Aksa & Clara : Story Of Love

Aksa & Clara : Story Of Love
Kisah Cinta


__ADS_3

Aska tersadar dari lamunannya setelah kepergian Marisa. Dia sama sekali tidak merasa kehilangan ataupun sakit hati, mungkin benar jika dirinya hanya kasihan dengan keadaan Marisa.


"Wooooy" Teriak Aksa di telinga Aska dengan sedikit pukulan di bahu nya


"Kemana tuh perempuan jadi - jadian ?" Tanya Aksa


"Balik kali"


"Yaudah ayo ke bawah, Alisha sama Clara udah di bawah. Calon mertua gua juga udah dateng, nanti dia nyariin menantu ganteng nya lagi." Ucap Aksa dengan kepedeannya


Aska hanya mengangguk dan berjalan beriringan dengan Aksa. Sesampainya mereka di sambut dengan senyuman, dan lamunan dari Clara.


"Kenapa sih yank"


"Udah kaya V BTS lagi jalan sama Kai EXO" jawab Clara


Aksa mengusap wajah Clara yang sedari tadi menatap dirinya, seperti seseorang yang ingin menelanjangi nya.


"Ish ... Lagi menghayal juga"


"Gantengan juga aku dari siapa tadi, V W X Y Z itu lah" Kesal Aksa


"Semua juga tau kalo BTS itu emang keren - keren" Ucap Alisha menimpali


"Keren apaan sih, cowok kok doyan tarian begitu, cowok tuh maco nih kaya gua. Apalagi bentar lagi mau unboxing, makin gagah perkasa aja ini gua sama si Pablo."


BUK


Lemparan 3 bantal sofa, tepat mengenai wajah Aska, dan pelaku nya siapa lagi jika bukan daddy, opah dan calon opah mertua nya.


"Jangan macem - macem bang" Ucap Andri


"Berani lo, gua panggang si Pablo tuh kaya sosis di bakaran." Ucap Leon


"Gen gua begini banget sih nurun di bocah ini, perasaan gua gak seagresif dia." Kali ini Alex ikut menimpali


Ucapan Alex membuat sepasang mata melirik dengan sangat tajam. Siapa lagi jika bukan istri tercinta nya, Clarisa.


"Mas amnesia apa gimana, itu kalo papah gak dobrak kamar di villa, aku udah buka segel duluan sebelum nikah." Kesal Clarisa

__ADS_1


"Bukan mas itu, jelmaan si Jo itu mah"


BUK


Kali ini Andri yang mulai jengah dengan ucapan Alex sampai membuat bantal sofa kembali melayang ke arah nya.


"Abang kenapa ? Marisa juga kemana ?" Tanya Clarisa yang menyadari kediaman anak keduanya


Aska hanya menggerakkan kedua bahunya, lalu bangun dari duduk nya dan berlalu menuju tempat pembakaran untuk bergabung dengan orang - orang Leon.


"Patah hati mom"


"Sama siapa ?" Tanya Andri kepo


"Di tinggal Marisa, dia tadi di tolak sekaligus di tinggal Marisa balik ke kalimantan. Eh iya, opah beli saham di perusahaan Marcel emang ?"


"Iya, si Bella yang minta, katanya mereka mau pindah aja terus buka usaha deh di Kalimantan dari hasil jual saham. Opah sisain saham mereka 10 persen, jaga - jaga kalo usaha mereka kenapa - kenapa, mereka masih ada pegangan." Jelas Andri


Clarisa dan Aksa mengacungkan jempolnya sebagai penghargaan atas apa yang papah dan opah nya lakukan.


"Papah aku emang terthe best" Ucap Clarisa


"Kamu inget kan kata mamah kak, tamak akan selalu merugi. Kata - kata itu yang selalu terniang di kepala papah setiap kali akan bersaing dengan para pengusaha lain di luar sana. Karna kita tidak akan pernah tau isi hati mereka bagaimana."


"Papah baik - baik aja kak, papah bahagia memiliki kalian." Ucap Andri dengan senyuman


"Oh ya, bukannya Aska punya pacar waktu di Belanda dulu ya" Tanya Andri merubah topik pembicaraan


"Udah putus lama kali"


Semua orang di sana melirik ke arah Alisha, tapi Rio yang juga mengetahui nya ikut menimpalinya.


