Aku Dicintai 7 Kakak Cantik

Aku Dicintai 7 Kakak Cantik
Bab 49. Kemunculan Kembali Pisau Terbang


__ADS_3

Wahyu tersenyum dingin, dia tiba-tiba menambah kecepatan.


Ada yang mengikuti Wahyu dari belakang.


Namun, Wahyu sudah menyiapkan mental, karena Keluarga Lazuardi tidak akan membiarkannya setelah Andre dihajar sampai lumpuh. Karena jarak Kota Yogyakarta ke Kota Jakarta lebih dekat, mereka tidak berani melakukan kejahatan secara terang-terangan.


Kalimantan Barat berada di lebih jauh dari Kota Jakarta, sehingga mereka pasti akan bertindak di tempat ini.


Sayangnya, orang-orang ini tidak tahu apa yang dikatakan Wahyu kepada Sabrina. Wahyu bisa merasakan bahaya dalam radius 50 km.


Hal ini tentu bukan bualan belaka.


Sama seperti binatang yang bisa merasakan bahaya sebelum terjadi, seperti gempa bumi, ledakan gunung berapi, kebakaran hutan dan yang lain.


Beberapa binatang memiliki bakat untuk merasakan bencana seperti itu.


Wahyu memiliki Garis Keturunan Serigala Darah, sehingga bisa disebut sebagai Raja Serigala yang memiliki kemampuan untuk memprediksi bahaya.


Ketika mengayuh sepeda sejauh beberapa km, dia tiba-tiba menambah kecepatan karena merasakan ada yang salah.


Di belakangnya terdapat sebuah taksi yang tiba-tiba menancap gas melihat Wahyu menambah kecepatan.


Wahyu tiba-tiba memperlambat kecepatannya, taksi itu pun mengikutinya.


Setelah mengulangi beberapa kali, Wahyu bisa memastikan bahwa mobil itu sedang mengikutinya. Dari suara mesin taksi, bisa dipastikan bahwa ada tiga orang di dalamnya. Wahyu segera mengetahui cara pembunuhan yang akan dilakukan oleh mobil taksi ini.


Ketika mobil itu menabraknya, dua orang yang lain akan segera menyerang Wahyu. Senjata yang bisa digunakan hanya pistol atau senjata gelap.


Tidak peduli pistol atau senjata gelap, Wahyu sudah pernah menggunakan semua itu.


Wahyu terkekeh.


Ayo! Ayo kita bermain.


Sambil terkekeh, Wahyu tiba-tiba menambah kecepatan, sepeda pun melesat keluar dengan cepat. Setelah sampai di perempatan, dia langsung menerobos lampu merah.


“Serang.”


Terjadi kecelakaan ketika menerobos lampu merah adalah alasan terbaik, tiga orang yang berada di dalam mobil taksi pun tersenyum. sopir taksi segera menancap gas dan melaju ke arah Wahyu.


Walaupun Wahyu memiliki kecepatan yang tinggi, sepeda juga tidak mungkin menang dari mobil. Mobil taksi telah sampai di belakang Wahyu.


Pada saat yang sama, dua orang yang berada di baris belakang menjulurkan kepala keluar dari jendela. Mereka menutupi wajah sambil mengarahkan pistol ke arah Wahyu.

__ADS_1


Pada saat yang sama, mereka berdua yang belum membidik dengan baik langsung kaget melihat dua cahaya berkilauan yang terbang ke arah mereka.


Itu adalah dua pisau terbang yang sangat tipis, aura yang dipancarkan terasa dingin dan dapat membunuh dalam satu tusukan. Pisau terbang ini lebih tipis dari pisau bedah dokter, terbang melewati gelap malam dan menusuk ke dalam tenggorokan mereka.


Jarak Wahyu membunuh penembak jitu masih lebih jauh dari sekarang.


Ketika menusuk ke dalam tenggorokan mereka, kekuatan pisau terbang tidak menurun, bahkan sampai menembus keluar dari leher bagian belakang.


Walaupun lukanya tidak besar, tapi karena menembus aorta, darah segar langsung muncrat keluar dalam hitungan detik. Kedua mata dua orang ini terbelalak, seluruh tubuh menjadi lemas dan bergantung di atas jendela mobil.


sopir taksi masih bingung kenapa tidak mendengar suara tembakan?


Namun, dia langsung menabrak ke arah Wahyu tanpa memperdulikan hal lain. Sopir juga tidak peduli apakah dia berhasil menabraknya atau tidak, dia hanya menancap gas sampai habis.


Lampu merah masih menyala di arah depan, bagian kiri dan kanan masih lampu hijau. Kebetulan sebuah mobil audi melaju dengan cepat dari arah kanan dan menabrak taksi ini dengan kencang. Taksi yang tertabrak pun bergeser dan melayang dalam jarak pendek.


