Aku Hamil Anak Siapa?

Aku Hamil Anak Siapa?
Mesra


__ADS_3

Kami terus saja mengobrol panjang. Terkadang kami juga membahas tentang kekasih baru dari Olivia. Aku senang karena dia akhirnya menemukan seseorang yang dia rasa tepat untuknya. Namun, berbeda dengan John. Ekspresi dari wajahnya terlihat berbeda. Sepertinya dia malu untuk membicarakan tentang kehidupan percintaan dengan kekasihnya.


Aku menertawakan raut wajah John yang tampak seperti itu.


"Bye...." Ucap Olivia yang akhirnya pamit setelah selesai mengobrol dengan kami.


"Bersenang-senanglah." Ucapku setelah dia tampak keluar melewati pintu.


"Oh tentu saja." Ucap Olivia lalu pergi.


Aku kembali tertawa melihat raut wajah John yang tampak terlihat marah dan juga malu.


"Ayolah jangan cemberut begitu. Aku akan memasak. Apa kau mau sesuatu?" Tanyaku pada John.


"Apapun yang kau masak." Balas John.


Aku lantas pergi ke dapur dan mulai membuat pizza rumahan. Aku memang sangat menyukai pizza.


Setelah pizza sudah di panggang, aku mulai menaruh saus tomat diatasnya dan tiba-tiba merasakan dua lengan yang melingkar di pinggangku. Aku berbalik melihat melalui pundak ku dan tampak John yang tengah tersenyum nakal.


Aku mencoba untuk tidak menghiraukannya, tapi itu tidak berhasil. Dia mulai menciumku dan membenamkan wajahnya di leherku.


"John, pizza ku akan kacau." Ucapku dengan nafas yang terengah-engah.

__ADS_1


Tapi dia tidak menghiraukan aku dan terus saja melanjutkan aktifitasnya dengan memindahkan bibirnya ke arah pipiku. Aku memindahkan tangannya yang membuat aku lantas langsung menatap ke arah wajahnya.


"John..." Ucapku.


"Hmmm...." Balas John yang membuat aku tersenyum.


"Apa yang kau lakukan?" Tanyaku.


"Bicara nanti. Cium aku sekarang." Ucap John.


Aku tersenyum dan memutuskan untuk mengabulkan permintaannya itu. Bagaimanapun, aku juga sangat merindukan dirinya. Aku melingkarkan tanganku di lehernya dan membiarkan bibir dan tangannya menyentuh kulitku. Dan pada akhirnya, bibirnya bertemu dengan bibirku. Aku memulai semuanya dengan perlahan. Bibir kami bergerak secara bersamaan dengan begitu sempurna. Saat semuanya semakin terasa panas, kami semakin penuh dengan hasrat.


John mengangkat tubuhku dan menaruh ku diatas meja dapur. Tangannya yang sebelah memegang pinggangku dan sebelah lagi memegang rambutku. Sementara tanganku mulai berjalan naik turun di punggung John dengan pergelangan kakiku yang yang melingkar di pinggangnya.


Kami berdua semakin intens dan menjadi semakin penuh hasrat saat aku mendengar suara ketukan dari pintu depan yang terdengar terbuka. Dan sesaat kemudian terdengar pintu kembali di tutup.


"Mmmm... hai Ma." Ucapku.


Mama tampak terlihat begitu terkejut.


"Amelia." Ucap Mama dengan raut wajah yang begitu bingung.


"Iyaa..." Balasku.

__ADS_1


"Kau sudah ingat?"


Kali ini aku melihat ke arah Mama dengan wajahnya yang terlihat semakin bingung. Kemudian aku pun menyadari apa yang dimaksudkan oleh Mama setelah John mencubit lenganku pelan.


"Oh, iya Ma. Semua ingatanku sudah kembali." Ucapku seraya tersenyum.


Mama tampak menahan air mata dan langsung berlari kearah ku. Mama memeluk aku dengan sangat erat. Aku pun membalas pelukan Mama dengan melingkarkan lenganku di pinggang Mama, kemudian tertawa karena melihat reaksi Mama itu.


"Tenanglah Ma. Aku baik-baik saja." Ucapku.


Mama akhirnya melepaskan pelukannya dariku, air tampak menggenang di matanya. Sebuah senyuman tampak terlihat di bibir Mama.


"Apa kau mau sesuatu? Mama bisa pergi ke toko untuk membelikan mu sesuatu, atau Mama bisa membuatkannya untukmu." Tanya Mama.


"Tidak usah Ma. Aku baik-baik saja. Aku hanya sedikit lelah. Jadi aku rasa bahwa aku akan tidur sebentar. Dimana ketiga bayi kembar ku?" Tanyaku pada Mama.


"Oh mereka semua sudah tertidur." Balas Mama dengan tersenyum.


Aku mulai melangkah naik ke lantai atas menuju kamarku saat John memegang tanganku. Aku melihat ke arahnya dan dia tersenyum padamu.


Aku menyadari bahwa aku masih mencintai dirinya. Tapi kami perlu beberapa kata untuk membuat semuanya terasa clear.


"Kau mau ikut?" Tanyaku. "Aku rasa kita perlu membicarakan sesuatu." Lanjut ku lagi.

__ADS_1


John hanya mengangguk dan kami berdua pun berjalan menuju lantai atas, dimana kamarku berada.


Bersambung....


__ADS_2