Aksa & Clara : Story Of Love

Aksa & Clara : Story Of Love
Forever


__ADS_3

Di tampat lain, tepatnya di rumah Clara. Alisha duduk bersantai di temani oleh Vivian. Mereka saling bertukar pengalaman mengenai pekerjaan yang pernah di lakukan oleh Vivian.


"Yang pasti, sekarang lawan kalian itu makin banyak. Apalagi Aska dan Aksa pinter banget ngelola perusahaan. Udah ganteng, kaya, genius, ah pokoknya mantu idaman banget deh."


"Lah aku bukan mantu idaman berarti." ucap Alisha dengan bibir yang di kerucutkan


"Tanya sama orang tua nya Rio sana kamu menantu idaman bukan"


"Ish apaan sih bunda, kita tuh cuman partner aja." jelas Alisha


"Bunda gak yakin, bentar lagi juga bakalan ada yang dateng ngelamar kamu. Bisa jadi kamu duluan yang nikah, ngeduluin si Clara."


"Mana ada, aku tuh nungguin jungkook jemput aku dulu baru mau nikah." ucap Alisha


"Jengkok di tungguin, tuh bunda punya. Biasanya di pake bi inem buat nyambel, katanya pegel nguleg sambil berdiri."


Keduanya tertawa bersama, sampai akhirnya suasana berubah ketika Clara datang dan menghempaskan dirinya di samping sang mamah.


"Abang lo tuh kebangetan banget bucin nya sekarang sama gua Lis. Dari tadi nelfonin mulu, emang dia gak ada kerjaan apa di kantornya." kesal Clara


"Dia di rumah kali gak kerja, opah kasih dia izin gak kerja hari ini biar lebih jreng pas acara besok."


"Jrang jreng apaan, ngapa - ngapain juga kagak. Kenapa juga harus jreng segala," tanya Clara masih dengan kekesalannya


"Kamu berharap di apain emang sama Aksa. Jangan macem - macem ya Clara, nanti Aksa di sunat opah mau kamu " kali ini Vivian yang membalas


"Mana berani abang kaya gitu, yang ada aku duluan yang nyerang." ucap Clara lagi tanpa sadar


Kedua orang yang mendengarkan ucapan Clara sontak saling berpandangan sebelum akhirnya Clara menyadari apa yang di katakannya.


"Eh ... Clara mau luluran dulu deh mah, biar makin glowing besok." ucap Clara yang segera berlari menuju kamarnya mengabaikan berbagai umpatan dari mamah dan calon adik iparnya

__ADS_1


"Emang si Clara mah cinta nya kebangetan sama si soang, kayanya di selingkuhin juga dia mah bakal maafin deh."


"Huss ngawur aja kamu, kalo pun dia maafin tapi opah Leon gimana ? Om Reno gimana ? Belom lagi kakek Ridwan, abis udah itu si Aksa. Anak dan cucu perempuan satu - satu nya loh Clara tuh." jelas Vivian


"Yah palingan si pablo abis di gorok tiga lelaki lanjut usia itu."


Lagi, kedua nya kembali tertawa dan melanjutkan siang hari itu dengan canda dan tawa. Panas di luar seakan tidak terasa karna suasana taman rumah Vivian yang begitu menyejukkan mata.


--------------


"Gimana ?"


"Lo bisa jamin keamanan gua dan nyokap." tanya Marisa


"Bisa, asal lo mau ikutin rencana gua."


"Kenapa sih lo berubah baik gini, tadi lo kasih gua cek seakan merendahkan gua. Tapi sekarang lo malah mau bantu gua." tanya Marisa lagi


Marisa menggelengkan kepalanya, benar memang jika dirinya membutuhkan semua yang Aska katakan. Tapi kenapa harus Aska ? Kenap harus saudara kembar Aksa yang membantu dia ?


"Ka, di sekitar sini pasti ada orang suruhan bokap. Lo gak takut ?"


