
Clara menatap Aksa yang berada dalam pelukannya, melingkarkan tangannya dengan posesif di perut yang hanya tertutup oleh selimut pasca pergulatan panjang mereka berdua.
"Sungguh, aku sangat bahagia menanti hari ini. Penantian bertahun - tahun yang amat menyiksa, membuahkan hasil yang membahagiakan. Terimakasih suamiku ..."
Tangannya terulur menyingkapkan rambut kecil yang menutupi dahi lelaki yang berstatus suaminya itu. Namun, pergerakannya terhenti di kala mata berwarna coklat yang mirip dengan sang ibu mulai terbuka.
"Sudah puas menatap wajah tampan suami mu ini nona."
Aksa bangun dari tidur nya, menyingkap selimut yang menutupi tubuh polos dia dan sang istri, lalu merenggangkan tubuh nya sebelum akhir nya bangkit dan berjalan ke kamar mandi tanpa sehelai pakaian pun.
"O my god ... mata aku tercemari" ucap Clara yang menutup wajahnya dengan kedua tangan
"Gaya kamu, semalem siapa yang minta lagi terus - terusan."
"Cih, aku shalehah gini jadi tercemar gara - gara suami mesum kaya abang, beruntung aku cinta." jawab Clara dengan bibir yang di kerucutkan
Aksa kembali dari kamar mandi setelah mengisi buthtub dengan air hangat, dan aroma esensial beraroma mawar yang sangat Clara sukai.
"Iyain ajalah, demi kesejahteraan Pablo." ucap Aksa
"Dasar mesum, kalau soal keluar masuk goa mah kamu udah khatam banget kayanya."
"Harus dong, ini sekarang mau melancarkan misi untuk mensejahterahkan Pablo." jawab Aksa yang tangannya terulur ke bawah kaki Clara untuk menggendong nya menuju kamar mandi.
Namun Clara menepis, sampai akhir nya dia berbaring kembali dan menarik selimut sampai leher karna di rasa begitu lelah menjalankan kewajiban sebagai seorang istri.
"Aku capek bang, si Maria juga masih sakit tau. Perih - perih gimana gitu dah, jadi mending tidur aja deh." jelas nya sambil memejamkan mata
"Ok kalau gitu, Pablo juga udah siap tempur nih. Kita lakukan ... hmmm ..."
"Tiga ronde lagi juga, aku mah masih kuat kok."
Clara membuka kembali matanya dan mengulurkan tangannya untuk di gendong sang suami menuju kamar mandi.
"Sekarang manja nya nambah ya kamu"
"Biarin aja, sama suami sendiri ini" Ucap Clara menjulurkan lidah nya
30 menit waktu yang mereka butuhkan untuk melakukan ritual mandi dan berendam dalam arti yang sebenarnya.
"Mau makan siang dimana sayang" Tanya Aksa dengan melingkarkan tangannya di pinggang sang istri yang sedang berdandan di depan cermin
"Emang abis ini mau kemana ?"
"Jam dua siang nanti pesawat kita take off" Ucap Aksa tanpa melepaskan pelukannya
"Labuan bajo kan"
"Sesuai permintaan nyonya Aksa" Jawab nya yang membuat rona merah di wajah Clara
"Ke rumah mommy dulu lah, mereka juga pasti kumpul di sana. Nanti kita berangkat dari sana sekalian pamit."
"Ok"
__ADS_1
CUP
Kecupan Aksa berikan di pipi sang istri dan segera melepas pelukannya untuk membereskan koper yang semalam mereka bawa.
🌼 🌼 🌼 🌼 🌼
Tidak butuh waktu lama untuk mereka sampai di kediaman orang tua Aksa, dan ternyata memang rumah tersebut masih ramai akan para saudara yang datang dari luar kota.
"Mamah" Panggil Clara begitu melihat Vivian
"Sayang, kamu sendiri ?"
"Enggak, sama abang lah. Masa abis di enggak - enggak udah jadi janda aja aku." Ucap Clara asal
TAK
Sentilan di kening, Aksa berikan begitu ikut bergabung dengan sang istri setelah tadi sempat menggambil makanan terlebih dahulu.
"Di jaga bicara nya sayang"
BUK
BUK
Dua bantal melayang ke arah Aksa yang dengan mudahnya dia hindari, dan pelakunya siapa lagi jika bukan mertua dan opah mertua nya sendiri.
