Aksa
"Ya aku kan harus belajar memuaskan suami, biar abang yang dulu nya gak cinta sama aku jadi makin cinta nantinya."
"Nakal ya" ucap Aksa yang dengan segera menarik lengan Clara sampai bibir mereka bersentuhan
Clara yang akan menarik dirinya dari dada bidang sang kekasih, di cegah oleh Aksa dengan ******* lebih dalam bibir mungil Clara. Mereka saling menyesap, saling bertukar saliva dengan tangan Aksa yang kembali bermain di bagian tubuh calon istrinya.
"Apa sih"
Aksa melepas pagutannya setelah Clara terus saja mendorong dada bidang calon suaminya.
"Udah, nanti kebablasan ah, gak ada spesial - spesialnya malam pertama kita."
"Jangan suka godain aku makanya" ucap Aksa
"Gak akan, besok kita juga udah mulai di pingit"
"What !"
Aksa menarik nafasnya dalam dan menghembuskan nya kasar, menyisir rambutnya ke belakang sebelum akhirnya menyalakan mesin mobil dan melajukannya.
Sesampainya di rumah Alex, mereka di sambut dengan kedatangan kedua saudara Aksa beserta pasangannya.
"WOW triple date bisa kali nih kita" ucap Clara
"Hai bro" sapa Aksa pada Rio dan Aska
__ADS_1
"Lancar bang" tanya Rio
"Aman terkendali lah pokoknya, gua tinggal unboxing aja"
Sekilas Clara dan Alisha saling bertanya dengan isyarat alis yang di gerakkan dan mata yang tertuju ke Sheila.
"Apa ? lo mau tanya dia ini siapa ?" tebak Aska pada Clara
Clara yang tertangkap basah sedang kepo, jadi malu sendiri dan hanya membalas ucapan Aska dengan senyuman yang memperlihatkan deretan gigi nya.
"Hai, aku Sheila" ucap Sheila memperkenalkan diri dengan menyalurkan tangan ke arah Clara
"Gua Clara"
"Gua Aksa"
Setelah sesi berkenalan, Clara masuk ke dalam rumah untuk membuat minuman dan membawa makanan beserta cemilannya, mengingat calon suami nya mengeluh lapar saat di mall tadi.
"Makan dulu bang"
Clara memberikan sepiring spagetti yang tadi ART rumah calon mertua nya buat. Namun Aksa menolaknya dan meminta untuk di suapi.
"Ekheem ... bener - bener jadi nyamuk nih kita" goda Aska
"Sheil, ambilin sana ke dapur. Saudara gua emang gitu orang nya, suka irian"
Aska memberikan tatapan tajam pada Aksa yang sudah asal bicara. Berbeda dengan Sheila yang memasang wajah malu dan terlihat rona merah di kedua pipi nya.
"Cih, dasar para bucinable" kali ini Alisha yang mulai mengejek
"Sikat Rio, jangan kasih ampun" Aksa yang memang jahil, tidak ada habis nya menggoda kedua adik kembarnya yang belum juga ada kepastian dengan pasangannya
"Lagi ya, lo itu cewek ..."
"Siapa bilang aku cowok sih bang" kesal Alisha memutus ucapan Aksa
"Bener - bener anaknya Alex, asal jawab omongan gua aja llu ya."
"Lo juga" teriak Aska dan Alisha bersamaan
Berbeda dengan para kaula muda yang sedang asik bersama dengan pasangannya. Para tetuah di dalam pun sedang asik berdiskusi, terlebih hari itu mereka kedatangan tamu penting sekaligus teman lama Alex, Putri.
"Jadi gimana Le, apa ada perkembangan terbaru." tanya Alex
"Mereka sudah tahu tentang Sheila"
__ADS_1
Putri terkejut dengan kedua tangan yang saling meremas. "Aku gak mau terjadi sesuatu dengan Raisa Lex, dia tidak tahu apa - apa dengan masalah yang kita hadapi sekarang ataupun sebelumnya." ucap nya dengan penuh kegelisahan
"Nyonya tenang saja, wanita itu tahu jika Sheila dekat dengan Aska. Mereka tidak akan berani bertindak apapun pada Sheila jika ada Aska di dekat nya."