
Di salah satu kamar hotel, Rio dan Alisha duduk manis di depan tiga laptop yang menghubungkan rumah Putri, ballroom tempat acara pernikahan Aksa Clara, dan satu lagi retasan CCTV yang saling terhubung di area sekitar hotel dan di dalamnya.
"Itu tuan Rian datang bersama istrinya"
"Dia licik banget ya, astaga ..." ucap Alisha dengan menepuk jidatnya
Rio yang sedari tadi di sebelahnya selalu mencari celah untuk menatap wanita yang di cintainya. Berbagai ekspresi yang wanita itu tunjukan, selalu saja membuatnya gemas.
"Kamu bisa kalem dikit gak lis, aku makin gemes banget nih sama kamu." ucap Rio tiba - tiba
Alisha memalingkan wajah nya untuk menghadap Rio, dan sedetik kemudian mata mereka saling bertemu. Saling memahami lewat tatapan mata yang sarat akan cinta. Hingga, mata Rio beralih pada bibir merah muda yang sangat menggoda di hadapannya.
"****, kenapa harus kesitu sih" gumam Rio dalam hati
"Aku loh emang pecicilan dari dulu, kan kamu juga tau"
"Iya, dan itu yang membuat aku semakin jatuh cinta dengan setiap tingkah absurd yang kamu lakukan. Tapi kalo udah soal kerjaan, entah kenapa kamu selalu bisa segera berubah jadi kesatria yang tidak mengenal takut." jelas Rio
"Kamu kan tau gimana kerasnya om Leon ngelatih aku. Lagian yang aku jaga ini keluarga ku sendiri Rio. Rasanya kalo sampai terjadi sesuatu ke mereka, semua itu atas kesalahanaku."
"Gak gitu juga Lis, semua sudah ada jalannya termasuk terluka nya kamu kemarin. Jadi, aku harap tolong jaga diri kamu sendiri di saat aku tidak bisa melindungimu dari dekat. Melihat kamu dalam keadaan tak sadarkan diri dengan berbagai alat menempel di tubuh mu itu cukup membuatku tersiksa."
Mereka sama terdiam dalam pikiran masing - masing namun masih dengan mata yang saling bertatapan. Tanpa mereka sadari, jarak mereka semakin mendekat sampai akhirnya panggilan salah satu rekan mereka menginterupsi apa yang akan terjadi tadi.
"Boss"
"Huft, aman ... aman" ucap Alisha dalam hati dan mencoba menjauh
"Ya ada apa ?"
"Apa boss melihatnya ?" tanya rekan satu tim nya
__ADS_1
Rio memindai laptop yang terhubung dengan rumah Putri dan beberapa CCTV yang terpasang di sekitar rumah nya. Rio dan Alisha melihat, ada dua orang berjalan dengan pelan sambil melihat keadaan sekitar. Setelah mereka rasa aman, tiba - tiba saja mereka melemparkan sesuatu ke arah kaca jendela depan rumah Putri yang terhubung langsung ke kamar pemilik rumah.
"Bom molotov" ucap Rio dan Alisha setelah melihat api yang keluar bersamaan dengan suara bunyi nyaring dari pecahan kaca.
"Sebagian kejar mereka, dan tangkap lalu bawa ke markas. Yang lainnya segera padamkan rumah itu, tetap berusaha tenang agar tidak terjadi keributan di lingkungan sekitar " titah Rio
Alisha segera memberi tahu keadaan yang terjadi kepada daddy nya. Mata jelinya ikut mengawasi keberadaan Putri dan Raisa yang berada tak jauh dari Alex, tentu nya di sana ada Aska yang menemani sekaligus menjaga wanita yang mulai masuk ke dalam hati dan pikirannya.
"Aku rasa hanya sekedar teror." ucap Alisha
"Ya, dan aku juga merasa jika nyonya Dania mengetahui jika nyonya Putri dan Raisa ada dalam perlindungan keluarga kamu."
"Kenapa bisa menebak seperti itu ?" tanya Alisha
"Seperti yang aku tebak, mereka sudah tau jika nyonya Putri dalam lindungan keluargamu. Mereka tidak akan semudah itu untuk menangkap atau pun menyelakai nyonya Putri, karna itu sama saja dengan menyerahkan diri kepada kita."
