Aksa & Clara : Story Of Love

Aksa & Clara : Story Of Love
Gaun


__ADS_3

Jam kantor telah selesai, namun Aksa dan Clara masih saja betah di dalam ruangan Aksa. Apa yang sedang dilakukan ? Yang pasti tidak jauh dengan sosor mensosor ala abang Aksa, tapi hubungan mereka hanya sebatas itu. Aksa tidak mau mengotori Clara lebih jauh sebelum mereka benar - benar sah.


"Udah ah, udah sore ini. Nanti juga ketemu lagi di rumah daddy,"


"Yank, sebulan lagi gimana ?" ucap Aksa tiba - tiba


Clara yang tau maksud Aksa pun diam untuk memikirkannya. Memikirkan segala persiapan pernikahan yang tidak hanya sedikit. Sebenarnya Clara menginginkan hari pernikahan di adakan setelah sidang keputusan untuk Marcel. Tapi jika di lihat dan pikirkan, calon suami nya tersayang ini sudah tidak sabaran untuk mengunboxing dirinya.


"Abang udah gak tahan banget ya ... emmmm abang mau nikah sama aku bukan cuman karna mau itu aja kan." tanya Clara


Aksa saat itu sedang duduk bersandarkan kepala sofa yang dia duduki segera menegakkan tubuhnya dan menatap dalam manik mata Clara.


"Kalo abang seperti itu sudah sedari kemarin abang merenggut kesucian kamu. Tapi ini apa ? sebisa mungkin abang menahannya, apalagi saat kamu menggoda abang di sini. Bisa saja kan saat itu abang gelap mata akan nafsu dan membobol si Maria Marcedez disini."


Clara sejenak terenyuh dalam ucapan Aksa yang di tujukan untuk meyakinkan dirinya.


"Yaudah kalo abang mau nya begitu, nanti di rumah kita bahas lagi sama orang tua kita."


"Lagian kan ada WO yank, sisanya biar orang - orang opah sama daddy aja yang ngurus. Mereka pasti akan ikut turun tangan, belum lagi para emak - emak rempong di rumah tuh mereka juga gak akan mau kalah deh pasti itu." ucap Aksa


Sedang asik membahas pernikahan, dering telfon Clara berbunyi dan menampilkan nama Opah Tersayang.


"Iya opah"


"Pulang kak, ngapain masih di kantor, di ruangan dedemit kantor lagi." titah Leon


"Sabar om, nanggung nih. Ah ...." goda Aksa


"Aksa, lo mau gua sunat sampai habis, berani lo sentuh - sentuh cucu gua." kesal Leon


Aksa terus menggoda Leon di dalam telfon sampai telfon itu sendiri berhenti dan ternyata sambungan sudah di matikan oleh Leon. Sementara Aksa dan Clara sudah sampai di parkiran, dimana mobil mereka terparkir.


Grup Chat Anak Kece


Aska : Gua ajak Marisa ya


Alisha : Abang beneran sama Marisa nih, emang daddy setuju gitu

__ADS_1


Aska : Masa mau berbuat baik aja daddy marah, tenang aja sih daddy kan punya pawang


Clara : Haish dasar kalian saudara kembar sama - sama ngebet kawin


Alisha : Abang gua mana Ra, lo kekepin apa gimana


Clara : Ada nih lagi nyetir, jangan di ganggu nanti dia oleng kek otak sama mulutnya


Aska : Mesum


Alisha : Mesum


Obrolan selesai, sementara Aksa dan Clara segera melaju ke rumah Leon untuk mengantar Clara sebelum nanti malam mereka bertemu.


 -----------------


"Lo ngapain sih suruh gua kesini ka" kesal Marisa yang saat itu sudah berada di loby Antara Group.


"Permisi mbak, Aska nya ada"


Resepsionis itu pun melihat dan menatap Marisa dengan sangat intens. Bahkan tidak hanya resepsionis itu, tapi semua karyawan yang saat itu belum pulang pun menatapnya dengan sangat tajam. Mereka tau jika wanita di depannya adalah wanita yang sudah mengacaukan acara pertunangan saudara kembar boss nya.