"Jahat banget papah mertua sama opah mertua." Goda nya dengan memberikan kerlingan mata pada dua orang tua di depannya
"Ke kantor sama opah, ketemuan sama Rian Notonegoro."
"Ada apa lagi ?"
Flashback
Setelah berpamitan kepada Alex dan calon pengantin, Putri beserta Raisa pulang dengan di antar Alisha dan Aska. Namun, di pertengahan jalan mobil yang mereka tumpangi di hadang oleh sebuah jip.
Aska yang berada di balik kemudi pun menghentikan laju mobilnya. Memperhatikan setiap orang yang berdiri di depan jip tersebut.
"Di dalem ada perempuan"
"Nyonya Dania" Ucap Alisha yang dengan mudahnya menebak
Dia mengeluarkan pistol dari dalam dashbor dan memasukkan nya ke dalam belakang celana di balik gaun yang di kenakannya dan memberikan satu lagi ke Aska.
"Lo bisa pake nya bang ?" Tanya Alisha meremehkan
"Jir, lo ngeremehin gua"
"Yakali gitu" Ucap Alisha dengan kekehan kecilnya
"Udah siap banget lu pake daleman celana, biar gampang nyimpen ginian."
"Kalo bukan karna abang gua yang nikahan, ogah gua pake gaun ginian. Kuy lah, pengen cepet balik nih gua udah gak betah beginian." ajak Alisha yang sudah tidak sabaran
__ADS_1
Alisha dan Aska turun dari mobil, tapi sebelumnya mereka sudah menghubungi Rio dan tim yang berada di belakang sana melalui smart watch.
"Selamat malam nyonya Dania" Sapa Aska
"Malam Aska"
"Ada keperluan apa sampai membuat nyonya menghadang mobil kami." Tanya Aska masih dengan sopan
"Saya hanya sedang menunggu kakak ipar dan keponakan saya saja. Apa mereka ada di dalam sana ?"
Dania menunjuk mobil yang ada di depannya, lalu beralih ke arah Aska yang masih terlihat santai.
"Ini sudah terlalu malam, nyonya dapat berkunjung ke rumah saya besok pagi jika ingin bertemu mereka." Jelas Aska
"Anak ini sopan sekali, lalu anaknya yang mana yang di katakan anak buah ku."
"Hati - hati dengan wanita itu nyonya. Dia anak Alex yang kami ceritakan." Bisik salah satu anak buah yang Dania bawa
"Nanti saya akan berkunjung di lain waktu bersama suami saya. Tapi sekarang, saya sudah sangat merindukan mereka. Jadi, keluarkan mereka karna saya ingin bertemu."
"Astaga, drama banget sih nyonya. Saya sampai mual sendiri denger obrolan kalian."
"Lo juga bang, segala ikutan basa basi segala."
Alisha yang sudah tidak sabar akhir nya angkat bicara, dan ucapannya sukses membuat Dania terpancing.
"Nyonya kalo mau ketemu besok aja, saya udah capek banget ini mau rebahan. Di kira pesta kaya begitu gak capek apa, mana pakai gaun sama hak tinggi gini. Berasa cewek banget gak sih gua bang."
"Astaga" Ucap Aska menepuk jidatnya mendengar setiap ucapan Alisha yang seperti menantang orang di depannya.
"Yasudah, kalau begitu keluarkan mereka dan kalian dapat segera pergi dengan cepat agar bisa beristirahat."
Alisha dengan lantang nya maju ke depan dan mensejajarkan dirinya dengan Dania. Menatap lekat - lekat wajah wanita di depannya.
"Kalau gua gak mau gimana ?"
"Pastinya saya akan dengan mudahnya membawa mereka." ucap Dania dengan percaya diri
"Silahkan kalau bisa"
Dania tersenyum lalu mulai melangkahkan kakinya ke arah mobil dimana Putri dan Raisa berada. Sampai, suara interupsi Alisha menghentikan langkahnya.
"Tapi jangan salahkan saya jika besok nyonya akan mendengar berita buruk tentang video di masa lalu yang sudah nyonya tutupi bertahun - tahun lamanya."
**Berlanjut ...
Alisha sama Rio suka banget nyebarin video masa lalu para musuh yang mau nyerang. Udah gitu video nya yang begituan mulu lagi, author curiga mereka nonton duluan sebelum di sebar ...
Rio : Gua timpuk pake terong mau lo thor
Author : Kalo terong nya mas Rio sih author mau banget
Alisha : Gua tembak pake tembakan air lo berani kenalan sama terong gua**
__ADS_1