Aku Hamil Anak Siapa?

Aku Hamil Anak Siapa?
John Salah Paham


__ADS_3

Author PoV


Sebelumnya.....


Adel mulai terlihat berbeda, Jefri berpikir bahwa itu mungkin terjadi karena mereka berdua sudah duduk ditempat yang sama untuk waktu yang cukup lama karena mereka mengobrol dengan begitu senang. Kemudian Adel berdiri dan Jefri melihat kearah Adel dengan wajah bingung.


Jefri berpikir apakah Adel ingin dirinya untuk pergi dari rumahnya. Namun Adel terlihat begitu pucat.


"Adel!" Ucap Jefri memanggil Adel.


Namun Adel tidak menjawab apapun dan kemudian Jefri mulai melihat keringat yang mengucur deras di wajah Adel dan juga matanya terlihat memicing. Adel mulai tampak seperti orang yang tengah kesakitan. Setelah itu, tiba-tiba Adel terjatuh dan Jefri dengan cepat menangkap tubuh Adel yang terjatuh ke lantai.


Jefri terus berusaha membangunkan Adel untuk memastikan bahwa Adel baik-baik saja. Saat itu Jefri tiba-tiba mendengar suara pintu depan rumah Adel terbuka dan memperlihatkan seorang pria yang berjalan masuk ke dalam.


Jefri melihat pria itu yang berusia tidak terlalu lebih tua dibandingkan dirinya atau juga Adel dan pria itu tampak begitu kesal.


Pria itu tidak lain adalah John yang berjalan pulang ke rumah Adel. Dia yang menyadari bahwa Adel sudah berada di rumah dengan melihat mobil Adel terparkir di depan rumah, membuat dia sangat bahagia. Dia sangat merindukan Adel sepanjang hari ini. Kemudian dia pun menyadari bahwa ada mobil lain di depan rumah Adel.


John berpikir bahwa itu pasti teman Adel yang datang berkunjung. Dia lantas berjalan masuk ke dalam rumah dan semua yang bisa dia dengar adalah seorang pria yang terus menyebut nama Adel lagi dan lagi. John pun mematung. John merasa bahwa suara itu tidak terdengar seperti Adel dan temannya itu tengah mengobrol biasa atau sekedar minum teh.


John bisa mendengar bahwa Adel seperti tengah meringis kesakitan. John pun melihat ke arah pintu dan melihat seorang pria berada di atas tubuh Adel yang tengah berbaring di lantai. Pria itu melihat ke arah John dan John merasa bahwa dirinya ingin membunuh pria itu. Dia lantas melihat tubuh Adel yang berada di lantai dan tidak melihat ke arahnya. Hal itu membuatnya semakin marah.


John berpikir bahwa dia baru saja meninggalkan rumah selama satu hari dan Adel sudah tidur dengan pria lain. John merasa begitu dibodohi. Dia langsung mengambil kunci mobilnya dan berlari keluar dari rumah.


John merasa begitu tersakiti dan juga dipermalukan. Dia tidak pernah menyangka bahwa Adel akan mengkhianati dirinya seperti ini. John mencintai Adel lebih dari apapun. Dia Lalu memegang kotak cincin yang dia simpan di dalam saku celananya dan merasa begitu kecewa dan juga patah hati.


"Dia berbohong padaku, saat dia mengatakan bahwa dia mencintai aku." Ucap John pada dirinya sendiri.


John lalu masuk ke dalam mobilnya dan mulai mengendarai mobilnya melaju ke arah jalan tol.


Sementara itu di dalam rumah, Jefri tampak terkejut melihat John yang tidak dikenalnya itu langsung keluar dari rumah begitu saja.


"Apa masalahnya? Aku padahal membutuhkan bantuan. Kenapa dia malah pergi begitu saja?" Ucap Jefri seorang diri.