"Hmmm ... masuk akal" ucap Alisha dengan senyum yang menampilkan deretan gigi putih nya
"Masuk akal, makanya mereka lebih memilih meneror terlebih dahulu di banding langsung menyerang. Selagi meneror dan membuat bu Putri ketakutan, mereka juga memikirkan rencana yang pas untuk mengelabui kita sampai akhir nya bisa mendapatkan bu Putri dan mencelakainya." jelas Alisha
Rio yang tadi bangkit dari duduknya untuk mengambil soda kaleng di dalam lemari pendingin, kembali dan mengusak rambut berponi milik Alisha.
"Pintar sekali calon istri ku"
Rona merah jelas sekali terlihat di pipi cubby milik Alisha. Perempuan mana yang tidak bahagia mendengar panggilan itu keluar dari mulut laki - laki yang juga mencintai nya.
"Jangan kelamaan bersemu Lis, aku takut gak tahan. Apalagi kita berdua di kamar hotel ini. Bisa abis aku sama opah kamu kalau sampai khilaf ... hehehe"
🌼 🌼 🌼 🌼 🌼
Hari beranjak malam, dan satu persatu tamu undangan yang di hadiri lebih banyak oleh para kolega Alex, Reno, dan Andri datang di acara pernikahan laki - laki yang terkenal akan menjadi penerus perusahaan milik sang kakek.
__ADS_1
Namun, di salah satu sisi ruangan yang sedang ramai akan para tamu. Sepasang ibu dan anak terlihat risau sesaat setelah mendapatkan kabar dari Alisha tentang penyerangan yang terjadi di rumahnya.
"It's ok tante, anak buah Rio sudah menangani nya. Sempat terjadi perdebatan dengan warga dan RT setempat. Tapi semua bisa di atasi, tante tenang saja."
"Iya mah, Sheila gak mau mamah gelisah kaya gini, nanti kalo mamah sakit gimana ?" ucap Sheila lembut dengan mengusap lembut punggung sang ibu
"Kita makan ya, tante belum makan dari tadi. Setelah itu kita pamit terlebih dahulu. Malam ini tante dan Sheila menginap di rumah daddy dulu untuk sementara waktu."
Putri pun mengikuti apa yang di perintahkan oleh Aska. Dengan di temani sang anak, Putri akhirnya mau makan setelah sedari tadi merasakan ketakutan yang berlebih. Bukan takut akan dirinya, tetapi dia takut jika sewaktu - waktu anak nya juga akan mengalami perlakuan tidak langsung dari orang - orang Dania.
"Dad, Mom ... aku pulang dulu ya, bawa tante Putri sama Sheila." pamit Aska pada kedua orang tua nya yang masih sibuk dengan para tamu
"Ok nak, kamu jaga mereka ya. Jangan lupa bawa beberapa anak - anak nya Rio."
"Alisha ikut pulang dad ... mana lagi orang nya." kesal Aska mencari adik kembar nya
Terdengar suara gemuruh dari stand band yang letaknya tidak jauh dari acara resepsi. Yang seharusnya para pemusik melantunkan lagu - lagu tentang cinta, beralih dengan lagu dari salah satu boyband asal korea berjudul Dynamite.
"Ya tuhan ... apa dosa gua punya kembaran kaya dia" geram Aksa melihat aksi adiknya yang terlihat sedang bernyanyi dan menari dengan percaya dirinya
"Seru tau bang, aku mau ikutan ya."
Clara yang juga sangat mengidolakan boyband tersebut, ikut terhibur mendengar salah satu lagunya di lantunkan oleh sang adik ipar. Dia pun sudah beranjak untuk pergi ke stand band, sebelum lengannya di tahan oleh suami yang baru beberapa jam menikahinya.
"Sini aja, tamu kita masih banyak." titah Aksa
"Tapi aku mau ikutan Lisha bang. Seru banget tuh dia nyanyi sama dance nya. Lagian kan kita biasa karaokean bareng sambil nyanyi sambil dance juga."
"Nanti gua ajarin nyanyi sama dance yang lebih bagus lagi." ucap Aksa sambil menaik turunkan alisnya
Kira - kira, nyanyi dan dance apa yang bakalan bang Aksa ajarin ke Clara ya 😁😁
__ADS_1