Aku Hamil Anak Siapa?

Aku Hamil Anak Siapa?
Kondisi Adel


__ADS_3

Sementara itu saat Olivia tiba di rumah sakit air mata mulai jatuh ke pipinya.


'Kenapa semua ini terjadi kepada Adel? Dia tidak pantas menerima semua ini.' ucap Olivia dalam hati.


Olivia sudah menelpon John dan saat dia masuk ke dalam mobil dia tahu bahwa suatu hal yang buruk sudah terjadi. John terdengar seperti tidak peduli kepada Adel. Dia bahkan berkata bahwa dia tidak mau pergi untuk melihat Adel. Olivia pun berteriak kepada John, sampai John pun berkata bahwa dia akan datang untuk menemui Adel.


Olivia mencoba untuk bicara kepada John, menanyakan apa yang sudah terjadi. Tapi John memilih untuk tetap diam dan tidak mengatakan apapun. Olivia juga mengetahui bahwa John tidak berada di kota ini sekarang. Dia ternyata sudah ingin kembali ke kampusnya.


John sebenarnya sudah berhenti pergi ke kampusnya, sejak dia mengetahui bahwa dia adalah Papa dari anak-anak yang dilahirkan oleh Adel. Sekarang itu semua terlihat bahwa dia akan meninggalkan semua itu kembali.


Olivia melihat Bu Helen duduk di sebuah kursi tunggu dan Olivia tau dari raut wajahnya bahwa keadaan Adel tidak baik-baik saja.


"Bu Helen." Ucap Olivia.


"Oh.... Olivia sayang. Terima kasih karena sudah datang." Ucap Bu Helen dengan air matanya yang tampak terjatuh ke pipinya.


Olivia berjalan mendekat ke arah Bu Helen dan langsung memeluknya dengan begitu erat, membiarkan Bu Helen tahu bahwa dirinya sudah ada di sana untuk menemani Bu Helen.


"Apakah sudah ada kabar tentang keadaan Adel?" Tanya Olivia dan kemudian Bu Helen hanya menggelengkan kepalanya.


Tadinya Olivia berharap bahwa tidak akan ada hal yang buruk terjadi. Tapi sekarang, semua harapannya itu menghilang begitu saja.


"Jefri!" Ucap Bu Helen memanggil Jefri.


'Jefri! Siapa Jefri?' tanya Olivia dalam hati.


Olivia lalu melihat ke arah di mana mata Bu Helen tampak melihat seseorang dan dia melihat sebuah wajah yang dia tidak pernah berpikir bahwa dia akan melihatnya lagi.


'Jefri! Apa yang sedang dia lakukan di sini dan bagaimana dia mengenal Bu Helen?' tanya Olivia dalam hati.


"Apakah kau bisa mengambilkan Olivia segelas kopi?" Tanya Bu Helen.


"Tentu saja Bu Helen." Balas Jefri dan berjalan pergi menuju keluar rumah sakit untuk membelikan Olivia kopi.


"Bu Helen, kenapa dia ada di sini?" Tanya Olivia bingung.


"Dia berada di rumah bersama Adel. Saat Adel jatuh sakit dan tak sadarkan diri, dia adalah orang yang menelpon ambulan. Dia lah yang menyelamatkan nyawa Adel menurut para dokter." Balas Bu Helen.


Olivia melihat ke arah di mana Jefri berdiri terakhir kali.


'Kenapa Adel dan Jefri bisa bersama? Aku bahkan tidak tahu jika mereka masih berhubungan.' ucap Olivia dalam hati.

__ADS_1


Olivia kembali berpikir, kenapa Adel tidak mengatakan apapun kepadanya. Dan hanya satu alasan yang bisa dipikirkan Olivia mengapa Adel tidak mengatakan hal itu kepadanya, dan hal itu tidak bisa diterima oleh Olivia. Bagaimanapun, itu semua akan terasa masuk akal dengan sikap yang diperlihatkan oleh John saat ini.


'Oh ya Tuhan, kumohon biarkan apa yang aku pikirkan kali ini adalah salah. Aku pikir bahwa Adel mencintai John, tapi bagaimana dia bisa melakukan semua ini?' ucap Olivia dalam hati.


