
Usai membicarakan acara pernikahan Aksa dan Clara, keluarga Leon berpamitan pulang tanpa Clara, karna Aksa sendiri berjanji akan mengantar nya. Disinilah sekarang mereka, berdua di dalam mobil yang entah kemana arah tujuannya karna hanya Aska yang mengetahui.
"Mau kemana dulu sih bang, nanti keburu malem sampai rumahnya. Males aku dengerin opah ceramah, keburu ngantuk yang ada."
"Nanti juga tau sendiri" Ucap Aksa tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan di depannya
30 menit perjalanan sampailah mereka di sebuah kafe ternama milik salah satu teman Aksa.
"Mau ngapain ke sini, tadi kan udah makan di rumah opah" Tanya Clara
"Bawel banget sih yank, masuk aja mending deh dari pada nanti aku cium mau kamu."
Mendengar jawaban Aksa membuat bibir Clara di majukan, dan dengan kesal Clara pun ikut turun mengikuti Aksa masuk ke dalam.
"Hai bro" Sapa Vino teman sekaligus pemilik kafe
"Gimana, udah di siapin"
"Lo ngabarinnya dadakan, untung aja masih ada tempat kosong." Jelas Vino
Vino pun mengajak Aksa dan Clara ke meja yang sudah di siapkan. Meja yang berada di tengah dan tak jauh dari panggung yang pemilik kafe siapkan untuk menghibur pengunjung nya.
"Khusus pelanggan spesial, jadi gua sendiri yang akan melayani kalian. Mau pesen apa ?" Tanya Vino dengan menyerahkan buku menu
"Kop ..."
PLAK
"Jangan macem - macem ya, besok abang ada meeting. Nanti malem abang gak bisa tidur." Cegah Clara dengan omelannya setelah memukul ringan lengan sang kekasih
"Pfffttt" Suara Vino yang sedang menahan tawanya
Aksa hanya diam dan menuruti Clara yang akhirnya memesan es lemon tea dan kentang goreng sebagai cemilannya.
"Yank bentar ya" Ucap Aksa
"Mau kemana ?"
"Ke temen aku sebentar" Ucap nya lagi
Clara pun mengizinkan Aksa untuk pergi tanpa melepaskan pandangannya, dan benar saja Aksa tidak menemui temannya seperti yang di ucapkan tadi.
"Selamat malam semua nya. Malam ini saya berdiri di sini untuk menyanyikan sebuah lagu spesial, tentunya untuk perempuan spesial yang duduk di sana." Ucap Aksa dengan menunjuk meja Clara
Melodi dari band payung teduh yang berjudul Akad, mulai di mainkan mengiringi lantunan bait yang di nyanyikan Aksa.
Betapa bahagianya hatiku
Saat kududuk berdua denganmu
Berjalan bersamamu
Menarilah denganku
Namun bila hari ini
Adalah yang terakhir
Namun ku tetap bahagia
Selalu kusyukuri
__ADS_1
Begitulah adanya
Namun bila kau ingin sendiri
Cepat, cepatlah sampaikan kepadaku
Agar ku tak berharap
Dan buat kau bersedih
Bila nanti saatnya telah tiba
Kuingin kau menjadi istriku
Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan
Namun bila saat berpisah telah tiba
Izinkan ku menjaga dirimu
Berdua menikmati pelukan di ujung waktu
Sudilah kau temani diriku
Namun bila kau ingin sendiri
Cepat, cepatlah sampaikan kepadaku
Agar ku tak berharap
Dan buat kau bersedih
Bila nanti saatnya telah tiba
Kuingin kau menjadi istriku
Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan
Namun bila saat berpisah telah tiba
Izinkan ku menjaga dirimu
Berdua menikmati pelukan di ujung waktu
Sudilah kau temani diriku
Sudilah kau menjadi temanku
Sudilah kau menjadi istriku
Clara yang duduk sendiri hanya menatap sang kekasih dengan hati yang damai. Bersyukur karna usahanya untuk memikat laki - laki yang selama ini di jodohkan sekaligus dia cintai berbuah manis.
"Clara, i love you" Ucap Aksa mengakhiri persembahannya
Tepuk tangan yang meriah dari para pengunjung mengiri Aksa yang berjalan kembali ke meja dimana Clara berada.
"I love you banyak - banyak"
"Seneng banget aku di nyanyiin gini, tapi tumben banget romantis." Ucap menyelidik Clara
"Biar mau di nikahin minggu depan."
