Aku Dicintai 7 Kakak Cantik

Aku Dicintai 7 Kakak Cantik
Musuh Semua Orang


__ADS_3

Wahyu sudah sangat lapar, semalam dia pingsan dari siang, malam tidak makan, pagi juga tidak makan. Sampai sekarang ini, dia sudah kelaparan sampai menggigil.


Tangan kiri memegang satu paha ayam dan dimasukkan ke dalam mulut, tangan kanan memegang gelas dan langsung meminumnya. Kemudian, menarik nafas dalam-dalam, segar sekali!


7 wanita cantik di meja itu bengong melihatnya, orang ini sudah tidak makan berapa lama sih.


Wahyu memberi perintah sambil makan,“Sini sini sini, aku suka udang. Kawan, tolong bantu geser piringnya ke tempatku dong.”


Dia menunjuk wanita yang duduk di depannya, wanita itu langsung merasa kesal, dia memarahinya dalam hati. Dia juga suka makan udang, jadi sengaja digeser ke depan matanya. Setelah mendengar teriakan Wahyu, dia pura-pura tidak dengar dan tidak mau bergerak.


Wahyu mengulurkan tangannya, “Maaf, biar aku sendiri saja.”


Dia langsung berdiri dan menggeser piring udang ke depannya tanpa sungkan.


Ngomong-ngomong meja ini bisa diputar, kenapa harus kamu angkat dan letak di depanmu, apa maksudnya?


Selanjutnya, beberapa wanita melihat Wahyu mengambil piring udang ke depannya, kemudian dituang semua ke dalam piringnya sendiri tanpa basa-basi.


Wahyu mengambil satu ekor udang dan memasukkannya ke dalam mulut, setelah mengunyahnya beberapa kali, dia langsung menelannya tanpa memuntahkan kulitnya.


Astaga!


Beberapa wanita yang ada di sana menatap Wahyu seperti menatap monster. Mereka tidak pernah melihat cara makan seperti ini.


Di saat yang sama, teman-teman di meja lain juga kaget.


Karena yang duduk di meja ini semuanya adalah wanita cantik, jadi teman-teman lain terus melihat ke meja ini dan kebetulan melihat cara makan Wahyu.


Beberapa dari mereka langsung tidak tahan, Wahyu seketika menjadi musuh semua orang.


“Dasar orang miskin.”


“Orang apaan itu, kayak ngak pernah makan di luar saja.”


“Serius deh, dari mana Kak Monita dan Yara mendatangkan orang seperti ini?”


“Lihat cara makannya itu, kayaknya sudah lama ngak makan.”


“Buset, orang seperti itu malah duduk bersama 3 wanita paling cantik di kelas, sangat menyebalkan.”

__ADS_1


“Teman-teman, hajar dia, kasih dia pelajaran.”


Beberapa pria di meja lain saling bertatapan, kemudian seorang anak muda yang duduk di meja samping Wahyu berdiri, dengan tubuh besar dan wajah berbentuk kotak, dia menunjuk ke arah Wahyu, “Hei, kawan.”


Wahyu sedang sibuk makan dan tidak memperhatikannya. Monita dan Yara yang duduk di samping Wahyu langsung menyenggolnya dengan siku, “Ada yang manggil tuh, oi oi! Jangan makan lagi!”


Hm?


Wahyu kemudian mengangkat kepalanya.


Pria yang besar dan tinggi itu merasa kesal, dia tidak pernah melihat orang yang begitu tidak tahu malu.


Siapa orang ini? Kampungan sekali. Betul juga, lihat saja penampilannya itu, seharusnya dia tidak pernah makan makanan mewah. Dia menunjuk Wahyu dan berkata, “Bro, kita pertama kali bertemu ‘kan?”


Wahyu mengangguk, “Iya.”


Pria dengan wajah kotak berkata, “Namaku Justin, aku ketua kelas dari kelas desain 86. Aku akan bersulang denganmu mewakili kelas kami, dalam kesempatan ini, kita bisa saling berkenalan.”


Wahyu berkata, “Oke, oke! Namaku Wahyu.” Dia kemudian mengambil segelas air dan menghabiskannya, “Maaf, aku tidak bisa minum alkohol.”


Wajah Justin langsung berubah, “Wahyu, aku bersulang dengan alkohol, bukan dengan air putih.”


Wahyu berkata, “Bro, aku benar-benar tidak bisa minum.”


