Aksa & Clara : Story Of Love

Aksa & Clara : Story Of Love
Now or Never


__ADS_3

Malam yang panjang untuk Clara, tapi tidak dengan Aksa. Sedari tadi, dia sudah bersiap untuk kembali menyusul sang istri ke dalam kamar hotel yang sudah di pesannya. Tapi, para tetuah seperti sengaja menahan nya untuk tetap berada bersama mereka dengan alasan masih banyak kolega yang baru datang.


"Opah sengaja ya ?" tanya Aksa dengan kesal


"Apaan sih lo"


"Lagian ganggu pengantin baru mulu dari tadi. Mana lagi nih kolega opah yang belum datang. Jangan bilang opah nunggu kolega tak kasat mata ya, mau bikin semua orang di sini histeris apa." kesal Aksa yang sudah sampai di ubun - ubun


"Noh ulah kakek baru lo yang minta kita buat nahan - nahan lo. Makanya, nikah minta izin juga sama kakek nya Clara jangan emak bapak nya aja lu sungkemin. Lama dah tuh pablo unboxing."


Leon yang sedari tadi di sana hanya berpura - pura mengecek handphone dan menoleh ke arah Aksa, sekedar untuk menaikkan sebelah alisnya.


"Om"


TAK


Sentilan tepat mengenai Aksa yang membuat telinga laki - laki berkulit putih itu memerah.


"Dia itu sekarang kakek mertua kamu tau, panggil yang sopan bang." jelas Alex


"Aku juga udah gede dad, jangan di gituin mulu kenapa sih. Udah bisa kasih daddy cucu nih, kalo daddy lupa mah. Tinggal tunggu kakek tua ini ngizinin pergi aja, aku pastiin langsung tancap gas aku mah."


"Berani lo bikin cucu gua nangis, gw kebiri si Pablo" ancam Leon


"Yaelah, kaya gak tau aja kalo baru pertama unboxing paket kan selalu ada suara Sreeeeek. Jadi udah di pastiin abis kedengeran suara itu, dia pasti nangis kesakitan om."


"Udah sana lo, pastiin cicit gua ganda campuran" ucap Leon memberikan izin


Setelahnya, segera saja dia melesat ke kamar pengantin untuk menemui istri tercinta dan melakukan apa yang seharus nya di lakukan sepasang pengantin baru.


"Wiiih cepet bener lari nya, udah gak sabar banget kaya nya tuh bocah" goda Andri


"Kaya gak pernah jadi pengantin baru aja lo Ndri"


"Lah gua mah kalem, mau unboxing aja gua asalamu'alaikum dulu sama goa nya." jelas Andri


"Iyain aja biar cepet." kali ini Leon ikut menimpali


Dan acara pun benar - benar selesai, dengan kebahagiaan yang memancar di seluruh pihak yang terkait. Baik itu para tamu, keluarga, dan yang terpenting sepasang pengantin baru itu sendiri.


🌸 🌸 🌸 🌸 🌸


Aksa dengan tidak sabarannya berjalan menuju kamar pengantin nya. Bahkan lift yang membawanya terasa lambat karna ketidaksabarannya. Hingga suara denting lift menandakan dirinya telah sampai di lantai tempat kamar pengantinnya berada.

__ADS_1


"Yank"


TOK ... TOK ... TOK


CEKLEK


Pintu terbuka, menampilkan wajah bantal Clara yang baru saja bangun setelah tadi dirinya sempat tertidur karna lama menunggu Aksa kembali.


"Tadi tidur ?" tanya Aksa dan di balas anggukan oleh Clara


Fokus Aksa saat ini bukanlah wajah sang istri, tetapi pada pakaian yang istrinya pakai. Sebenarnya Clara tidak memiliki pakaian tidur seperti yang saat ini dia pakai, tapi entah kenapa koper miliknya penuh dengan pakaian seperti yang di gunakannya.


"Abang tau gak ini punya siapa ? Apa koper aku ketuker ya bang ?" tanya Clara


"Gak tau dan gak mau tau, abang sekarang mau buka paket dulu"


"Emang ada paketan ? Kapan abang kurir nya ngater ? Terus abang beli apaan sih ?" tanya Clara lagi yang tidak ada habis nya


"Ssstttt"


Aksa menempelkan telunjuknya di bibir merah muda milik Clara. Tangan satu nya menggapai tangan Clara untuk dia genggam.


