
Dengan kemampuan minumnya, pria tua ini sangat sulit menemukan lawan. Hari ini akhirnya dia bisa minum dengan senang, “Bawakan Dewa Mabuk aku ke sini.”
Belum sesaat, masuk seorang wanita tua dengan guci alkohol yang masih tersegel kain merah dan lumpur yang sudah mengeras. Ketika Lesti membuka segelnya, bau alkohol menyebar ke seluruh ruangan.
“Alkohol yang enak!”
Sang Penakluk Dunia memiliki segala jenis alkohol yang enak. Wahyu memiliki hidung yang peka, hanya mencium baunya dia tahu bahwa harga alkohol ini tidak murah, bahkan tidak lebih jelek dari Lafite yang berumur tua. Dia tiba-tiba keceplosan, “Pria tua, itu itu alkohol yang bagus loh, kamu yakin?”
“Wahyu…”
Sapaan Wahyu tadi membuat Yitno berempat hampir kencing di celana, mereka langsung berdiri dari kursi.
“Wahyu…”
Lesti menarik ujung baju Wahyu, tetapi semuanya sudah terlambat. Dia langsung membela Wahyu karena ketakutan, “Ayah, anak kecil memang tidak pintar bicara, kamu jangan marah loh.”
Pria tua langsung melotot, “Marah kenapa, apakah kalian mengira aku tidak punya perasaan?”
Kemudian dia melihat ke Wahyu dan berkata, “Anak muda, mata yang bagus. Dengan mata yang sebagus itu, kamu berhak meminum alkohol ini. Bawakan lagi satu guci.”
Lesti dan yang lain ingin menahannya, tetapi sudah terlambat. Wanita tua yang terlihat sangat biasa sudah berlari masuk dengan guci alkohol yang baru lagi.
Pria tua langsung membuka segelnya dan berkata, “Anak muda, kemarilah. Kita satu orang satu guci, lihat siapa yang tumbang duluan, mulai sekarang dia tidak boleh menyentuh alkohol lagi.”
Bagi pria tua ini, tidak minum alkohol adalah hukuman paling besar baginya.
Wahyu tertawa, “Pria tua, tenang saja, orang yang tumbang duluan pasti bukan aku.” Dia mulai mengangkat guci dan meneguknya seperti minum air, dia menghabiskan satu guci Dewa Mabuk dalam sekali tegukan.
Dia terlalu ceroboh.
Dewa Mabuk bukanlah alkohol biasa, tidak kala dengan Bidadari Mabuk milik Raja Pengemis. Yang paling penting adalah Wahyu pertama kali minum alkohol seperti ini, sama sekali tidak memiliki pertahanan diri. Jangankan dia sudah meminum Mortier sebanyak 1 liter lebih di awal, walaupun tidak ada 1 liter lebih Mortier itu, Wahyu juga pasti tumbang.
Tetapi kesadaran Wahyu tidak seperti orang biasa.
Walaupun sudah minum satu guci alkohol dan tahu akan berakhir buruk, dia berusaha menahan diri dan menunggu pria tua tumbang duluan.
Tetapi ketika menunggu lama, Wahyu tidak berhasil menunggunya
5 menit kemudian, pria tua sama sekali tidak bermaksud untuk minum alkoholnya, dia hanya menatap Wahyu dengan dingin.
__ADS_1
“Pria tua sialan, kamu berani menipuku.”
Wahyu menunjuk ke arah pria tua dengan jari telunjuknya, karena tidak bisa menahan diri lagi, tubuhnya akhirnya terjatuh dan tergeletak di atas meja.
“Anak muda, kamu masih terlalu jauh untuk bertanding denganku.”
Ketika Wahyu tumbang, pria tua menatapnya dengan rendah dan memarahinya. Kemudian berkata kepada wanita tua di sampingnya, “Simpan kembali alkoholnya, aku minum pelan-pelan.”
Kalau Wahyu masih sadar, dia mungkin akan memarahinya.
Setelah wanita tua itu keluar, pria tua langsung melotot ke arah Yitno dan yang lain, “Kenapa kalian tidak pergi, apa yang kalian tunggu?”
Lesti berkata, “Ayah, dia masih kecil, kamu tidak boleh nakal.”
Empat bersaudara ini hampir kencing di celana, terlalu menyeramkan. Ketika Wahyu memanggilnya pria tua, mereka berempat hampir saja berdiri dan kabur dari sini.
Hampir 100 tahun, siapa yang berani berbicara seperti ini dengan pria tua. Pukulan dan cambukan hanyalah hukuman ringan, Lesti sangat khawatir dengan Wahyu.
Pria tua tersenyum dingin dan berkata, “Kalau aku ingin membunuhnya, kenapa harus menghabiskan waktu seperti ini. Kalian berempat cepat pergi dari sini.”
“Ayah, kami masih belum makan.”
Mereka berempat tidak ingin pergi.
Mereka berempat langsung berdiri dan pergi dari sini.
