Aksa & Clara : Story Of Love

Aksa & Clara : Story Of Love
Ungkapan Rasa


__ADS_3

Aksa yang saat itu sudah selesai mandi mencoba menghampiri Aska di kamarnya. Bersamaan dengan itu Alisha juga baru saja selesai dan membuka pintu untuk keluar kamar.


"Abang"


"Ikut yuk ke kamar Aska" ajak Aksa


Alisha menganggukkan kepala nya dan berjalan di belakang Aksa. Mereka masuk ke kamar Aska tanpa mengetuk pintu, dan saat di dalam ternyata Aska baru saja selesai mandi dengan hanya membalutkan handuk di pinggangnya.


"Oh ... My ... God ..."


Aksa pun membalikkan badan Alisha dan meminta Aska segera memakai pakaian nya dengan kode menaikkan sebelah alisnya saja.


"Udah" ucap Aska setelah selesai berpakaian


"Abang tuh apa - apaan sih, gak boleh kya gitu dong kalo depan perempuan. Untung aja ini aku, walaupun belum pernah ketemu si Pablo sama si Smith, tapi aku pasti pernah tendang - tendang mereka."


Aska yang sudah pusing dengan kekesalan sang adik yang tidak ada berhentinya, hanya memberikan sentilan kecil di kepala adiknya.


"Jangan ngaco, dari semenjak SMP mommy udah ngelarang kita tidur bertiga ya" ucap Aska


"Waktu di perut mommy, hampir sembilan bulan aku tendang - tendang kan"


Aksa dan Aska yang sudah duduk di pinggir kasur king size milik Aska hanya memutar bola mata mereka, jengah dengan adik perempuan satu - satu nya.


"Lo kenapa bawa Marisa sih" tanya Aksa tiba - tiba


"Kan gua udah bilang di grup chat"


Aksa yang memang sedari tadi belum mengecek handphone nya, segera membuka aplikasi chat di handphone nya.


"Tadi lo ke belakang kan, reaksi mommy daddy gimana ? Opah juga gimana ?"


"Biasa aja sih" ucap Aska


Alisha yang mulai kepo, ikut duduk di tengah - tengah sang kakak dengan tangan yang sudah di rangkulkan di lengan masing - masing kakaknya.


"Lo tuh kalo di luar aja kaya macan betina, nyampe rumah aja kaya hamster putih." ucap Aska


"Biarin"


"Abang bawa Marisa ?" tanya Alisha


Belum sempat menjawab, ketukan pintu berhasil menjeda obrolan tiga saudara kembar yang sedang akur - akur nya. Dengan malas Aska bangun dari duduknya dan berjalan menuju pintu untuk membuka nya.


"Abang" teriak Clara saat melihat Aska

__ADS_1


"Clara ... sini masuk, tuh calon suami mesum kamu juga di dalem"


"Sini Ra sebelah gua, kita dengerin perjaka curhat" ucap Alisha yang langsung mendapatkan toyoran di kepala nya dari Aksa


Clara pun masuk di ikuti Aska di belakangnya. Pandangan mata yang pertama tertangkap oleh netra nya adalah mata sang kekasih, siapa lagi jika bukan Aksa.


"Ngapain ?" tanya Clara karna Aksa memajukan tangannya tepat di depan wajah


"Salim, lo mau jadi istri durhakim. Ntar gua kutuk punya anak banyak sama gua mau lo." goda Aksa


Rona merah baru saja tercetak di pipi Clara, malu akan godaan Aksa. Namun dia pun tak urung melakukan apa yang Aksa mau.


"Cih ... jangan mesum di sini" ucap Aska


Para kaula muda pun sudah duduk rapih di pinggir tempat tidur, dengan Aska di pinggir, lalu sebelah nya Alisha, Clara dan di ujung tempat tidur ada Aksa yang sudah mulai kesempitan dengan duduknya.


