Aksa & Clara : Story Of Love

Aksa & Clara : Story Of Love
Penyerangan Alisha


__ADS_3

Pagi hari di kediaman Alex, Alisha sedang bersiap untuk pergi ke rumah Leon, pasalnya hari ini adalah jadwal ia harus berlatih menembak untuk mempersiapkan misinya.


"Ekhem ... mau kemana kamu ces" tanya Alex yang berada di depan pintu kamar anak perempuannya


"Kerumah opah Leon, jadwal inces nembak dad."


Alisha menjawab tanpa ragu, tapi setelahnya ia menyadari jika telah berbicara dengan sang daddy tang sangat tidak menyukai dirinya berlatih menembak.


"Hehehe ... piss dad"


Alex masuk ke dalam anak perempuannya, menggenggam tangan anaknya sebelum mengucapkan sepatah kata yang membuat Alisha menangis.


"Jaga diri baik - baik ya nak, daddy sangat menyayangi kalian melebihi diri daddy sendiri. Maafkan daddy yang sudah membuat kamu mengemban tugas berat di keluarga kita."


"Alisha suka kok dad, alisha seneng ngelakuin ini. Cuman ini yang bisa Alisha lakuin buat keluarga kita, maafin Alisha juga yang gak mau dan gak bisa bantu daddy di perusahaan."


Sepasang ayah dan anak itu pun saling berpelukan, saling menyemangati dan memberi kekuatan satu sama lain. Namun, tidak ada yang menyangka jika akan terjadi sesuatu hal yang mengerikan dengan putri bungsunya itu.


Alisha pergi ke kediaman Leon setelah berpamitan dengan Alex dan Clarisa. Di tengah jalan, dia merasa ada seseorang yang mengikutinya dan dia pun mulai mempercepat laju mobilnya.


"Sialan, mau apa sih mereka ini."


Dooor ...


Suara tembakan terdengar dan pas mengenai kaca belakang mobil Alisha sampai membuat nya pecah.


"Brengsek, mau macem - macem lo hah"


Alisha kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sampai akhirnya panggilan telfon masuk dan terlihat nama Opah Leon di sana.


"Lisha, kamu bertahan sebentar ya. Opah coba ngebut kesana sama bunda, kamu hati - hati."


"What, sama bunda. Kenapa bunda ikut sih opah ?"


"Panjang ceritanya, kamu bertahan ..."


Doooor ...

__ADS_1


Lagi, suara tembakan terdengar dan kali ini hampir mengenai Alisha karna kaca belakang mobilnya telah pecah. Tapi beruntungnya Alisha karna peluru tersebut mengenai kaca depan nya.


Alisha sengaja mematikan sambungan telfonnya agar dapat berusaha fokus melajukan mobilnya, hingga suara tembakan terdengar lagi dan tepat mengenai ban mobil Alisha.


BRAK


" ****"


Mobil yang di kendarai Alisha mulai tidak seimbang, oleh karnanya Alisha menabrakan mobil tersebut ke pohon yang ada di samping jalan. Kening Alisha mendapat benturan hingga membuat luka di sana, dengan sisa kesadaran yang dimiliki, Alisha mencoba meraih pistol yang ada di dalam dashbord mobilnya.


Di tempat lain, Vivian mulai gusar memikirkan Alisha. Dengan tidak sabar nya dia meminta papahnya untuk mempercepat laju mobilnya agar mereka segera sampai ke sana.


"Lebih cepet pah, Alisha itu pah" pinta Vivian


"Iya ini juga udh ngebut, tuh udah mentok banget kak. Kamu sabar dulu, Alisha pasti baik - baik aja di sana. Keahlian membidik nya sudah semakin meningkat sekarang."


"Kamu mendingan telfon rumah sakit, untuk jaga - jaga kalo kita kesana."