"Tampar gua dan pergi dari sini, jangan lupa untuk balas pesan gua." titah Aska


"Lo yakin ?"


Marisa meyakinkan diri dengan bertanya, namun hanya alis mata yang Aska naikan sebagai tanda dia yakin atas ucapannya. Lama berfikir sampai akhirnya dia menampar Aska, cukup keras karna sampai membuat Aska meringis dan meninggalkan bekas merah di pipinya.


Maaf, pasti sakit ya


It's ok

__ADS_1


Marisa segera mengirimkan pesan pada Aska setelah masuk kedalam mobilnya. Entah mengapa, dia begitu bahagia berbalas pesan dengan Aska. Rasanya saat dulu dengan Aksa pun dia tidak pernah sebahagia ini.


"Gak usah ngaco deh lo, mana mau dia sama perempuan jahat kek lo." gumam Marisa di dalam mobilnya


Mobil Marisa melaju meninggalkan kafe Harmoni dan juga Aska. Dari jauh, seseorang menghubungi Marcel dan melaporkan hasil pengintaiannya. Karna mereka tidak tahu apa yang di bicarakan oleh anak bos nya, mereka hanya mendapatkan umpatan kasar dari Marcel.


Begitulah Marcel jika tidak mendapatkan hasil yang sesuai dari harapannya. Dia akan kesal dan memaki hasil kerja para orang suruhannya.


"Kenie, apa kamu berhasil mensadap handphone Marisa ?" tanya Marcel


"Sudah tuan, namun tiba - tiba saja setengah jam yang lalu sambungan yang saya buat tidak terkoneksi. Sepertinya mereka memiliki hacker yang lebih profesional dari saya."


Kenie terlalu di percaya, hingga Marcel dengan mudah Kenie kelabui. Marcel tidak tau jika pesan yang Aska kirimkan dan segala percakapan antara Aska dan Marisa telah di ketahuinya. Namun demi menjalankan segala tugas dari bos nya yang tidak lain adalah Leon, dengan mudahnya dia menghapus segala tentang Aska dan Marisa.


-------------------


Sore hari di tempat pemakaman, Aksa terduduk di samping pusaran sang omah. Omah yang belum banyak di ketahuinya, karna sang omah meninggal di saat dirinya masih kecil. Omah yang selalu di sebut olah opah Andri sebagai wanita paling sabar, paling kuat dan penyayang.


"Omah, abang datang lagi. Kali ini abang datang untuk meminta restu sama omah. Besok adalah hari pertunangan abang dan Clara, anak dari bunda Vivian dan om Reno. Abang harap omah merestui kami ya, kalo omah gak restuin omelin aja mommy. Soalnya mommy yang jodohin aku sama Clara,"


Ucapan Aksa sontak mendapatkan tatapan tajam dari sang mommy dan gelengan dari kedua lelaki yang mengantarkan nya.


"Tapi aku seneng kok omah, walaupun tadinya aku gak terima perjodohan ini. Tapi aku yakin mommy, daddy dan opah gak akan jatuhin aku ke lubang yang penuh lumpurkan omah. Sekarang terbukti, kalo ternyata pilihan mereka memang terbaik untuk aku. Aku menyayangi nya mungkin sudah mencintainya juga. Aku selalu berharap hubungan aku dan dia seperti opah dan omah yang hanya terpisahkan oleh maut."


Usai meminta restu dengan omahnya, Aksa dan kedua orang tuanya kembali ke mobil. Namun Andri masih tetap tinggal sesaat sebelum pergi menyusul anak, menantu dan cucunya.


Bahagia ya sayang, mereka sudah sangat bahagia. Aku pun akan terus bahagia, karna ada anak dan cucu kita yang menguatkan ku. I love you Ri, forever ....


Author : Opah gak ada niatan mau nikah lagi apa ya, author siap ini jadi bini muda


Andri : Sorry ya, lo bukan tipe gua

__ADS_1


Author : Ok fix, gua di campakkan sebelum memulai


__ADS_2