Setelah sesaat, wanita yang membawa guci alkohol tadi berjalan masuk. Dia berdiri di samping pria tua dan berkata dengan serius, “Tuan, apakah masih sama seperti tahun lalu?”
Iya!
Pria tua mengangguk, wanita tua yang terlihat hampir berumur 80 tahun itu berkata, “Tuan, biarkan masa lalu berlalu. Kenapa anda masih saja tidak bisa melepaskannya? Anda juga tahu, dia sudah pergi, 20 tahun lebih! Tidak mungkin akan muncul kembali lagi…”
Wanita tua datang ke hadapan Wahyu dan melepaskan kancing Wahyu, kemudian melepaskan bajunya.
“Ini???”
Ketika baju Wahyu dilepaskan, wanita tua itu berteriak saking kagetnya. Dia terus menatap punggung Wahyu.
Pria tua di belakangnya juga tentu melihatnya. Dia mundur hampir 7 langkah ke belakang dan hampir duduk di lantai…
__ADS_1
“Tidak mungkin, ini tidak mungkin.”
Tubuh pria tua itu sedikit gemetar, dan bibirnya yang bergetar membuatnya sulit untuk berbicara, untuk mencegahnya jatuh, dia berjalan beberapa langkah dan menopang dirinya ke atas meja.
Setelah beberapa saat kemudian, wanita tua itu berkata, “Tuan, apakah mungkin ini kebetulan?”
Pria tua itu seperti menua belasan tahun, punggung yang selalu tegak langsung turun, dia menggelengkan kepalanya terus menerus, “Tidak mungkin, kamu keluarlah dulu. Aku ingin menenangkan diri sebentar.”
“Baiklah!”
Setelah wanita tua itu keluar, pria tua bertepuk tangan sekali dan di ruangan itu muncul seseorang. Pria tua lalu berkata, “Periksa identitasnya.”
Orang itu berkata, “Sudah diperiksa, sama sekali tidak ada jejak. Kami curiga dia memiliki hubungan dengan Sang Penakluk Dunia.”
“Sang Penakluk Dunia?” Kata pria tua sambil mengerutkan keningnya.
Pria tua itu berkata, “Sang Penakluk Dunia, muncul belasan tahun lalu. Mereka berkembang dengan cepat, hanya dengan waktu 10 tahun, mereka berhasil berdiri sejajar dengan Yakuza dan Sindikat Capone.”
Peta Distribusi kekuasaan mereka kurang lebih sama dengan kahyangan di area Asia kita.
Mereka memiliki sangat banyak bawahan siap mati. Menurut informasi yang kita dapatkan, ada pembunuh kelas rendah, kemudian pembunuh kelas tinggi ada 12 Peri Bunga dan pembunuh kelas legenda ada 4 Jenderal Perang.
Ada juga beberapa senior, Penguasa Agung, Antartika Agung dan Bintang Putih Agung. Kultivasi mereka tidak kalah dari kedua guruku.
Termasuk beberapa orang jenius, aku dengar ada seseorang yang bernama Lupin, bukan hanya jago dalam segala bangunan, bahkan dia juga jago jurus formasi yang legendaris.
Seorang dokter hebat yang bisa membangkitkan kembali orang mati.
Seorang ahli strategi yang selalu memakai topeng dan tidak bisa terlihat tampang aslinya. Tetapi strateginya menentukan kemenangan mereka.
Itu hanyalah tampak luar, di dalam internal Sang Penakluk Dunia yang misterius, mungkin saja memiliki banyak hal yang tidak diketahui orang luar. Seperti rudal jelajah, ataupun operasional teknologi hitam.
Lalu, mereka juga memiliki banyak penelitian tentang pengembangan pertanian.
Sang Penakluk Dunia adalah nama sebuah grup organisasi gelap di barat, tetapi juga julukan bagi pemimpinnya. Kelahiran Sang Penakluk Dunia tidak bisa dilacak dan bahkan tidak ada dokumen satupun.
Orang ini berumur berapa, tidak tahu. Lulus dari sekolah apa, tidak tahu. Kondisi keluarga, tidak tahu.
Tetapi orang ini terkenal dingin dan haus membunuh, dia sangat terkenal di dunia gelap barat. Pernah salah satu anak buahnya tertangkap oleh grup Yakuza, sampai matipun anak buah itu tidak membocorkan rahasia Sang Penakluk dunia, pada akhirnya dia mati karena kelaparan.
__ADS_1
Demi membalaskan dendam seorang anak buah biasa, Sang Penakluk Dunia masuk ke markas Yakuza sendirian, dia membunuh 122 jenderal Yakuza, ratusan anak buah lainnya. Pada akhirnya memaksa raja Yakuza yang bernama Zeus turun tangan, setelah memasang ratusan jebakan, tetap tidak bisa menangkapnya.
Pada akhirnya, Sang Penakluk Dunia bisa mundur dengan aman.