"Papah jangan bikin aku takut, bisa di gantung kita sama om Alex kalo Alisha kenapa - kenapa"


Leon menghiraukan ucapan anaknya, dia memilih menelfon anak buahnya untuk bergegas ke tempat Alisha.


Suara perkelahian terus terdengar, Alisha yang sejak tadi sudah keluar dari mobil berusaha menghadapi mereka yang ternyata jumlahnya lebih banyak.


"Kalah dah ini gua, hilang sudah kecantikan paripurna turunan mommy di muka gua. Emang dasar kampret ya mereka ini, beraninya kroyokan."


"Hahaha ... kalo gak kuat mending nyerah aja dan serahin diri lo sekarang juga."


"Cih, nyerah ? Hahaha ... mending lo aja sini yang nyerah, gua jamin abis ini kalian semua gua bikin jadi kue nastar. Lumayan gua jual buat lebaran nanti kan, hahaha"


Salah satu orang yang berbadan besar di antara musuh tersebut, mengeluarkan pistolnya dan mengarahkan ke arah Alisha.


"Weeey, apaan nih. Lo mau nembak gua, kok gua berbunga - bunga ya di tembak sama dedemit macem kalian semua."


"Eh bocil, siap - siap masuk neraka mendingan lo." ucap orang tersebut dengan tangan yang bersiap menarik pelatuk pistol nya


Dooor ...

__ADS_1


Suara tembakan terdengar, tidak hanya sekali tapi berkali - kali hingga membuat sebagian para musuh terkapar karna tembakannya mengenai kaki mereka.


"Brengsek, siapa lo hah"


"Lama banget rasanya gua gak beraksi, kangen juga ngeluarin jurus jaran goyang kebanggaan gua." ucap Vivian di balik topeng nya


Suara tembakan mereda, berganti dengan suara perkelahian. Vivian benar - benar mengeluarkan kembali kemampuannya setelah sekian lama vakum hanya untuk melindungi anak dari sahabatnya tersebut.


Sama halnya dengan Leon, walaupun sudah tua tapi dia tetap masih ada sisa - sisa jiwa muda dalam dirinya hanya untuk memberikan loyalitas terhadap keluarga boss nya.


Doooor ...


Suara tembakan mengalihkan Vivian dan Leon yang berhasil melumpuhkan lawan. Namun mereka melupakan Alisha yang saat itu sudah lemah karna tenaganya terkuras habis di perkelahian awal tadi.


"Bangsat ... Alisha ..." teriak Leon setelah menyadari Alisha terkena tembakan dan berlari menuju tempat Alisha berada yang sudah terkulai lemas dengan darah yang mengalir


Door ... Door ... Door


Dengan tanpa ampun, Vivian menarik pelatuknya hingga beberapa kali hingga mengenai lawannya dan melumpuhkannya dalam sekejap.


"Kita bawa Alisha ke rumah sakit sekarang pah."


Leon dan Vivian membawa Alisha menuju mobil untuk segera di antarkan ke rumah sakit yang sudah Vivian hubungi sebelumnya.


"Kamu tekan tombol lima di hp papah, minta mereka bereskan kekacauan tadi. Kabari keluarga juga secepatnya," titah Leon dengan di bawah kemudi


Vivian segera menelfon satu persatu keluarga nya, namun sebelumnya dia menelfon anak buah papahnya untuk membereskan keadaan di tempat perkelahian tadi.


Di dalam rumah, Clarisa yang sedang memasak di kejutkan dengan dering telfon yang tidak mau berhenti berbunyi.


"Siapa sih"


"Halo Vi, ada apa ?" tanya Clarisa setelah melihat siapa yang menelfonnya dan segera menggeser tombol hijau di handphone nya


"Kak ke rumah sakit Bahagia sekarang ya, Alisha terkena luka tembak"


Duaaaarr ...

__ADS_1


Seperti tersambar petir, tiba - tiba saja dadanya sesak, kakinya lemas hingga sulit untuk berpijak, tak lama Clarisa pun pingsan.


__ADS_2