__ADS_1
PLAK
Tepukan ringan kembali Clara daratkan di lengan Aksa bersamaan dengan sorot mata yang tajam. Namun setelahnya mereka tertawa bersama, menghabiskan malam untuk saling bercerita tentang diri mereka masing - masing, agar saling mengenal lebih dalam sebelum ikatan pernikahan mengikat mereka berdua.
------------
Sementara di kediaman Andri, ada 5 orang yang masih terjaga. Hanya Clarisa yang sudah Alex minta untuk istirahat di kamar miliknya yang ada di rumah Andri.
"Pusing gua liat jari nya si Rio, padahal ada 10 doang tapi kenapa gua liatnya banyak banget ya." Ucap Andri
Malam itu, Rio sedang meretas data perusahaan milik keluarga Notonegoro yang saat ini di bawah naungan Rian Notonegoro. Jari - jarinya kembali bermain indah di keyboard laptop yang sedang di tatapnya.
"Skak matt" Teriak Rio saat berhasil masuk ke situs perusahaan
"Ternyata mereka juga punya hacker yang di kerjakan untuk melindungi data perusahaan." Jelas Rio
"Lalu bagaimana Rio ?" Tanya Alex
"Om liat ini"
Rio memperlihatkan surat wasiat dalam bentuk foto yang di tulis tangan sendiri oleh Fahri Notonegoro, dan ada satu lagi surat pembagian harta untuk Fahri dan Rian dari sang papah, Notonegoro.
"Kalo gua gak salah tanggep sih kayanya dia iri deh karna pembagiannya gak rata. Lagian bukannya terima aja, di situ juga kan di sebutin kalo Rian bukan anak kandung mereka. Ya artinya Rian gak ada hak atas harta keluarga Notonegoro." Tebak Andri
Dalam data pembagian warisan keluarga Notonegoro, di sebutkan jika Fahri dan Rian bukanlah saudara kandung. Namun tuan Notonegoro sudah menganggap Rian sebagai anak sendiri. Oleh karna nya beliau juga memberikan Rian warisan untuk melangsungkan kehidupan setelah kepergiannya.
"Apa di sini ada yang punya kenalan di perusahaan mereka, atau mungkin perusahaan om Andri dan om Alex ada kerjasama dengan mereka." Tanya Rio
"Kayanya temen aku kerja di sana deh, tapi cuman staf biasa aja." Ucap Alisha
Tatapan mata Rio bertemu dengan mata Alisha seperti mengisyaratkan sebuah ide yang hanya mereka berdua yang tau.
"Kalau udah kaya gini kayanya gua paham nih." Tebak Andri lagi
"Sok tau" Ucap Alisha
"Lah emang opah tau, itu tuh tatapan minta di kawinin Lex. Udah sih ini bocah dua di kawinin aja, apa mau di barengin sama Aksa. Gua yang modalin dah Lex kalau lo udah gak mampu." Goda Andri
"Gua nikahin kalo bisa selesaiin nih masalah."
Ucapan Alex membuat Alisha membulatkan matanya, tapi tidak dengan Rio yang menyunggingkan sebuah senyuman di bibirnya.
"Deal" Ucap Rio dengan mengulurkan tangannya
Alex terkejut, sebenarnya dia hanya bercanda dengan ucapannya. Tapi ternyata laki - laki asing di depannya menanggapi dengan serius.
"Deal ... Asal kamu bisa melewati beberapa ujian dasar dari saya." Tegas Alex
"Dad, kenapa gak tanya incess dulu sih. Ini si Rio kan gak bisa di ajak bercanda. Begini aja langsung di tanggepin serius."
"Udah deh, kalo kamu juga suka dan cinta kenapa harus di tunda. Nanti kalo dia kecantol janda peyot yang udah punya cucu gimana, nangis bawang daun kamu." Kembali Andri melemparkan godaan
"Jadi gimana ?"
Aska yang sedari tadi diam, tiba - tiba saja bertanya. Dia sudah mulai sangat penasaran dengan wanita yang mulai memporak porandakan hati dan pikirannya.
Dia pernah merasakan seperti ini saat dengan Marisa, tapi dengan Sheila rasanya berbeda. Seperti ada rasa ingin memiliki yang sangat dalam dan rasa ingin melindungi dari segala kejahatan yang menghantui nya.
Author : Mau juga dong di lindungin abang Aska dari liukan dedek Smith
Aska : Smith milik siapa thor
__ADS_1
Author : Milik author dong
Aska : Dahlah gua mau jadi kura - kura aja biar bisa ngumpet