Jefri lalu mengambil ponselnya dari dalam saku celananya dan segera menelepon ambulans. Dia tengah menelpon saat Adel mulai gemetar dan mengigau, mata Adel juga tampak berputar. Jefri bersyukur bahwa dia masih mengingat bagaimana cara memberikan pertolongan pertama untuk seseorang yang mengalami kejang seperti Adel.


10 menit kemudian.....

__ADS_1


Ambulans pun datang ke rumah Adel. Jefri lantas masuk ke dalam mobilnya untuk mengikuti Adel yang berada di dalam ambulan. Namun di saat yang bersamaan, ada seorang wanita paruh baya yang tampak turun dan melompat dari dalam mobil. Jefri mengenal wanita itu adalah Bu Helen yang merupakan Mama dari Adel.


"Bu Helen....." Teriak Jefri memanggilnya.


"Jefri...? Apa yang kau lakukan di sini? Apa yang terjadi? Kenapa ada ambulans di sini? Apakah itu adalah Adel? Bagaimana dengan ketiga anak-anak?" Ucap Bu Helen yang membuat Jefri tidak bisa mengatakan apapun kepadanya karena Bu Helen begitu terlihat panik.


"Aku datang kemari untuk sekedar mengobrol dengan Adel saat dia tiba-tiba mengalami sakit. Mereka tidak membiarkan aku masuk ke dalam ambulans karena aku bukanlah anggota keluarga. Jadi aku ingin mengikuti mobil mereka akan pergi ke rumah sakit. Apa anda mau aku memberikan anda tumpangan?" Tanya Jefri yang melihat ke arah Bu Helen yang tampak pucat dan gemetar.


Bu Helen hanya menganggukkan kepalanya dan langsung masuk ke dalam mobil Jefri. Jefri pun langsung mengendarai mobilnya dan tiba di rumah sakit dengan tepat waktu.


Mereka berdua lantas berjalan ke arah meja resepsionis. Namun Bu Helen lebih terlihat seperti tengah berlari dan membuat Jefri mengikuti dirinya dengan begitu cepat.


"Aku kemari untuk melihat putriku. Dia baru saja datang kemari dibawa oleh ambulan, namanya adalah Adela Dwitara Lolata." Ucap Bu Helen dengan suara yang begitu panik.


Resepsionis itu hanya menganggukkan kepalanya dan mulai mengetik di keyboard komputer yang ada di depan nya.


"Bagaimana? Di mana putriku sekarang? Apakah dia baik-baik saja?" Tanya Bu Helen.


"Putri anda sekarang berada di ruangan gawat darurat dan tengah dilakukan operasi. Jika anda ingin menunggu saya bisa menginformasikan kepada anda kapan dia keluar dari ruangan itu." Ucap resepsionis itu dengan sangat baik.


Jefri lalu mengajak Bu Helen menunggu di sebuah ruang tunggu dan pergi ke luar rumah sakit untuk mencari kopi dan makanan untuk mereka berdua.


Bu Helen yang tengah menunggu, tampak begitu khawatir. Seorang ibu tentu saja tidak akan pernah bisa tenang dan selalu menjadi begitu khawatir tentang keselamatan anak mereka. Begitulah yang dirasakan Bu Helen sekarang.


'Apa yang sebenarnya terjadi kepada Adel? Apakah semua ini berhubungan dengan sakit yang dialaminya terakhir kali?' ucap Bu Helen dalam hati.


Bu Helen pun menyadari bahwa dia harus menelpon John dan Olivia. Dia juga harus menelpon Mama dari John dan Olivia yang juga merupakan Oma dari ketiga bayi kembar itu, untuk memberitahukan bahwa dia tidak akan bisa menjemput ketiga bayi itu dalam waktu yang cepat. Bu Helen pun memutuskan untuk menelpon John terlebih dahulu.