...****************...


Sudah beberapa jam berlalu sejak Adel dibawa ke ruangan operasi. Setiap menit berlalu dengan perasaan Bu Helen yang begitu ketakutan untuk keselamatan dari putrinya itu. Gea, kakak Adel, juga sudah tiba beberapa menit yang lalu dan Bu Helen mengatakan kepada Gea tentang semua yang terjadi. Sementara Jefri sudah pergi sejak satu jam yang lalu.


Bu Helen sebenarnya tidak pernah melihat Jefri semenjak beberapa tahun yang lalu. Bu Helen dan Mama Jefri memang berteman. Tapi itu sebelum Mama Jefri meninggal. Bu Helen juga tahu bahwa Jefri dan Adel pernah berteman, tapi Jefri tidak pernah menjelaskan kepada Bu Helen bagaimana dia bisa berada di rumah mereka bersama dengan Adel.


Bu Helen juga khawatir tentang sikap Olivia saat ini, karena sejak dia berada di rumah sakit dan melihat keberadaan Jefri, Olivia bertingkah berbeda. Bahkan meski Jefri sudah pergi, Olivia masih bersikap tidak seperti biasanya. Bu Helen sudah mencoba untuk bertanya kepada Olivia apa yang terjadi. Tapi Olivia mengatakan tidak ada apapun. Namun Bu Helen tidak mempercayai Olivia begitu saja.


Apa yang menjadi perhatian terbesar Bu Helen sekarang adalah hubungan antara Adel dan John. John belum juga kembali setelah dua jam setengah yang lalu dia datang hanya untuk memastikan apakah Adel baik-baik saja atau tidak. Kemudian setelah itu dia langsung pergi. Bu Helen sudah pernah melihat bagaimana mereka berdua saling mencintai satu sama lain dan Bu Helen tidak bisa mengerti tentang apapun yang terjadi, kenapa John sampai bisa bersikap seperti ini.


"Nyonya Helen." Ucap seseorang yang memanggil nama Bu Helen.


Ternyata itu adalah seorang dokter yang berjalan mendekat ke arah Bu Helen.


"Iya dokter." Balas Bu Helen dengan wajah yang tampak khawatir.


"Kami akhirnya selesai melakukan operasi kepada putri anda. Anda bisa merasa lega karena dia sudah dalam masa penyembuhan sekarang." Ucap dokter itu.


"Oh, terima kasih Tuhan." Ucap Bu Helen. "Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa dia bisa sakit seperti itu?" Tanya Bu Helen.


"Apakah putri Anda, Adel, selama ini sering merasa bingung atau sakit kepala?" Tanya dokter itu.


Bu Helen tampak berpikir


"Dia sering merasa sakit kepala, tapi tidak terlalu buruk." Balas Bu Helen.


"Bagaimana dia bisa mengatasi rasa sakit itu?" Tanya dokter itu lagi.


"Mmmm.... Aku rasa dia sering meminum obat pereda rasa sakit." Ucap Bu Helen.


Dokter itu tampak menulis sebuah catatan yang entah dari mana datangnya buku catatannya itu. Dia lalu kembali melihat ke arah Bu Helen.


"Apakah dia bertindak dengan perlahan ataukah dia sering kebingungan?" Tanya dokter itu lagi.


"Maaf dokter, aku tidak mengerti apa maksud anda." Balas Bu Helen bingung.


Bu Helen mulai merasa khawatir dengan apa yang akan dikatakan oleh dokter itu sekarang.

__ADS_1


"Maksud saya, apakah Adel terlihat berpikir dengan lambat dibandingkan biasanya? Apakah dia berpikir cukup lama untuk melakukan atau memutuskan sesuatu?" Tanya dokter itu.


"Aku.... Aku.... rasa tidak." Balas Bu Helen.


Dokter itu menganggukkan kepalanya dan kembali menulis hal lainnya di buku catatan miliknya.


"Baiklah, satu pertanyaan terakhir Nyonya Helen. Apakah kepribadiannya terlihat berubah? Apakah dia bertingkah berbeda? Misalnya marah, bahagia, atau dia merasa depresi?" Tanya dokter itu lagi.


"Tidak." Balas Bu Helen dengan penuh keyakinan.


