
Keesokan harinya, Rio beserta tim sudah membawa Marcel ke kantor polisi dengan berbagai bukti yang sudah Rio siapkan sebelumnya.
Netra matanya menangkap sosok yang dia rindukan beberapa bulan belakangan ini. Alisha, satu nama yang terus terukir dalam hati dan pikiran Rio. Tekadnya untuk menyatakan perasaan serta niat baiknya sudah bulat, dan dia siap mengutarakannya setelah permasalahan dengan Marcel selesai.
"Selamat pagi tuan" Sapa Rio pada Leon yang saat itu datang bersama Alisha dan Andri
"Pagi Rio, bagaimana ? Apa semua sudah siap ?"
"Sudah tuan, saya sudah menyiapkan segala bukti yang tuan butuhkan." Ucap Rio
"Ganteng" Bisik Andri di telinga Alisha
"Apa sih"
Ingin rasanya Alisha berteriak saat itu juga, opah nya tidak tahu saja jika jantung nya saat ini sedang berpacu cepat mendengar suara bass yang sudah lama di rindukannya.
"Hai Lisa"
"Lisa blackpink" Ucap Andri di telinga Alisha
"Diem deh"
"Ehem .. Hai Rio, bagaimana kabarmu?" Tanya Alisha
"Sangat baik"
Andri dan Leon berjalan masuk ke dalam kantor polisi, duduk di ruang tunggu sebelum akhirnya Andri dan Leon masuk untuk bertemu dengan Marcel.
"Oh Marcel yang ini, kirain gua Marcel yang mana"
"Terus menurut lo Marcel yang mana yang lo pikir" Tanya Leon
"Kirain gua tuh Marcel kang lontong sayur padang langganan gua, namanya Marsiam tapi dia biasa di panggil sama anak - anak muda Marcel. Secara gitu kan gua masih muda, ya gua mah ikut - ikutan aja."
Leon menepuk jidatnya, heran dengan bos nya yang semakin hari semakin banyak saja kelakuan absurd nya.
"Puas anda Andri"
"Lah emang gua ngapain lo Marcel, mending lo tanya tuh sama Leon. Dia sama anak buahnya loh yang bikin lo disini." Ucap Andri tanpa rasa bersalah
"Ck ... Memang dia itu bekerja untuk siapa, jika bukan untuk anda."
"Ya udah tau dia kerja buat gua, ngapain lo cari perkara sama gua. Sekarang lo disini ya karna ulah lo sendiri, gak usah salahin gua dong." Balas Andri tidak mau kalah
__ADS_1
"Hahaha ... Anda sudah membuat perusahaan saya hancur, anak saya juga ikut jadi korban."
"Korban apaan, banjir ? Eh Marsiam ..."
"Marcel Ndri" Ucap Leon membenarkan ucapan Andri
"Gua lagi emosi ini, jangan di salahin kalo salah."
"Perusahaan lo gak bangkrut - bangkrut amat kan, buktinya masih beroperasi sampai sekarang. Asal lo tau, anak perusahaan gua yang kerja sama lo itu ada tiga. Jadi kurang baik apa gua sama lo hah."
"Terus anak lo jadi korban gua ? Hahahah, ngaca woooy lo yang minta muka anak lo di video panas itu. Jadi apa hubungannya sama gua, bagian yang mana coba sebutin." Jelas Andri
"Kalo bukan karna anda, saya sudah mendapatkan tender milyaran rupiah pada saat itu. Hidup saya tidak akan seperti sekarang dan saat ini, anda seharusnya merasakan hidup seperti saya, jika saja asisten vajingan anda tidak ikut campur."
"Cih, manusia gak ada bersyukur nya lo. Di luar sana banyak orang yang gak bisa makan, bajunya kumel dan gak layak pake, luntang lantung di jalan cuman buat nyari tempat buat berteduh. Harusnya lo bersyukur karna masih di kasih harta yang bisa buat menuhin anak istri lo." Ucap Andri
Tiba - tiba saja suasana menjadi semakin panas ketika Marisa dan Bella datang.
PLAK
"Keterlaluan kamu mas, setega itu kamu mempermalukan anak kamu sendiri."