Bu Helen tahu bahwa John dan Adel saling mencintai satu sama lain dan hal itu pasti akan mengecewakan bagi John, jika dia tidak diberitahukan terlebih dahulu. Bu Helen lalu mengambil ponselnya dan menelpon nomor John. Ponsel John tersambung, namun butuh beberapa saat sampai John mengangkat panggilan darinya itu.


"John, kau ada di mana?" Tanya Bu Helen.


"Aku sedang berada di luar." Balas John singkat. "Dengar Ma, aku tidak mau pulang ke rumah sekarang." Ucap John yang kali ini terdengar begitu kesal.


"John, Adel berada di rumah sakit dan sekarang dia berada di ruangan gawat darurat untuk dioperasi." Ucap Bu Helen.


John terdengar terdiam.

__ADS_1


"Apa yang terjadi?" Tanya John.


"Aku tidak yakin John. Tapi, Jefri ada di sina saat aku pulang ke rumah. Dia lah orang yang sudah memanggil ambulans." Ucap Bu Helen yang terdengar mulai gemetar lagi. "Dengar John, apakah kau bisa langsung datang kemari? Aku harus menelpon mamamu dan memberitahukan kepadanya bahwa dia harus menjaga ketiga bayi kalian untuk waktu yang sedikit lebih lama karena situasi ini cukup sulit bagi kita semua." Lanjut Bu Helen.


"Iya, aku akan berada di sana beberapa jam lagi." Balas John.


"Kenapa begitu lama? Kau ada di mana?" Tanya Bu Helen dengan bingung.


"Tidak ada apa-apa Ma. Aku akan berada di sana saat aku tiba nanti." Ucap John kemudian langsung menutup sambungan telepon itu.


Bu Helen tampak begitu bingung, dia berpikir bahwa John akan khawatir dengan keadaan Amelia tapi sepertinya John tidak begitu peduli. Bu Helen pun berpikir apa yang sebenarnya sudah terjadi antara mereka berdua pagi ini. Padahal selama ini, mereka berdua terlihat begitu bahagia penuh dengan cinta.


Setelah itu, Bu Helen menelpon Olivia. Tidak seperti John, Olivia langsung mengangkat telepon di nada kedua.


"Bu Helen, ada apa?" Tanya Olivia.


"Olivia sayang, kau mungkin harus datang ke rumah sakit sekarang. Adel berada di ruangan gawat darurat dan tengah dioperasi sejak beberapa jam yang lalu. Kondisinya sedang tidak baik-baik saja." Ucap Bu Helen.


"Apakah anda sudah menelpon John?" Tanya Olivia.


"Iya, aku sudah menelponnya." Balas Bu Helen.


"Baiklah, aku akan berada di sana beberapa saat lagi." Balas Olivia.


"Baik sayang." Balas Bu Helen lagi.


Setelah Bu Helen menelpon John, Olivia dan juga Mama mereka, Jefri tampak datang kembali dengan membawa 2 cup kopi dan beberapa kue dan juga sandwich. Dia memberikan makanan itu kepada Bu Helen.


"Ini untuk anda Bu Helen." Ucap Jefri.


"Terima kasih Jefri." Balas Bu Helen.


Mereka berdua duduk dalam hening beberapa saat dengan makan dan juga minum. Sampai akhirnya Olivia muncul. Dia terlihat seperti tengah menangis. Bu Helen merasa begitu beruntung karena Adel mempunyai seorang teman dan keluarga yang sangat peduli kepadanya.


Bu Helen tahu bahwa dia tidak mungkin terus berada di rumah sakit untuk waktu yang cukup lama mengingat bahwa dia juga mempunyai kewajiban menjaga ketiga cucunya itu. Dan fakta bahwa Adel mempunyai orang-orang yang peduli kepadanya di waktu yang sulit seperti ini, membuat Bu Helen percaya bahwa Adel akan baik-baik saja bersama dengan Olivia dan John. Setidaknya Adel akan bisa cepat membaik, pikir Bu Helen.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2