Aku Dicintai 7 Kakak Cantik

Aku Dicintai 7 Kakak Cantik
Sangat Mudah Dihancurkan


__ADS_3

Detik selanjutnya, Wahyu langsung berlari ke antara 2 pelayan itu dan menarik rambut mereka bersamaan, kemudian menabrakkan kepala mereka bersama-sama.


Pong!


Mereka langsung terjatuh ke lantai.


“Aku akan menghancurkanmu.”


Sederhana dan mudah untuk mengalahkan 2 orang itu. Wahyu tiba-tiba muncul di depan Andre dengan cepat.


Sebagai anak dari salah satu 4 keluarga besar, Andre juga termasuk seorang ahli bela diri. Namun, di hadapan Wahyu, dia hanyalah orang tidak berguna.


Baru ingin mengangkat tangannya, tiba-tiba tubuhnya merasakan sakit yang luar biasa. Seperti ada sesuatu yang diremukan disusul oleh suara remukan, kemudian tubuhnya terbang keluar.


Aaahh…


Andre berteriak kesakitan di lantai, alat kelaminnya sudah dihancurkan oleh Wahyu. Dia sudah tidak berjodoh lagi dengan wanita.


Wahyu menunjuk kepada beberapa pelayan yang tersisa,“Pergi dari sini, hari ini aku tidak ingin membunuh, bawa 3 sampah tidak berguna ini dan pergi dari sini. Dalam hitungan ketiga, menghilang dari hadapanku.


“Satu…dua…”


“Kami akan pergi.”


Beberapa pelayan ini adalah orang yang dibayar oleh Andre, mereka tidak pernah melihat hal seperti ini. Satu kata dari Wahyu langsung membuat Andre dan kedua pelayan lainnya dibawa keluar oleh mereka dengan cepat.


Prok prok...


Suara tepukan tangan memenuhi seisi aula.


Semuanya adalah suara tepuk tangan para wanita.


Para pria hanya bisa merasa iri.


Di dalam mata mereka, Wahyu hanyalah orang tidak berguna, tidak disangka dia malah berani melawan.

__ADS_1


Masalahnya, ketika Wahyu memeluk Yara dan menciumnya, semua orang merasa kesal. Mereka ingin sekali berganti posisi dengan Wahyu, kenapa bukan aku!


Tiba-tiba banyak orang yang mengeluh.


Yara berbeda, perasaannya menjadi lebih baik. Dia terlihat sangat senang, lalu dia segera berkata, “Teman-teman, acara makan sudah selesai. Selanjutnya masih ada yang lain, aku sudah menyiapkan KTV, kalian bisa bermain sepuasnya. Semua biaya hari ini, aku yang…salah, dia yang bayar.”


Yara menunjuk ke arah Wahyu, Wahyu tersenyum jahat, “Yara, kamu lagi mengambil keuntungan pribadi.” Dia menggunakan kesempatan ini untuk mencubit pantat Yara.


“Bajingan, dasar bajingan.”


Santika yang berada jauh dari sini tidak berbicara, melihat Wahyu dan Yara sedang bermesraan, dia hanya terlihat kesal dan pergi dengan cemberut.



Hotel Surabaya


Lantai 6.


Di sebuah ruangan mewah yang sangat besar.


Lampu neon warna-warni menerangi ruangan besar ini.


Makan malam hanyalah pembuka pesta.


Ini baru pesta yang sebenarnya.


Untuk apa mengikuti pesta, sejujurnya hanyalah pria dan wanita duduk bersama dan saling berpelukan, kemudian melakukan hal-hal yang berani dipikirkan, tapi tidak berani dilakukan seperti biasanya.


Semua yang tidak bisa mereka dapatkan dalam kehidupan, mungkin saat ini adalah kesempatan untuk mendapatkannya dan memutuskan penyesalan dalam hati.


Dalam hal ini, wanita lebih mendesak daripada pria.


Tetapi, para teman-teman kelas desain sepertinya tidak ingin melepaskan Wahyu. Karena Wahyu sudah terlalu merebut perhatian tadi, jadi dia membuat mereka tidak nyaman.


Ketika Wahyu dan Monita sedang duduk di sofa dan berbicara, datang sepasang pria dan wanita yang tidak memiliki niat baik.

__ADS_1


Wanita itu termasuk cantik, rambut panjang dan pinggang ramping. Namun, tidak bisa dibandingkan dengan para wanita cantik kenalan Wahyu. Dia memegang tangan pria itu dan datang ke depan Wahyu dan Monita, sambil tersenyum dan berkata, “Kak Mon, kamu makin cantik saja.”


Pria itu juga berkata, “Mon, lama ya ngak ketemu.”


Monita memegang tangan Wahyu dan berdiri, “Wahyu, kenalin, mereka berdua temanku, Veronica dan Tommy.”


Monita menunjuk yang wanita dulu, kemudian menunjuk pria.


Wahyu tersenyum, “Salam kenal, salam kenal.”


Matanya sangat tajam, dia segera menganalisis hubungan antara 3 orang ini.


Tatapan Tommy kepada Monita terlihat tegang, di saat yang sama juga ada perasaan kecewa.


Itu berarti Tommy menyukai Monita, mungkin saja pernah mengejarnya.


Lalu Veronica, walaupun dia tersenyum, tapi tidak bisa menutupi rasa rendah dirinya. Terutama saat sedang berbicara dengan Monita, dia sengaja berpura-pura lebih unggul dari orang lain.


Hal ini menunjukkan bahwa wanita ini merasa minder dengan Monita di dalam hatinya, tapi dia tidak mau menerimanya. Sehingga ingin mencari kesempatan untuk menekan Monita dan melepaskan keluhan dalam dirinya.


Lalu, saat Monita melihat 2 orang ini, ekspresinya santai seperti biasa. Dia sama sekali tidak menganggap mereka, itu berarti Monita tidak pernah menyukai pria ini.


Kesimpulannya adalah Tommy pernah menyatakan cinta kepada Monita, lalu ditolak oleh Monita. Kemudian Veronica kebetulan menyukai Tommy dan Tommy menyetujuinya.


Lalu, saat Veronica mendapatkan Tommy, dia merasa dirinya tidak bisa dibandingkan dengan Monita karena dia mendapatkan barang yang dibuang oleh Monita.


Karena itu, dia ingin membuktikan bahwa dirinya lebih kuat dari Monita, dan pria ini juga tidak sebodoh yang dipikirkan oleh Monita.


Wahyu tidak menyukai wanita seperti ini, dia hanya mengiyakannya saja dengan malas.


Kalau mereka bertiga tahu Wahyu menganalisanya, entah akan sekaget apa mereka. Karena Wahyu seperti cacing dalam perut mereka, dia langsung mengetahui semua kejadian saat mereka masih kuliah.


Sayangnya, 3 orang ini tidak tahu, lalu ketika Veronica melihat Wahyu yang bersikap sembrono dengannya, dia langsung menatap Wahyu dengan tatapan tajam.


Di dalam hatinya, Wahyu hanyalah sampah tidak berguna, pria yang mengandalkan wanita. Dia menggunakan kata-kata manis untuk menipu Yara dan mendapatkan hati Monita.

__ADS_1


__ADS_2