"Bangun lo, gua pangku aja sini, sempit banget" kesal Aksa


"Gak usah mesum" teriak tiga orang di sebelahnya


"Dikira naik angkot pake segala pangku - pangkuan" ucap Alisha


Aksa hanya mencibir tanpa bersuara, dan setelahnya Aska mulai bercerita jika memang diri nya membawa Marisa ke


"Jangan main - main sama hati bang, kalo niat abang gak bener takut nya malah jadi kecantol beneran gimana. Soalnya udah ada korbannya nih, bilang nya aja gak akan suka sama aku. Tau - tau sekarang jadi bucin banget, lepas dikit aja udah kaya wartawan lagi wawancara." ucap Clara dengan melirik Aksa


"Yah di jalanin aja lah, gua cuman mau mastiin aja dia bener - bener berubah"


Obrolan mereka harus terhenti ketika terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Aska. Dengan semangat Alisha bangun dari duduk nya dan membukakan pintu, karna dia pikir yang mengetuk adalah Clarisa, mommy nya.


"Eh Marisa"


"Hai Lis, Aska ada ?" tanya Marisa


Alisha membalikkan badan dan memanggil Aska untuk keluar dan menemui Marisa. Sementara dia, kembali berjalan ke tempat tidur bersama Aksa dan Clara.


"Hai ka, ganggu gak ?" tanya Marisa


"Enggak sih, gua juga udah mau turun. Kelamaan ya nunggu nya "


"Enggak kok, gua cuman mau ngobrol sebentar sama lo, bisa ?" ajak Marisa


Aska menganggukkan kepala nya, keluar dari kamar dan mengajak Marisa ke arah balkon.


"Ada apa ?" tanya Aska

__ADS_1


"Hmmm ... Sebenernya gua gak tau maksud dan tujuan lo ajak gua kesini apa ? Bahkan gua juga bingung kenapa lo bisa berubah jadi sebaik ini sama gua sekarang."


"Terus" tanya Aska lagi


"Gua takut ka, gua takut salah menanggapi semua perbuatan lo sekarang - sekarang ini. Jujur aja gua belum siap jatuh cinta lagi, bahkan untuk mempunyai rasa ke laki - laki lain gua masih takut. Gua jijih liat diri gua sendiri, gua jijih kalo inget video yang pasti nya lo juga liat kemarin itu."


"Lo udah ngaku bahkan udah bersumpah kalo itu bukan lo, terus masalah nya dimana ?" ucap Aska yang terus melayangkan pertanyaan


"Pandangan orang beda - beda ka, lagian gua dan nyokap udah sepakat buat balik ke kalimantan"


"Bokap lo ninggalin perusahaan Marisa, kalo bukan lo siapa lagi yang ngelanjutin ?" tanya Aska lagi


"Saham perusahaan udah di beli opah lo sampai 80 persen ka, mungkin sebentar lagi perusahaan itu akan jadi milik keluarga lo. Kalaupun benar, gua akan buka usaha di kalimantan sama nyokap. Yang jelas, kita udah gak mau lagi berurusan dengan keluarga lo."


Aska terdiam, pandangan mata nya lurus kedepan, menatap langit yang saat itu sudah menunjukkan warna jingga karna pagi sudah mulai berganti malam.


"Gua suka sama lo"


"Lo cuman kasihan sama gua ka" ucap Marisa


"Entah, tapi yang gua tau, gua suka sama lo."


Marisa mencoba mendekati Aska, menggenggam tangan Aska dan membelai nya dengan lembut.


"Terimakasih kalo gitu, tapi kita gak boleh dan gak bisa seperti ini. Gua dan nyokap udah ambil keputusan, jadi tolong banget hargai keputusan gua ya." jelas Marisa


"Lo ganteng" ucap Marisa dengan tangan membelai pipi Aska


"Lo baik"


"Lo pinter"


"Dan lo penyayang pastinya. Tapi kita, bahkan untuk mengibaratkan gua bumi dan lo langit aja masih belum cukup."


Marisa menatap tajam manik mata Aska, melingkarkan tangannya di pinggang Aska, dengan jarak yang begitu dekat.


"Makasih banyak ya, lo pasti bisa mendapatkan wanita yang jauh, jauh, dan jauh lebih dari gua."


CUP


Satu kecupan di pipi Aska, Marisa berikan sebelum akhirnya dia pamit untuk kembali pulang tanpa berpamitan dengan yang lain nya.


**Abang Aska jangan sedih ya, sini author peyuk dulu. Cup ... cup ah, nanti si smith ikutan sedih kan repot, author belum nyiapin sarang nya nih.


Like & Komen selalu aku tunggu, ILY 😘**

__ADS_1


__ADS_2