
Malam hari di rumah besar milik Andri, semua keluarga sedang berkumpul. Andri sengaja meminta semuanya untuk berkumpul karna hari ini adalah tanggal kepergian sang istri.
"Pah" Panggil Clarisa dengan memeluk papahnya dari belakang yang saat ini sedang menghisap sebatang rokok si balkon
"Mamah bahagia pasti ya kak liat kita di sini"
"Pasti pah" Ucap Clarisa
"Apalagi cucu nya udah mau nikah, pasti seneng banget. Kalau mamah masih ada pasti jadi yang paling ribet ngurusin keperluan pernikahan abang."
Andri mematikan rokok nya, melepaskan tangan anaknya dari pinggang nya dan berjalan ke meja untuk mengambil air mineral.
"Setelah abang nikah nanti, abang resmi jadi pemilik sekaligus presiden direktur N.G" Ucap Andri
"Papah yakin ?"
"Kamu meragukan anak kamu, kamu pikir perusahaan milik Marcel dapat maju kembali karna siapa ? Perusahaan papah nya Reno juga, karna siapa ? Anak - anak kamu itu cerdas kak, seperti kamu." Ucap Andri dengan membelai pipi Clarisa
"Kamu bahagia ?" Tanya Andri tiba - tiba
Clarisa hanya mengernyitkan kening nya, namun sedetik kemudian dia menganggukkan kepala nya sebagai jawaban pertanyaan Andri.
"Syukurlah, papah akan semakin tenang meninggalkan kamu berasama suami tua kamu itu."
"Papah"
Clarisa terkejut dan berhambur ke pelukan papahnya. Melingkarkan tangannya di pinggang sang papah dengan sangat erat.
"Papah gak boleh ngomong gitu" Ucap Clarisa menahan tangis nya
"Umur tidak ada yang tahu kak, dan kapan pun itu papah siap. Ada mamah yang menunggu papah di sana. Lagi pula, papah jadi lebih leluasa pantau kamu sama Alex dari atas."
Clarisa tertawa dan menepuk punggung papahnya, namun air mata nya sudah mengalir deras sampai membasahi kemeja papah nya.
"Papah sayang banget sama kakak, bahkan melebihi hidup dan diri papah sendiri."
Mereka tidak sadar jika ketiga anak Clarisa berada di sana dengan menahan air mata nya. Sampai akhirnya Alisha yang sudah tidak tahan, ikut berhambur ke pelukan opahnya di ikuti kedua saudara nya.
"Kita juga sayang opah" Ucap Alisha
"Gak usah sok iye, tetep aja N.G jadi punya gua" Sombong Aksa
"Yah dia gak tau aja ya opah, perusahaan di Belanda jadi punya siap ?" Tanya Alisha sedikit angkuh
"Punya gu ..."
__ADS_1
"Berisik, buruan turun. Tadi aja ribet bicarain masalah kawin, sekarang aja sombong - sombongan harta. Kaya gua dong, ANTARA juga jadi punya gua." Ucap Aska yang segera berlari sebelum mendapatkan pukulan dari kakak adik kembarnya
Clarisa pun menyunggingkan senyuman dengan tangan menghapus sisa air mata yang mengalir di pipinya, dan berlalu turun ke bawah bersama Andri.
"Udahan pegang - pegang nya, tadi juga di atas udah peluk - peluk kan lo" Kesal Alex saat melihat Andri menggandeng Clarisa
"Udah tua Lex, masih aja cemburuan sama gua. Bini lo itu anak gua Lex, kalo lo lupa."
"Lo udah melukin dia mulu juga dari orok, masih aja kurang." Ucap Alex
Andri hanya menggerakkan jari telunjuk nya di atas Alis mata nya dan mengakhiri perdebatan antara mertua dan menantu.
"Oh ya dad, daddy kenal sama staf keuangan yang namanya Sheila." Tanya Aska tiba - tiba
"Kenal pake banget, kenapa emang ?"
"Gercep banget, abis di tinggal Marisa udah dapet gebetan baru lagi aja." Goda Aksa
Aska hanya menggelengkan kepala nya, dan melanjutkan kekepoannya pada sang daddy.
"Gak apa sih, tadi sempat ada insiden waktu aku ngecek ke devisi keuangan." Jelas Aska
"Insiden apa ?"