"Kamu kado nya"


"Ugh ..." erangan kecil lolos begitu saja saat ciuman Aksa berpindah menelusuri leher jenjang Clara. Meninggalkan banyak jejak kepemilikan sampai kulit Clara yang bersih dan putih hampir saja berganti warna menjadi merah.


"Sayang, kamu seksi banget sih pake baju ini. Sengaja ya godain aku, udah gak sabar mau ketemu Pablo." goda Aksa di sela - sela cumbuannya


"Kan aku tadi tanya, apa koper ini ketuker ? eh kamu malah langsung nyerang aku."


"Aku lanjutin boleh, istri ku ...." tanya Aksa yang langsung mendapatkan anggukan di sertai rona merah di pipi Clara


Aksa pun segera menuntun sang istri untuk menuju ranjang tempat di mana akan menjadi saksi saat Pablo menerobos masuk ke dalam goa hangat milik Maria Marcedez.


"Abang" Clara memanggil suami nya, di saat tangan sang pria meraba halus sekujur tubuh nya di balik baju yang di kenakan.


Aksa melepaskan gaun malam berwarna ungu tersebut, sampai menampakkan dua gundukan yang selama ini dia rasakan dari luar. Nyatanya, malam ini dia dengan mudahnya melihat, meraba, bahkan merasakan langsung gundukan tersebut.


"Ah ... abang" Clara mendesah saat boba berwarna merah muda yang ada pada gundukannya di sesap oleh sang suami. Dia sendiri melihat bagaimana Aksa memainkan boba tersebut, bahkan lidah nya bermain lincah di sana.


"Kamu siap ketemu Pablo"


Clara bersemu atas pertanyaan suaminya. Sedangkan Aksa sudah mulai melepaskan satu persatu pakaiannya, menyisahkan bagian yang hanya menutupi area sensitiv bernama Pablo tersebut.

__ADS_1


"Ready"


Clara mengangguk bersamaan dengan terlepas nya kain penutup terakhir yang melekat di tubuh aksa.


"Wow, kaya singkong ya" ucap asal Clara


Aksa terkekeh dengan ucapan istri nya, lantas dia meraih tangan sang istri untuk dia arahkan ke Pablo yang sudah sangat tegang.


"Kenalan dulu biar dia gak brutal mainnya nanti"


"Hmmmm"


******* Aksa keluar saat tangan halus milik Clara menyentuh Pablo kesayangannya. Dia pun mulai membimbing sang istri untuk memainkan kesayangannya tersebut.


"Ah, yes sayang ... terus"


"Hmmm ..."


Clara melihat ekspresi wajah Aksa yang terdongak ke atas dengan mata yang tertutup dan alis yang saling bertautan. Sampai rasanya, sang suami sudah tidak sabar dan mendorong Clara sampai kembali berbaring di ranjang.


Aksa menyeringai, dan detik berikut nya dia sudah membenamkan kepala nya di antara paha sang istri yang terdapat goa kenikmatan Maria Marcedez.


"Ah" tubuh Clara mencuat ke atas dengan kepala mendongak ke belakang dan mata yang tertutup, saat lidah Aksa bermain di sekitar goa kenikmatan miliknya.


Tangannya mencengkram kuat seprai yang melekat di ranjang mereka. Sedangkan salah satu kakinya berada di belakang kepala Aksa, membuat Aksa semakin dalam membenamkan kepala nya. Sampai akhirnya ...


"Do it, NOW !!!"


"Apa sayang" tanya Aksa


"Do it, babe ..."


Aksa menyudahi permainannya dan mulai menyiapkan Pablo yang sudah siap menyerang.


"Sedikit sakit sayang, kamu yakin mau sekarang"


"Yes"


"Really"


Aksa ternyata sedang mempermainkan sang istri, karna memang ini adalah yang di inginkannya. Melihat Clara mencapai puncak terlebih dahulu, sampai akhir nya dia sendiri yang meminta untuk melakukan.


"Now or Nev ...."

__ADS_1


"Ah"


__ADS_2