"Baiklah hanya itu saja yang ingin saya tanyakan kepada anda. Bagaimanapun saya berpikir bahwa anda pasti mempunyai beberapa pertanyaan yang ingin anda ajukan. Apa yang ingin anda ketahui Nyonya?" Tanya dokter itu dengan sopan.


"Apa yang sebenarnya terjadi kepada putriku?" Tanya Bu Helen.


"Adel mengalami sebuah kesakitan yang cukup serius di kepalanya. Kami pikir bahwa itu disebabkan oleh pembekuan darah yang ada di otak nya. Itulah alasan kenapa saya bertanya tentang apakah dia sering kebingungan, berpikir perlahan, atau kepribadian yang berbeda, sering sakit kepala dan semua itu adalah gejalanya." Ucap dokter itu.


Bu Helen tampak begitu terkejut karena itu adalah hal yang jauh lebih buruk dari yang bisa dia pikirkan. Dia bisa mendengar suara nafas yang berat dari sampingnya dan dia melihat ke arah Olivia dan Gea yang tampak mendekat untuk mendengar ucapan dokter itu.


"Bagaimana semua itu terjadi? Bagaimana orang bisa mendapat pembekuan darah seperti ini? Kenapa Adel mengalaminya?" Tanya Bu Helen.


"Saya sudah membaca rekam medis dari Adel, dan saya bisa yakin bahwa pembekuan darah itu terjadi karena kepala Adel pernah terbentur dan dia sudah pernah mengalami amnesia. Dan hal itulah yang bisa membuat semua ini terjadi." Ucap dokter itu.


"Lalu bagaimana sekarang? Apakah itu semua sudah pergi? Apakah itu semua yang menyebabkan dia harus dioperasi?" Tanya Bu Helen lagi.


"Iya, kami harus melakukan MRI kepadanya, saat dia dibawa masuk setelah rasa sakit itu berhenti. Dan hasil dari MRI menunjukkan bahwa ada pembekuan darah yang terjadi di otaknya. Operasi yang dilakukan sudah berhasil menghentikan semua itu, namun bagaimanapun operasi itu tidak terlalu sukses." Ucap dokter itu.


"Apa?" Ucap Bu Helen begitu terkejut. "Kenapa tidak sukses? Apa maksudnya?" Tanya Bu Helen hampir histeris.


"Pembekuan darah itu terlalu kecil untuk bisa dioperasi. Namun kami harus tetap melakukannya untuk menghindari resiko yang lebih buruk. Namun operasi itu cukup beresiko karena bisa saja menyebabkan kerusakan otak secara permanen. Tapi, kami sudah mulai memberikan perawatan alternatif kepadanya. Kami sekarang memberikan perawatan baginya dengan menggunakan obat kortikosteroid. Itu adalah obat yang biasanya jauh lebih sukses untuk menghadapi pembekuan darah yang kecil dan juga masih baru." Ujar dokter itu.


"Apakah dia akan baik-baik saja?" Tanya Bu Helen tampak putus asa.


"Saya percaya bahwa jika dia bisa merespon dengan baik atas perawatan yang diberikan, maka tentu saja dia bisa pulang dalam waktu kurang dari satu minggu." Balas dokter itu.


"Terima kasih Dokter." Ucap Bu Helen yang akhirnya bisa bernafas lega.


Bu Helen begitu bersyukur setidaknya dia tahu bahwa Adel akan baik-baik saja.


Bersambung.....


Sekilas info tentang MRI:

__ADS_1


Magnetic Resonance Imaging atau MRI otak adalah pencitraan diagnostik yang umum dilakukan untuk diagnosis tumor otak, stroke, dan perdarahan intrakranial. Modalitas pencitraan ini menggunakan medan magnet kuat dan denyut frekuensi radio untuk menghasilkan gambaran struktur internal tubuh secara detail. MRI terutama berguna untuk melihat jaringan lunak tubuh.


MRI otak memberikan gambaran segmentasi anatomi yang jelas dan detail. Gambaran ini berguna untuk mengukur dan melihat struktur anatomi otak, ada tidaknya perubahan dalam otak, dan ada tidaknya area patologis.


__ADS_2