Aska pun meceritakan apa yang terjadi tadi siang di devisi keuangan dan di ruangannya. Sebuah lengkungan dari mulut Aska menambah bumbu kisah yang di ceritakannya mengenai gadis tersebut.
"Mau di bantu buat cari tahu gak bang" Tanya Andri
"Jangan"
Clarisa dan Alex sontak teriak bersamaan saat mendengar penawaran Andri. Namun sedetik kemudian, mereka mengubah kembali mimik wajah nya.
"Gua yakin Leon atau Rio bisa cari tahu sendiri tanpa lo berdua ngomong sama gua." Ucap Andri
Sepasang suami istri itu saling pandang sebelum akhirnya Alex mencoba menceritakan kejadian beberapa tahun yang lalu.
"Hah, anaknya Fahri Notonegoro ?" Ucap terkejut Andri
"Gua kira dia gak punya penerus, gak tau nya masih ada anaknya ya. Terus mereka sekarang dimana Lex ?" Tanya Andri kembali
"Mereka tinggal di Jakarta sekarang, tapi kemarin Angga kasih tahu kalo udah beberapa bulan ini ada orang yang sering mengintai rumah mereka."
"Si Rian licik juga ya, lo butuh bantuan gak" Tanya Andri
Alex diam sejenak, memikirkan bantuan dari mertua nya yang cocok untuk Putri dan Raisa. Namun sedetik kemudian pandangan nya beralih menatap Alisha dan Rio dengan bergantian.
__ADS_1
"Kaya nya Rio sama Alisha udah cukup deh, lo lagi gak pake Rio dulu kan ?" Tanya Alex
"Pake" Andri menepuk jidatnya mendengar ucapan Alex yang membuatnya gagal fokus dalam mengartikannya.
"Bahasa lo gak ada yang lebih keren dikit apa ya. Lo tanya Rio aja deh"
Alex beralih menatap Rio dan Alisha bersamaan, dan sedetik kemudian Alisha menganggukkan kepalanya.
"Tegang banget suasana nya, sama nih kaya Pablo yang tiap hari makin tegang kalo deket Maria Marcedez"
Para tetua sudah mulai melancarkan aksinya dengan melemparkan bantal sofa ke arah Aksa yang membuat suasana menjadi hangat kembali.
"Dengerin baik - baik ya, kemarin kita belum sempat bahas pernikahan aku sama Clara. Jadi sekarang aku mau bahas, dan kalian harus setuju karna ini udah keputusan aku sama Clara."
"Incess yakin nih pasti minta bulan depan" Tebak Alisha
"Abang sih tebaknya seminggu lagi" Kali ini Aska ikut menimpali
"Et dah, gua yang mau nikah ini woy"
Semua orang yang ada di sana hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan kembar yang tidak berubah sedari dulu.
"Sebulan lagi, eh tapi seminggu lagi juga gak apa sih." ucap Aksa
"Emang bener - bener ya, kalo pada gak nyusahin gua namanya bukan turunan Alex." Kesal Andri
"Pokok nya bulan depan Pablo harus bisa unboxing si Maria Marcedez, kalo sampai gagal abang robohin N.G sama ANTARA." Ancam Aksa meski sebenarnya hanya sebuah lelucon
BUK
Lemparan bantal kembali mendarat dan tepat mengenai lengan Aksa, dan pelakunya adalah opah dari calon pengantinnya.
"Apalagi sih om"
"Lo belum minta restu gua, udah main nentuin tanggal aja." Ucap Leon
"Ya kalo gak di bolehin tinggal aku bikin hamil duluan."
Tatapan tajam tersorot begitu dalam dari arah sang calon papah mertuanya, Reno. Sementara yang lainnya hanya menggelengkan kepala atas ketidak sabaran Aksa.
"Dulu aja gengsi banget lo sama anak gua, sekarang kenapa jadi bucin gini sih." Ucap Reno
"Iya nih, abis pelet nya anak papah Reno bikin aku klepek - klepek kaya lirik lagu. Cintaku klepek klepek sama dia, sayang ku klepek klepek sama dia."
Clara yang mendengar Aksa bersenandung menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan, malu akan tingkah calon suaminya.
__ADS_1
Sakit gigi sungguh menyiksa, padahal ini chapter udah dari 3 hari lalu jadi. Tinggal up doang aja susah banget, karna lagi ngerasain gigi senat senut seperti dedek Smith kalau lagi nyari pasangan hehehe ....