Sialan! Kenapa malah menyangkut harga diri pria?


Wahyu menatap Monita, dia benar-benar tidak ingin minum, karena minum dengan orang-orang ini, tidak seru.


Monita berusaha membantunya, “Justin, Wahyu benar-benar tidak bisa minum.”


Bukan untuk melindungi Wahyu, tapi Monita merasa minum alkohol adalah sebuah pemborosan bagi Wahyu.


Bocah ini sudah bisa minum 1 guci besar Bidadari Mabuk sejak umur berapa tahun, dan mereka bersaudara hanya minum sedikit saja sudah langsung pingsan.


Dengan perbandingan seperti itu, kemampuan minum Wahyu lebih besar seratus kali lipat dari mereka. Saat itu Wahyu masih kecil, sekarang dia sudah 20 tahun, kemampuan minum bocah ini pasti tidak bisa diperkirakan.


 Jadi alasan dia tidak ingin Wahyu minum, karena hanya buang-buang minuman saja.


Tetapi Justin terus memaksa,“Mon, kamu tidak perlu membelanya. Aku sudah mengangkat gelasnya, jadi tidak mungkin diletakkan lagi.”

__ADS_1


“Mon, begini saja, kamu yang minum untuknya juga oke. Namun, Wahyu, emang kamu ngak malu dibantu seorang wanita?”


Karena terus dipaksa, Wahyu mulai merasa kesal.


Justin berkata menunjuk ke arah Monita, sedangkan Wahyu hanya bisa tersenyum dingin dan berkata, “Kalau begitu, aku akan temani kamu minum.” Selesai berkata, dia mengangkat gelas alkoholnya dan langsung meneguknya sampai habis.


“Bagus, akhirnya kamu minum juga.”


Justin menatap Wahyu dengan tatapan merendahkan. Kemampuan minumnya termasuk hebat di antara teman-teman lain.


Dia juga mengangkat gelasnya dan menghabiskannya, “Wahyu, berdasarkan peraturan di Indonesia, setiap kali bersulang harus 3 gelas. Aku akan bersulang untuk gelas kedua.”


Justin langsung meneguknya.


Ini adalah cara paling sombong dalam bersulang, aku sudah menghabiskannya, kalau ngak sanggup, kamu tidak perlu menghabiskannya.


Wahyu tidak berdaya, dia mengangkat gelasnya dan langsung diminum.


“Sini sini sini, habis 3 gelas, kita sudah bisa dibilang kenal.”


 


Justin juga meneguk gelas ketiga dengan susah payah. Setelah meletakkan gelasnya dan bersiap untuk duduk, Wahyu tiba-tiba berkata, “Bro, di Indonesia juga ada pepatah, kita harus membalas kebaikan orang lain. Kamu bersulang 3 kali untukku, jika aku tidak bersulang 3 kali denganmu, itu artinya aku tidak baik. Sini sini sini, kita ulangi 3 gelas lagi.”


Uhm...


Justin jadi bengong, tujuannya sangat jelas. Dia yang memulai duluan, kemudian orang lain akan bergilir bersulang dengannya, setelah beberapa orang, maka Wahyu pasti akan tumbang.


Tidak disangka, Wahyu malah menyerangnya, dia tahu jelas dengan kemampuan dirinya. Dia hanya bisa minum 3 gelas saja.


Tapi acaranya baru dimulai, apa yang harus dia lakukan sekarang?


Justin ingin melambaikan tangan dan menolaknya. Namun, sebelum sempat bicara, Wahyu sudah tersenyum dan berkata, “Justin, ini adalah Mortier yang berharga jutaan rupiah, jarang ada lho, sebagai seorang pria, mana boleh tidak bisa minum alkohol. Hari ini kalau kamu tidak meminumnya, kamu bukanlah seorang pria.”


Ucapannya langsung memukul balik Justin.


Wajah Justin menjadi merah,“Siapa yang bilang aku tidak minum lagi, tuang.”


Wahyu tertawa senang, “Oke, aku suka orang seperti ini, tuang.”

__ADS_1


Yara menyenggol Wahyu dengan sikunya dan berkata, “Bocah, kamu jangan bodoh. Kalau kmu terus bersulang dengannya, terus gimana dengan yang lain?”


“Tenang saja, kamu hanya perlu menuangkannya.”


__ADS_2