
Dering pada ponsel yang di genggam nya, mengalihkan keheningan yang terjadi. Betapa terkejutnya Dania sesaat setelah membuka isi pesan yang di kirimkan oleh nomer tidak di kenal.
"Bagaimana nyonya ?"
"Sayang sekali kita tidak dapat bertemu malam ini Putri. Tapi aku akan pastikan, kita akan bertemu lagi. Sampaikan salamku untuk keponakan cantikku, dia mirip sekali dengan Fahri." ucap Dania dengan menatap salah seorang yang ada di dalam mobil
Dania berbalik dan berjalan menuju jip nya berada. Namun langkahnya terhenti sesaat di depan Alisha.
"Jangan ikut campur terlalu dalam dengan permasalahan keluarga kami nona muda." ucap Dania yang segera pergi menuju jip dan melaju pergi dengan kesal karna rencana nya untuk membawa Putri dan Raisa gagal.
FLASHBACK END
🌼 🌼 🌼 🌼 🌼
Sementara di kediaman Alex, sudah mulai ramai dengan kedatangan Alex, Andri, dan juga Rio.
"Gimana bang ?" tanya Alex
"Goal dong dad, masa iya si Pablo yang gagah perkasa ini gagal."
"Good, itu baru anak daddy" ucap Alex mengacungkan jempolnya
"Oh ya, kok lo jadinya ke labuan bajo. Bukannya waktu itu minta gua urus di Bali." kali ini Leon yang ikut menimpali
"All about women"
Alisha yang baru saja turun dari kamar nya, begitu saja menjawab pertanyaan yang di lontarkan untuk sang kakak.
"Kaya gak tau bucinnya abang aja sekarang gimana. Gak bakalan bisa dia nolak kanjeng doro ayu Clara. Bisa kacau dunia peranjangan yang ada."
"Gua shalehah gini ya, mana pernah minta macem - macem. Cukup satu macem kaya si Pablo aja udah bikin kualahan." ucap Clara
"Jir, si mantan perawan sekarang kata - kata nya nyeremin banget"
Asik bersenda gurau dengan sanak keluarga lainnya, mereka di kejutkan dengan kedatangan Rio dan seseorang yang tidak mereka kenali tapi sangat Leon kenali.
"Selamat pagi" sapa Rio
"Wow, kamu sudah datang" jawab Leon yang terkejut
"Pagi pak" sapa kembali laki - laki yang datang bersama Rio
__ADS_1
Alex mempersilahkan kedua tamu nya untuk duduk, tapi Rio memilih meminta izin untuk membawa Alisha keluar. Selain karna ada urusan pekerjaan, tapi ada yang ingin dia sampaikan juga kepada wanita yang di cintainya.
"Gas terus Rio jangan kasih kendor" sindir Aksa
"Tali beha kali ah kendor" ucap Clara ikut menimpali
Kedua pengantin baru itu pun bertos ria karna telah menggoda adik kembar sang pengantin lelaki.
"Siapa Le ?" tanya Andri
"Arjuna, lo lupa"
"Gilee, dua tahun di Belanda badan nya udah kaya atlet angkat besi aja sekarang ya." ucap Andri setelah diam sejenak mengingat siapa laki - laki yang di perkenalkan asistennya.
"Duduk jun"
Arjun pun duduk bersama para tetuah tapi tidak dengan Aksa dan Clara yang memilih masuk ke kamar.
BUK
"Sakit opah, jangan suka menganiaya aset perusahaan. Lupa kalau karna otak aku ini yang udah bikin laba perusahaan naik berkali - kali lipat." kesal Aksa
"Udah anteng - anteng aja di sini. Urusin tuh jodoh masa depannya Alex duralex biar cepet di halalin. Kasian gua mah sama kembaran gua, tiap malem main sabun mulu." goda Aksa
"Bener - bener, minta gua kutuk jadi pentungan ronda itu anak." ucap Alex pada anaknya yang sudah berlalu pergi
"Aska kemana om, aku dari tadi gak liat dia." tanya Arjuna mulai membuka suara
"Biasa, anak muda kalo udah kenal cinta ya gitu. Tinggal tunggu bucinnya aja." balas Alex
"Samalah om kaya kak Rio, tuh dateng - dateng langsung nyari anak om. Mana tadi sepanjang jalan udah wanti - wanti aku buat bener - bener jagain kakak ipar."
