
Supir ingin menahan Wahyu, tapi ketika pintu terbuka, orangnya sudah berjalan jauh. Dia hanya bisa bergumam, “Anak muda sekarang sombong sekali!” kemudian melanjutkan bisnisnya.
Setelah berjalan sesaat, Wahyu menelepon nomor yang sangat panjang itu, “Halo! Ahli strategi, pesan satu tiket pesawat Jakarta – Surabaya untukku. Tidak perlu tanya harga, perlu yang paling cepat.”
Sebelum Wahyu mematikan teleponnya, dari seberang telepon terdengar suara, “Bos, sudah selesai. Anda tinggal masuk boarding saja.”
Wahyu mematikan teleponnya dan berjalan ke ruang tunggu. Kemudian, setelah melihat ke depan, dia mengepalkan tangannya dengan erat.
Tebak, siapa yang dia lihat?
Wahyu ternyata melihat Santika.
Dasar wanita ******!
Wahyu mengepalkan tangan dengan kesal sambil mengayunkan ke arah Santika yang sedang bersiap untuk boarding.
Sialan, wanita ini ternyata datang ke bandara juga. Dia juga tahu dirinya mau ke bandara, kenapa malah menyuruhnya naik taksi sendiri, sungguh keterlaluan.
Entah Santika melihat tinju Wahyu atau tidak, pokoknya dia tidak mempedulikan Wahyu. Lalu terdengar suara pramugari, “Penumpang yang terhormat, penerbangan dari Jakarta ke Surabaya akan segera lepas landas. Silakan segera naik ke pesawat. Semoga perjalanan Anda menyenangkan.” Kemudian, Santika berjalan masuk ke dalam pesawat.
Sialan! Dia juga pergi ke Surabaya?
Wahyu bergumam sendiri di belakang Santika, lalu datang ke pintu masuk pesawat. Dari samping datang seorang pelayan sambil tersenyum, “Ganteng, ini tiket first class Anda.”
Wahyu menatap pelayan di depannya ini, umurnya belum mencapai 20 tahun, tapi kelihatan sangat pekerja keras.
Sepertinya dia adalah mata-mata yang diletakkan ahli strategi di sini.
Yang artinya, sebelum Wahyu sampai di bandara, ahli strategi sudah memesan tiket pesawat dari Jakarta menuju Surabaya.
__ADS_1
Bukan khusus untuk melayani Wahyu, tapi karena Sang Penakluk Dunia membeli semua tiket domestik maupun luar negeri setiap lokasi dan setiap saat.
Inilah kehebatan Sang Penakluk Dunia, jika membutuhkannya, mereka bisa sampai ke tujuan setiap saat.
Wahyu naik ke pesawat, sambil bersiul dia berjalan ke kabin first class, kemudian: “Eh, yang benar saja!”
Dia melihat posisi duduknya, lalu melihat Santika yang sedang duduk dengan tenang di sampingnya, dia benar-benar terdiam.
Kenapa bisa begitu kebetulan? Pesawat yang terbang ke kota yang sama, waktu yang sama, bahkan posisi duduk di kabin first class juga berdekatan.
Santika seperti tidak melihat Wahyu, dia menggerakkan hidung dan menggeser dirinya sedikit ke samping, dia berusaha menjaga jarak dengan Wahyu.
Wahyu tidak langsung duduk, dia masuk ke toilet dan menelepon nomor yang panjang itu, “Ahli strategi, bantu aku cek, di Indonesia ada sebuah Token Naga Hitam ngak?”
Dari seberang telepon terdengar suara mesin yang berkata: “Bos, tidak perlu cek lagi. Di Indonesia memang ada Token Naga Hitam, sebuah Token Naga Hitam yang sangat menakjubkan.”
“Legenda mengatakan bahwa pemegang token dapat memanggil semua veteran khusus sesuka hati, dan dapat melakukan semua jenis bisnis, dan juga dapat memberikan perintah kepada semua kekuatan di organisasi gelap.”
Wahyu tersenyum, “Hebat sekali ahli strategiku, bisa langsung menebaknya.”
Setelah terdiam sesaat, terdengar suara dari seberang telepon, “Bos, walaupun memiliki kekuasaan tak terbatas, tapi Token Naga Hitam adalah pedang bermata dua, bisa melukai musuh, tapi juga bisa melukai diri sendiri.”