Walaupun begitu, sopir taksi juga tidak menoleh ke belakang dan lanjut melaju ke depan.


sopir mobil audi berkata dengan ekspresi terkejut. “Apakah mereka sedang syuting?”


Bukan karena sopir mobil audi tidak fokus, tapi karena dia terlalu fokus melihat seseorang yang sedang tengkurap di atas mobil taksi, sehingga menabrak mobil taksi ini.


Para pejalan kaki juga tercengang.


Film tembak-menembak?


Walaupun tertabrak, sopir taksi juga tidak berani berhenti. Setelah melaju sejauh 15 km, dia baru menghela napas dan menghentikan mobilnya.


Ketika dia ingin turun dari mobil dan bertanya kepada dua orang di belakang apakah mereka berhasil atau tidak, tiba-tiba seseorang mengulurkan tangan dari belakang dan berkata, “Kawan, pinjam korek apinya!”


sopir taksi mengira dua orang pembunuh yang sedang berbicara, dia segera mengambil sebuah pemantik api dari depan.


Lalu ketika dia menoleh ke belakang, dia menyadari sesuatu yang salah!


Ketika sopir taksi menyalakan pemantik api sambil menoleh ke belakang, dia melihat sebuah wajah yang tampan. Pria tampan ini sedang menggigit sebatang rokok dengan merek kesukaan sopir taksi ini, dia sedang mengulurkan tangan untuk meminjam pemantik api.


Rokokku ….


sopir taksi segera meraba saku bajunya dan menyadari rokoknya telah menghilang. Berarti orang di belakang sudah mengambil rokok dari sakunya.


Kemudian orang ini sedang menggigit rokok milik sopir taksi, si sopir taksi juga melihat dua rekannya lewat pemantik api yang menyala.


Dua orang itu sudah mati dan berlumuran darah.

__ADS_1


Kedua mata mereka terbelalak dan mati mengenaskan.


Sialan!


sopir taksi ini bukan pembunuh professional, tapi dia juga bukan orang baik. Dia adalah orang yang berbisnis di dunia gelap, membantu menjadi sopir dan berjaga di depan, sehingga dia tentu saja pernah melihat pembunuhan.


Hanya saja, dia tidak pernah melihat yang mengenaskan seperti ini.


Orang yang membunuh dua orang itu masih meminjam pemantik api kepada dirinya, bahkan ekspresinya terlihat santai.


“Bos, tolong ampuni aku! Tolong ampuni aku!”


Reaksi si sopir taksi sangat cepat, dia segera berlutut dalam mobil.


Wahyu langsung bergerak ke samping kursi pengemudi dengan cepat, sambil menepuk pundak si sopir taksi, dia mengambil pemantik api dan menyalakan rokoknya.


“Aromanya tidak buruk! Jangan panik, kita bisa bicarakan dengan baik.”


“Silahkan …,” ucap si sopir taksi yang sudah kencing di celana.


Wahyu berkata, “Aku hanya ingin bertanya beberapa hal kepadamu, setelah itu pun selesai.”


“Pertama, aku ingin tahu kalian ada berapa orang?”


sopir langsung mengangguk dan menjawab, “Tiga orang.”


Wahyu mengangguk, “Bagus, pertanyaan kedua, siapa orang yang menyuruh kalian melakukan ini?”


Sopir berkata sambil menangis, “Bos, aku benar-benar tidak tahu.”


Wahyu tersenyum dan berkata, “Kamu tidak boleh begini, kamu sudah menjawab pertanyaan pertama dengan baik, sekarang jawaban kedua membuatku kesal.”


Sambil berbicara, Wahyu pun menusuk wajah si sopir taksi dengan rokok yang menyala.


Sopir taksi berteriak, “Geng Biru! Bos Geng Biru yang menyuruhku.”


“Aduh! Ini lebih baik, bukan? Sekarang pertanyaan ketiga, berapa jumlah anggota Geng Biru? Di mana lokasi mereka? Siapa nama bos mereka?”


“Bos, aku benar-benar tidak tahu hal ini. Aku hanya orang luar sehingga tidak tahu tentang hal ini.”


“Kalau begitu, untuk apa aku membiarkanmu hidup?”


Wahyu langsung menampar sopir taksi sampai pingsan, kemudian mengambil pistol dari salah satu mayat di belakang dan turun dari mobil. Setelah itu, dia berbalik dan menembak ke arah tangki  mobil.

__ADS_1


Tangki mobil meledak dan langsung terbakar hebat. Wahyu kemudian menghapus sidik jari dengan baju dan melemparkan pistol ke dalam mobilnya. Setelah itu, dia menyewa satu mobil di pinggir jalan dan pergi dari sini sambil bersiul.


__ADS_2