
Waktunya untuk memulai sebuah hidup baru. Hidup baru yang bahagia.
Dua bulan sebelum kami menikah, aku dan John memang sudah memutuskan untuk kemana kami akan berbulan madu nantinya.
Setelah semua kesibukan tentang perkuliahan kami selesai, kami pun akhirnya bisa merealisasikan keinginan kami untuk pergi berbulan madu. Itupun setelah berunding dengan semua orang yang akan kami tinggalkan untuk mengurus anak-anak.
Hari keberangkatan pun tiba.
"Del, jaga diri baik-baik ya Nak. Jangan jauh-jauh dari John." Ucap Mama kepadaku seolah aku ini masih anak kecil.
"Iya Ma, tenang aja. Selama ada aku, Adel pasti baik-baik aja." Balas John pada Mama.
"Kamu juga John, jaga diri. Ingat jangan terlalu bergadang dan pastikan istrimu selalu makan tepat waktu, jangan sampai mabuk, sering-sering lah menelepon anak-anak. Dan satu hal yang paling penting, jangan lupa bawain kami semua oleh-oleh ya." Ucap Mama pada John.
"Ya ampun Ma, kami hanya cuma pergi selama beberapa hari...." Kali ini aku yang menjawab ucapan Mama sementara John hanya tertawa.
"Lebih lama juga gak apa-apa. Mama bosan lihat kalian terus-terusan berdebat di rumah. Setidaknya selama kalian tidak ada, Mama dan anak-anak bisa sedikit lebih tenang selama seminggu." Ucap Mama. "Bukan begitu anak-anak?" Lanjut Mama.
"Iya Omaa....." Teriak Bulan, Berlian dan Bintang.
"Kalian mengusir Mama dan Papa ya? Apa kalian sudah tidak sayang pada Mama dan Papa?" Tanyaku dengan mimik wajah yang kesal. "Kalau begitu kami tidak akan kembali lagi." Lanjut ku.
"Tidaaaak Mamaa...." Teriak anak-anakku langsung berlari memeluk kakiku.
John tampak tersenyum geli melihat tingkahku, sementara Mama hanya menggelengkan kepalanya.
Setelah drama pamitan dengan mencium anak-anak selesai, akhirnya kami pun berangkat menggunakan sebuah taksi menuju bandara.
Tiba di bandara......
Aku bergegas mengikuti John yang berjalan dengan begitu cepat.
"John, bisa pelan-pelan? Kau berjalan terlalu cepat." Ucapku sambil terus mengikuti langkah cepat John.
"Maaf sayang, tapi kita harus cepat. Atau kita akan ketinggalan pesawat. Pilot tentu saja tidak akan mau menunggu kita." Jawab John.
"Huh." Aku kembali mencebik kesal.
"Ayolah sayang lebih cepat lagi." Ucap John lagi.
"Iya-iya." Balasku.
Aku pun berjalan dengan setengah berlari karena langkah John yang sudah terlalu jauh dariku.
Kami akhirnya tiba di dalam pesawat dan perjalanan panjang pun dimulai....
Setelah perjalanan yang panjang dan lumayan melelahkan. Kami akhirnya tiba di sebuah pulau nan indah. Sepanjang mata memandang hamparan pasir putih membentang luas, dengan air laut yang begitu jernih.
Mulutku menganga, berbeda dengan John yang terlihat biasa-biasa saja. Kami berjalan di atas jembatan yang menghubungkan antar kamar satu dengan kamar yang lainnya.
Konsep resort yang kami tempati adalah resort yang berada diatas laut. Saat kami masuk ke dalam kamar, kami disambut dengan tempat tidur berukuran besar dengan taburan bunga mawar berbentuk hati di tengah-tengahnya.
Bulan madu kami pun dimulai. Aku dan John benar-benar akan menikmati waktu kami berdua.
Aku lebih dulu keluar dari dalam kamar melewati pintu belakang yang langsung menampilkan pemandangan lautan luas nan biru dengan air yang begitu jernih. Aku tengah sibuk mengagumi pemandangan itu sampai aku tidak menyadari kedatangan John.
John tampil dengan kemeja bunga dan celana pendek lengkap dengan kacamata hitam yang menutupi mata indahnya itu.
"Apa aku begitu tampan sampai membuatmu terpesona sayang?" Ucap John yang langsung menyadarkan aku dari lamunanku.
Spontan aku langsung menutup mulutku lalu menyeka sudut bibirnya. John langsung tertawa melihat tingkahku.
"Ayo ikut aku." Ucap John seraya menyodorkan tangannya padaku.
"Kemana?" Tanyaku.
"Naik perahu." Balas John sambil menunjuk ke arah sebuah perahu yang terlihat hanya muat untuk dua orang saja.
__ADS_1
Aku dan John lalu menaiki sebuah perahu kecil kemudian mulai mendayungnya menuju ke tengah laut yang terlihat tenang.
"Sayang, apa kau suka gak tempat ini?" Tanya John saat keduanya di tengah laut.
"Aku suka sekali sayang, terima kasih ya sudah bawa aku kesini." Jawabku.
"Kalau kau mau, aku bahkan bisa membawamu kemana saja." Balas John. "Paris, London, New York, kemana saja." Lanjutnya.
Aku tersenyum, "Ke bulan bisa gak?" Tanyaku.
Raut wajah John seketika berubah.
"Tentu saja sayang, kau mau pergi ke bulan, maka akan aku bawa bulan ke pangkuan mu." Ucap John yang membuat aku tertawa terbahak.
'Sejak kapan suamiku ini mulai menjadi pria yang begitu gombal?' ucapku dalam hati.