Tawa mereka lepas begitu saja, seperti tidak ada halangan antara pekerja dan bos nya. Namun, suasana tiba - tiba hening ketika Leon mendengar suara dari balik headset yang di kenakannya.
Suara yang tak lain berasal dari kamar keluarga Notonegoro. Sayangnya suara tersebut, bukanlah suara percakapan. Melainkan suara ******* seorang wanita yang sedang bercinta.
"What the hell"
Di halaman belakang kediaman Alex
"Lis, ada yang mau aku bicarain"
__ADS_1
"Kenapa ?" tanya Alisha
"Untuk sementara waktu, aku nyerahin tugas Pak Leon ke Arjuna. Kamu masih ingat kan sama dia, adik aku yang di tugaskan Pak Leon untuk mengawasi Aska di Belanda."
Alisha mengangguk tapi sedetik kemudian wajahnya terlihat bingung.
"Kamu mau kemana ?" tanya Alisha lagi
"Ada yang harus aku kerjakan di Belanda."
"Kenapa gak Arjuna aja ? Kenapa harus kamu ?" heran Alisha
"Karna kali ini aku bukan bergabung dengan tim keamanan. Opah kamu minta aku untuk memeriksa perusahaan di sana. Beliau mendapati beberapa kejanggalan dari setiap laporan yang mereka kirim beberapa bulan belakangan ini."
Alisha masih terdiam tapi tidak dengan hatinya yang gelisah. Entah apa yang di katakan Rio itu benar atau tidak, tapi hatinya begitu takut akan kepergian kekasihnya.
"Sebelum aku pergi, aku mau lamar kamu dan ketika nanti aku pulang bersiap lah untuk pernikahan kita." ucap Rio tiba - tiba
"Berapa lama kamu di sana ?"
"Pak Andri kasih aku waktu 3 bulan untuk menyelesaikan semuanya." jelas Rio dengan tangan yang sudah mengenggam jemari Alisha
"Aku mau Rio, aku mau nikah sama kamu. Tapi gak tau kenapa aku begitu takut melepas kamu pergi."
Cairan bening meluncur begitu saja dari manik mata Alisha. Dia sama sekali tidak meragukan kekasih nya, tapi satu hal yang dia yakini. Jika Rio sudah di tarik ke perusahaan, itu artinya dia akan masuk ke dalam permasalahan bisnis.
Alisha sangat tau jika musuh opahnya, tidak hanya ada di sekitaran NG atau perusahaan kecil lainnya yang ada di Indonesia. Bahkan di Belanda, beberapa kali dia berurusan dengan orang - orang kolega bisnis opahnya yang ternyata seorang mafia.
"Aku janji akan baik - baik saja sayang, kamu cukup percaya sama aku dan doakan aku agar masalah perusahaan di sana cepat selesai. Bagaimana juga, perusahaan itu akan jadi milik kamu kelak."
Rio menarik Alisha agar masuk ke dalam dekapannya. Memeluknya dengan erat seperti pelukan terakhir yang dia berikan untuk kekasih hatinya.
"Jaga diri kamu baik - baik, jangan lupa kabarin aku terus. Jangan lupa juga sajam kamu, jangan cuman ngandelin bela diri doang. Musuh sekarang udah nyamain pelakor."
Rio tertawa begitu nyaring dan semakin mengeratkan pelukannya. Sesekali bibirnya mengecup kening sang kekasih.
Tanpa mereka sadari, ada seorang ibu yang memperhatikan kebahagian sekaligus ketakutan anaknya. Senyumnya terukir dari bibir manis nya, berharap kebahagiaan selalu menerpa anak - anak nya.
"Bahagia selalu anak - anak mommy, doa mommy akan selalu menyertai kalian."
Maafin aku yang selalu menghilang dan tak kunjung memberi kepastian 🙏
__ADS_1