
Malam hari sebelum akan di adakannya acara pertunangan, mereka semua berkumpul. Setelah makan malam, Alex dan yang lainnya duduk santai di ruang keluarga sambil membicarakan berbagai macam obrolan.
"Lo dari mana tadi siang, gua tungguin mau ke tempat omah kagak balik." tanya Aksa
"Ketemu Marisa" jawab Aska dengan santainya
Semua orang terdiam dan saling pandang, terlebih lagi Aksa yang sudah membulatkan matanya.
"Ngapain"
"Dad, aku mau ngomong sesuatu" ucap Aska mengabaikan pertanyaan Aksa
Alex mengiyakan dan Aska mulai menjelaskan apa yang di bicarakannya tadi dengan Marisa.
"Lo suka sama dia" tebak Aksa
"Berisik banget heran deh, dari tadi lo nanya mulu" kesal Aska
"Tinggal jawab aja"
"Lebih tepatnya simpati kali ya" jawabnya asal
"Kita tidak bisa percaya begitu saja dengan dia bang, kamu tau sendiri apa yang sudah si Marcel itu lakukan pada Alisha. Daddy gak mau ya kalo ada yang kenapa - kenapa lagi, udah deh cukup kemarin daddy kena amuk mommy kamu karna Alisha ketembak. Paham kek daddy udah tua ini, butuh belaian kasih sayang bukan malah di omelin terus."
Semua orang yang ada di sana menggelengkan kepala, entah karna risih dengan perkataan daddy atau heran dengan sikap lelaki tua di hadapannya.
"Abang buru - buru aja lagian samperin perempuan itu, sebenarnya kemarin Rio telfon dan minta aku untuk membiarkan segala rencana Marisa." ucap Alisha
"Rio, bocah yang dateng ke rumah sakit waktu itu ya. Dia siapa sih ? pacar kamu ?" tanya Andri
Alex yang mendengarnya sontak membulatkan mata, terkejut dengan ucapan Andri. Bahkan dia belum siap jika putri satu - satu nya harus memilik kekasih yang pasti akan menduakannya nanti.
"Biasa aja woy, lagi biarin aja sih Lex. Alisha udah gede, biarin dia berpetualang mencari pasangan hidup. Kek lu gak pernah muda aja," ucap Andri
Alisha tersenyum dan memperlihatkan gigi putihnya, beralih ke sebelah sang daddy dan duduk di sana dengan manja.
"Baru denger nama cowok dari mulut aku aja daddy udah ketakutan, gimana kalo ada yang ngelamar tiba - tiba coba." ucap Alisha
__ADS_1
"Kualifikasinya keras kalo buat kamu, inget ya kamu princess kesayangan daddy satu - satu nya. Bikin kamu tuh susah, harus pake gaya antimentream. Liat aja nih bibitnya berkembang jadi orang - orang hebat. Emang si Jo sama Jesica itu pasangan ter the best lah pokoknya."
"Jangan bawa - bawa Jo sama Jesica kalo ada anak - anak, repot pada nanya." kesal Clarisa
"Selow mom, kita udah cukup dewasa buat ngerti siapa bapak nya si Pablo." ucap Aksa
"Dan Smith" kali ini Aska yang menanggapi
"Smith ?" tanya Alisha
"Ini pada bikin nama buat adek nya, ya abang gak mau kalah dong" Ucap Aska dengan santai
Sampai akhirnya Alisha tersadar dengan pembahasan dewasa kali ini. Dia menutup muka nya dengan kedua tangan miliknya.
"Kalian semua mesum, aku masih di bawah umur ini. Volos banget sampai gak tau Jo, Pablo, Smith bahkan Jesica itu apa ?"
"Pegangan nya Pistol mulu tiap hari, pas di kasih pistol hidup gua jamin kaget dia." Aksa mulai menggoda
"Udah bang, di godain mulu adiknya" ucap Clarisa menengahi.
Obrolan mereka terus berlanjut sampai akhirnya Aksa pamit ke kamar untuk menelfon sang calon istri nya yang saat ini sedang berada di kamar nya dengan headset yang terpasang di telinganya.
Halo
Dengerin lagu sambil baca novel, abang lagi apa
Bayangin lo di depan mata gw sambil pake lingerie transparan, jalan ke arah gua terus duduk di pangkuan gua.
Abang mesum
Clara berucap dengan semburat merah yang terlihat jelas di pipinya. Menggoda Clara sudah menjadi suatu kebiasaan Aksa yang baru jika sedang bersama.
Cla
Hmmm
I love you
__ADS_1
Ucapan Aksa tiba - tiba membuat Clara menghentikan kegiatannya di ujung telfon sana. Beberapa kali dia meyakinkan diri jika yang sedang berbicara di telfon adalah Aksa.
Kok diem
Ini abang Aksa kan ?
Iyalah ini gua, kenapa ? lo kaget gua ngomong begitu
Ya ... ya ... ya iyalah pasti, secara gitu kan abang dulu tuh gak suka banget sama aku apalagi sama perjodohan kita.
Gua minta maaf kalo ternyata sikap gua selama ini menyinggung perasaan lo. Yang pasti gua yakin dengan apa yang gua lakuin dan gua ucapkan tadi. I love you Cla, gua gak tau sejak kapan gua jatuh cinta sama lo.
I love you too bang
Sambungan telfon masih terus berlangsung hingga larut malam, keduanya menyudahi telfon dan bersiap tidur agar keesokan harinya terlihat segar pada saat acara pertunangan.
--------------
Di kediaman Marisa, dia baru saja menceritakan kejadian hari ini pada Bella mamah nya sendiri.
"Itu lah yang membuat mamah tidak mau ikut campur urusan papah kamu. Mamah juga baru tau jika papah kamu menikahi mamah karna sempat menjadi wanita nya Alex."
"Maafin Marisa ya mah, Marisa sudah mengecewakan mamah. Sekarang biarkan aku yang melindungi mamah, sudah cukup semua yang mamah berikan untuk kebahagiaan aku sampai saat ini." ucap Marisa dengan menautkan jari - jari tangannya dengan Bella
Mereka saling berpelukan setelah bertukar perasaan, sampai sebuah pesan masuk dan tertulis nama Aska di layar handphone milik Marisa.
Gimana buat besok
Ya gak gimana - gimana, kan lo minta gua buat dateng aja
Ok, gua tunggu
Eh gimana ? tunggu ?
Udah dateng aja gak usah kebanyakan tanya
"Perasaan ini lagi, kenapa harus lo ka ?" ucap Marisa dengan tangan menggenggam handphone usai membalas pesan Aska
__ADS_1
Begitu juga dengan Aska yang jauh dari jangkauan Marisa, entah kenapa hati nya menghangat mengingat nama Marisa dan pertemuannya tadi siang.
"Menarik"