"Marisa"


Rere segera menelfon ke sekertaris Aska untuk menanyakan tamu atas nama Marisa. Sekertaris Aska yang sudah di beritahu jika akan ada yang datang untuk menemui nya di kantor pun segera mengiyakan dan meminta Rere untuk mengantarnya ke ruangan Aska.


"Mari mbak saya antar"


Mereka berdua masuk ke dalam lift, dan memencet tombol angka dimana ruangan Aska berada. Sesampainya di tempat ruangan Aska, kedatangannya sudah di sambut oleh Bimo, sekertaris Aska.


"Sore nona Marisa, nona sudah di tunggu tuan di ruangannya."


Marisa hanya mengangguk, sementara Rere segera turun ke bawah untuk bersiap pulang setelah di berikan kode oleh Bimo.


"Tuan, nona Marisa sudah datang"


Walaupun Aska hanyalah seorang general manager, tapi semua karyawan menghormatinya karna mereka tau jika Aska adalah anak pemilik perusahaan tempat mereka bekerja.

__ADS_1


"Terimakasih Bimo, kamu sudah boleh pulang"


"Baik tuan, saya pamit"


Setelah sekertaris nya itu pergi, Aska meminta Marisa untuk duduk. Sementara dirinya yang masih duduk di kursi kerja nya ikut berpindah untuk duduk di samping Marisa, dengan membawa kotak berwarna merah lalu di letakkan di depan Marisa.


"Apalagi sih ini Ka"


"Buka aja kalo mau tau mah" balas Aska


Marisa membuka kotak yang tadi di bawa oleh Aska. Sebuah gaun berwarna biru gelap, wara kesukaan Marisa yang sengaja Aska beli untuk Marisa kenakan saat ke rumah orang tua nya nanti.


"Buat apa ?" tanya Marisa


"Ada acara di rumah, abang adik gua bawa pasangan. Ya kali gua gak bawa, tengsin lah gua di bilang gak laku "


Ingin rasanya Marisa tertawa, tapi sedetik kemudian dia merasa tidak pantas untuk kembali datang ke keluarga Alex. Apalagi jika memang nanti nya dia dan Aska terlibat hubungan yang lebih jauh dari saat ini.


"Apa gua masih pantes nampakin muka gua di hadapan keluarga lo. Gua malu ka, nyokap gua punya masalalu sendiri dengan bokap lo. Sementara bokap gua, sekarang aja masih belum tau ganjaran apa yang pantas buat bokap." jelas Marisa


"Gua gak terima penolakan"


"Kalo pun lo gak terima penolakan, tapi seenggaknya lo tau gimana perasaan gua saat ini Ka." ucap Marisa dengan sendu


"Ya makanya lo dateng dan lo liat gimana reaksi bokap nyokap gua dan semua orang yang ada di sana nanti. Jangan suka insecure deh, toh yang salah nyokap bokap lo bukan diri lo sendiri kan."


Akhirnya Marisa pun mengiyakan ajakan Aska dengan sangat terpaksa. Tapi sebelumnya dia meminta izin terlebih dahulu pada Bella agar mamahnya tidak kembali cemas akan anak perempuannya.


"Yaudah lo bersih - bersih aja di ruangan bokap gua, cuman ruangan bokap yang ada kamar dan kamar mandi di dalam."


"Hah"


"Udah ayo buruan, keburu sore banget ini. Lo mau di kira satpam kantor abis gua apa - apain di sini."


Marisa mengikuti langkah Aksa untuk berjalan ke ruangan Alex yang berada di lantai paling atas perusahaannya. Sepanjang perjalanan, mereka berdua hanya saling diam. Tapi di jantung mereka tidak dapat membohongi bagaimana perasaan mereka saat ini.


Jangan sampai perkara gaun doang aja bikin si iman yang selalu kokoh jadi lembek macem kue cucur.

__ADS_1


Abang Aska kalo Marisa gak mau sama abang, author siap kok buat gantiin Marisa. Eh, apa si Clara juga mau berpaling nih, dah author mah selalu siap menunggu single nya abang - abang tamvan kesayangan author.


__ADS_2