"Om Alex tau tuan Brian, saingan bisnis tuan yang di Belanda." Tanya Rio yang di balas anggukan oleh Alex


"Mantan pacar tuan Aska itu anak nya, dan sama hal nya dengan Marcel. Tuan Brian menggunakan anaknya untuk menjadi jalan licik bisnis nya." Jelas Rio


"Lagian tega banget gunain anak buat di jadiin tumbal bisnis. Mereka tuh kalau gak ngejual anaknya sama klien ya jadiin anaknya umpan buat saingan bisnis nya." ucap Alisha


PROK ... PROK ...

__ADS_1


"Udah restuin Lex, cocok mereka berdua ini. Sama - sama intel mah pasti sepemahaman." Ucap Leon


Semburat merah terlihat di pipi cubby Alisha, sekilas mata nya melirik Rio, sang pujaan hati.


"Saya sudah di tolak" Ucap Rio yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Alisha


"Ish, bukannya di tolak, tapi belum siap aja. Tunggu tuh dua perjaka mommy nikah dulu, lagian emang sanggup tuh taklukin macan jantan." Jelas Alisha dengan melirik Alex


"Tenang aja, udah ada pawang cantik yang selalu siap menaklukan macan jantan." ucap Clarisa dengan pedenya


Canda tawa seketika menggema di halaman belakang rumah Alex, menutup hari yang melelahkan agar dapat tergantikan dengan hari esok dengan semangat baru.


Malam semakin larut, satu persatu tamu dari anak buah Leon pun sudah berpamitan, para tetuah pun sudah kembali ke kamar masing - masing, keluarga Leon juga sudah kembali ke rumah dan menitipkan Clara pada Aksa. Hanya tersisa para kaula muda yang masih saja asik bercerita dan bermain game spin of bottle.


"Kenapa sih lo nolak Rio" tanya Aksa saat botol tersebut mengarah ke Alisha


"Di bilang tunggu abang dulu aja, lagian aku kan perempuan, kodrat nya ya menunggu."


"Untung berarti si Rio demen sama lo, kalo Rio gak suka sama lo bisa - bisa jadi perawan tua karna kelamaan nunggu." goda Clara


"Pasangan durhakim emang lo berdua, udah puter lagi"


Botol kembali di putar dan kali ini mengarah ke Aska. Aksa, Clara dan Alisha saling lirik untuk menentukan siapa yang akan bertanya.


"Udah gua jawab aja, gua udah tau pasti mau tanya Marisa." ucap Aska


"Ya sebenernya sih gua sempet ada rasa suka sama dia, tapi yaudah sekarang mah biasa lagi aja. Gua juga udah duga sih gimana respon daddy sama opah kalo tau gua deketin Marisa. Jadi yaudahlah, lupain aja nanti juga gua pasti dapetin yang lebih dari dia. Tadinya kalo lo gak terima juga si Clara mah bakalan gua embat, eh tau - tau udah di sosor duluan juga." jelas Aska


Lemparan kulit kacang tepat mengenai wajah Aska di sertai dengan tawa yang semakin menggema di malam hari yang mulai dingin.


"Tenang aja, aku cinta nya tetep sama abang, tapi sempet juga sih pengen berpaling ke bang Aska aja gitu yang lebih perhatian. Abang mah cuek banget, bebek aja kalah sama abang." ucap Clara yang segera mendapatkan tatapan tajam Aksa


"Udahan lah, gua mau mojok dulu ini. Bentar lagi pawang nya pasti nyuruh gua anterin dia balik" Aksa menyudahi permainan dan menggandeng tangan Clara menuju balkon rumahnya.


Sesampainya di balkon, Aksa memeluk Clara dari belakang, melingkarkan tangannya di perut Clara dan membenamkan wajahnya di celuruk leher Clara.


"Cuman bercanda bang, jangan di bawa sampai ke hati kenapa sih. Biasa nya juga santai aja, kenapa sekarang jadi posesif banget." ucap Clara yang menyadari kegelisahan tunangannya


"Jangan tinggalin abang ya Cla, udah cukup beberapa tahun ini jadi saksi kebodohan abang mengabaikan kamu. Abang mau menjalani kisah cinta sama kamu sampai nanti maut yang memisahkan kita."

__ADS_1


Dan malam itu di tutup dengan ciuman mesra Aksa dan Clara. Ciuman tanpa ada nya nafsu, hanya sebuah ungkapan rasa kasih dan sayang serta keseriusan Aksa menjadikan Clara pendamping nya


Yuk Rio mau gladi resik dulu gak sama author, author mah mau sama siapa aja udah yang penting di kelilingi cowok ganteng ...


__ADS_2