Bella berucap setelah menampar dengan keras pipi Marcel sampai meninggalkan bekas merah di pipinya.
"Kalo aku tau sifat kamu seperti ini dari dulu, aku tidak akan mau menikah dengan kamu. Kamu tidak lebih dari sekedar binatang, bahkan binatang saja tidak akan memakan anaknya sendiri."
Leon dan Andri keluar dari ruangan tempat mereka bertemu dengan Marcel. Mereka melanjutkan laporan dengan menyerahkan beberapa bukti yang sudah Rio siapkan.
Sementara di salah satu kafe depan kantor polisi, Rio yang sejak tadi duduk bersama dengan Alisha hanya diam dengan memandangi Alisha.
"Mau sampai kapan disini sih Rio, aku kepo pake banget ini sama keadaan di dalem."
"Udahlah biarin aja urusan di dalem di urus sama om Leon sama om Andri." Ucap Rio
"Terus ini kita di sini ngapain diem - dieman aja kaya gini."
"Diem darimana sih, ini aku dari tadi lagi memandangi makhluk tuhan yang paling cantik." Goda Rio
"Heleh, beraninya godain kalo gak ada opah. Coba kalo ada, ciut udah nyalinya. Cemen ... "
Begitulah Rio, dia hanya akan berani menggoda Alisha jika hanya berdua. Sebenarnya dia masih merasa sangat tidak pantas jika harus mengungkapkan perasaannya pada Alisha yang notaben nya adalah cucu dari bos besarnya.
Namun atas saran Leon yang mengatakan Andri dan Alex tidak pernah memandang seseorang dari hartanya, cukup membuat nyali nya semakin berkobar.
__ADS_1
"Kalo aku berani kamu mau apa ?"
"Hmmm ... Mau apa aja deh" Jawab asal Alisha
"Awas ya kalo bohong"
Alisha merinding melihat tatapan mata Rio, dia tahu jika laki - laki di depannya tidak pernah main - main. Terlebih mereka mempunyai perasaan yang sama.
--------------
Di kantor N.G tepatnya di ruangan Aksa, Clara sedang merasakan keresahan di hatinya. Entah resah atas permasalahan yang hampir selesai, atau resah karna video Marisa.
"Duduk yank, pusing aku liatin kamu monda mandir kaya setrika laundry"
BUK
Bantal sofa yang ada di dekat Clara terlempar jauh mengenai Aksa yang duduk di kursi kebesarannya.
"Setrika laundry gede ya, aku mah seksi kaya gini. Di samain tuh sama gitar spanyol kek yang cakepan dikit." Kesal Clara
"Mana coba liat yang seksi, kasih tau aku dulu sini. Kalo cuman ngomong doang mah apaan dah, harus ada buktinya."
Aksa berucap dengan berjalan ke arah Clara hingga tubuh sang kekasih terduduk kembali di sofa. Namun, Aksa yang berada di atas Clara enggan untuk bangun hanya untuk berpindah tempat.
"Minggir, berat ini tau."
"Gimana malam pertama dan malam - malam setelah nikah nanti coba, baru di ginian aja udah keberatan." Goda Aksa dengan menaik turunkan Alis
Semburat merah terlihat jelas di kedua pipi Clara, Aksa memang selalu bisa membuat Clara merona hanya dengan kata - kata mesumnya.
"Abang sayang, minggir ya. Gak enak ini kalo ada yang masuk kepergok lagi posisi kaya gini."
"Cium dulu" pinta Aksa
CUP
"Bibir yank" pinta Aksa setelah mendapatkan ciuman di pipinya
"Protes mulu deh, kemarin - kemarin juga main nyosor aja kek soang."
Aksa pun segera ******* bibir manis Clara yang sudah menjadi candu untuknya. Lidahnya sudah mulai mengabsen setiap isi mulu Clara, hingga suara ketukan menghentikan kegiatan panas mereka berdua.
Sebenernya kemarin udah tinggal di up aja, tapi kenapa susah banget ya. Ada aja gitu yang bikin lupa buka MT, kayanya author harus banyak - banyak di kasih kiss sama abang Aksa deh biar gak lupaan lagi 😁😁
__ADS_1