Wahyu tersenyum dingin dan berkata, “Aku tentu tahu itu, pria tua itu ingin menjadikanku sebagai ujung tombak, menggunakan Sang Penakluk Dunia untuk berjuang untuknya. Tentu saja aku tidak akan membiarkan teman-teman berkorban sia-sia untuknya.”
Namun, kalau benar-benar terjadi hal besar, aku juga tidak akan membiarkan rakyat Indonesia terjatuh ke dalam peperangan lagi. Demi kejayaan Indonesia, aku, Wahyu, bisa mengorbankan apapun, termasuk nyawaku.”
“Bos, keputusanmu adalah keputusan Sang Penakluk Dunia, aku mewakili semua teman-teman Sang Penakluk Dunia untuk bersumpah mati untukmu.”
Setelah menutup telepon, Wahyu keluar dari toilet setelah buang air kecil. Setelah merasa lebih lega, dia kembali ke tempat duduknya.
Kebetulan ada seorang pramugari yang mendekat.
__ADS_1
Wahyu memutarkan bola mata, dia ingin membuat Santika merasa jijik, “Bukannya kamu bilang aku bajingan? Aku akan menjadi bajingan untuk kamu lihat kalau gitu.”
Wahyu mengangkat kepalanya, dia berencana untuk membuat Santika merasa jijik. Dia ingin mempermainkan pramugari di depan Santika, tapi ketika dia mengangkat kepalanya, seketika dia merasa sangat kaget.
Cantik sekali!
Wanita ini memiliki kecantikan yang sangat luar biasa, proporsi tubuhnya begitu mengagetkan.
Bagian yang montok menjulang, bagian yang kurus tidak ada lemak berlebih. Kakinya bahkan lebih panjang dan lebih putih dari Yara. Dia terlihat seperti para wanita cantik di dalam film.
Tubuhnya benar-benar sangat menakjubkan, lingkar dada 98 cm, lingkar pinggang 68 cm, lingkar pinggul 98 cm…perbandingan tubuh atas dan bawah dengan pusar sebagai pusatnya, seharusnya 5 : 8.
Benar-benar tubuh yang sangat seksi!
Wahyu melambaikan tangan kepada wanita cantik: “Halo! Cantik, orang-orang bilang butuh takdir ratusan tahun untuk duduk di pesawat yang sama, ribuan tahun untuk bisa hidup berdampingan bersama, sepertinya takdir kita cukup dalam.”
“Tuan, apa yang kamu butuhkan?” pramugari yang cantik itu tersenyum kepada Wahyu.
Wahyu berkata, “Cantik, aku lihat keningmu agak kusam, kedua matamu juga tampak lelah. Ini pertanda payudara besar, aku bisa membantumu mengatasinya.”
Wajah wanita itu langsung menjadi suram, “Tuan, ini tempat publik, jaga mulutmu itu!”
“Bajingan, bajingan besar.”
Santika yang berada di samping memelototi Wahyu dengan tajam.
Wahyu terus mengejarnya dan berbicara dari belakang, “Hei! Cantik, kamu adalah angin yang bertiup lembut, di depanku, kamu adalah hujan, menyelinap diam-diam di hatiku, kamu adalah awan, melayang dengan anggun, di tepi langit, kamu adalah kabut, yang menutupi garis-garis, kamu adalah layang-layang yang terbang, bergoyang di sisi lain langit, tetapi apakah kamu tahu di ujung benang ini, hati genitku tidak bisa tertidur sendiri.”
Walaupun sampai di depan toilet, Wahyu masih tidak ingin melepaskannya. Wanita cantik itu masuk ke dalam toilet, Wahyu lalu berteriak dari luar, “Hei, cantik. Hidup ini singkat, jangan biarkan hidup mengalir seperti air. Ketika si ganteng dan si cantik bertemu, kasih sayang mereka akan sampai tua. Cantik, boleh minta nomormu?”
Dua orang pramugari mendekat, “Maaf, tampan. Pesawat akan segera memasuki turbulensi, mohon kembali ke tempat Anda dan pasang sabuk pengaman.”
__ADS_1