...****************...
Aku tengah berbaring di kamar setelah mandi pukul 6 sore. Sementara John sudah pergi entah kemana sejak aku masih berada di dalam kamar mandi.
Ting!
Ponselku berdering, sebuah pesan singkat dari John masuk.
[Keluar sekarang.]
Aku mengerutkan dahi ku, namun aku tetap saja mengikuti perintah John untuk keluar kamar.
Tiba didepan pintu kamar, aku dikagetkan dengan keberadaan lampu-lampu lampion yang terlihat begitu indah. Setelah itu aku kembali menerima sebuah pesan dari John yang meminta aku untuk mengikuti ke arah ujung lampion itu berada.
Aku celingukan, menatap kanan dan kiri mencoba mencari sosok John, namun tak ku temukan. Aku pun lantas berjalan mengikuti dimana ujung lampion yang berbaris-baris itu berada.
Setelah beberapa lama berjalan, aku ternyata digiring menuju pantai yang telah dihiasi lampu-lampu cantik. Lampu tumbler di bentuk menyerupai hati dan terdapat dua buah pasang kursi dan meja yang di atasnya terdapat bunga.
Aku terkesima melihat semua itu. Tiba-tiba tanpa aku sadari seseorang telah memeluk pinggangku dari belakang. Aku yang terkejut, refleks hendak melepaskan tangan itu. Namun saat aku melihat bahwa itu John, aku jadi tersenyum.
Kami berdua lalu duduk berhadapan.
"Kita mau ngapain disini?" Tanyaku.
"Mau dinner romantis." Jawab John.
John menepuk tangannya sekali, seketika beberapa pelayan datang membawa menu makanan kami. Aku takjub dengan hidangan yang ada di hadapanku.
"Ayo makan." Ucap John yang melihat aku hanya memandangi makanan tersebut.
Aku lantas mengangguk dan mulai makan.
Beberapa saat kemudian, makanan diatas meja akhirnya hanya menyisakan tulang belulang ikan dan cangkang kepiting dan juga lobster. aku begitu menikmati makan malam kali ini.
"Makasih ya sayang, ini rasanya makan malam terindah yang pernah aku alami." Ucapku memegang perutnya yang terasa penuh.
John tersenyum lalu bangun dari duduknya. Menyodorkan tangannya padaku, mengajak aku duduk di tepian pantai. Dimana sudah terdapat sebuah permadani yang digelar diatas pasir.
Kami berdua lalu duduk menghadap ke lautan luas yang yang terlihat lumayan jelas karena terdapat sinar bulan. John lalu menunjuk ke arah atas, seketika kembang api menghiasi langit malam itu.
Aku begitu takjub dengan indahnya kembang api itu.
"Sayang, apa kau yang menyiapkan semua ini?" Tanyaku takjub.
"Iya." Balas John.
"Terima kasih sayang." Ucapku seraya mencium bibir John dengan cepat.
John mengangguk lalu kembali bangun dari duduknya. Tiba-tiba suara musik terdengar begitu romantis.
"Will you dance with me." Ucap John seraya mengulurkan tangannya padaku agar bangun.
__ADS_1
Aku bangun dan mulai berdansa dengan suamiku. Kami berdua larut dalam suasana romantis.
John dan aku terus berdansa, suasana yang begitu romantis membuat kami larut terbawa suasana. Hingga mulai berciuman mesra. Ciuman yang awalnya terasa begitu mesra, kini berubah dengan begitu intim dan penuh hasrat. John tiba-tiba menggendong tubuhku dan membawa aku ke kamar yang posisinya cukup jauh dari pinggir pantai itu.
Tiba di kamar, kami pun melanjutkan agenda bulan madu kami diatas ranjang tempat tidur. Kamar kami berdua lantas mulai dipenuhi dengan suara kami berdua yang merasakan indahnya malam bulan madu.
...****************...
Pagi harinya cuaca yang begitu cerah menyambut hari kami. Semalam tidurku begitu nyenyak. Aku merasa begitu bahagia karena perlakuan romantis yang diberikan John padaku.
Setelah sarapan di kamar, aku memutuskan keluar dan hendak mengajak John untuk berenang. Namun rencana itu buyar saat John meminta aku untuk mengikutinya.
"Kita mau kemana?" Tanyaku.
"Ayo ikut saja." Jawab John
John lalu meminta aku untuk duduk di sebuah bangku panjang di pinggir pantai. Lengkap dengan payung berukuran besar untuk melindungi aku dari sinar matahari. Terdapat meja kecil yang diatasnya ada kotak minuman dingin. John lantas pergi meninggalkan aku sendirian setelah mengatakan bahwa dia akan memberikan sebuah kejutan padaku.
"Kejutan apalagi ini?" Tanyaku pada diriku sendiri.
Aku memicingkan mataku saat melihat sebuah pesawat berukuran kecil memutar di udara. Aku berteriak histeris, berpikir bahwa pesawat itu mengalami kecelakaan. Namun lambat laun aku melihat pola awan yang dibuat oleh pesawat itu berbentuk hati. Kemudian sebuah bendera berukuran besar membentang di udara yang dikaitkan di pesawat.
Bendera tersebut bertuliskan, 'I love you Adel.'
Seseorang kemudian terlihat terjun dari atas pesawat kemudian mengenakan parasut dan semakin mendekat ke arahku.
Semakin dekat, terlihat semakin jelas bahwa itu adalah John. Aku menjadi semakin terkejut.
Tiba di pinggiran pantai, John langsung mendekati aku. Aku yang panik, dengan cepat mendekati John.
"John apa yang kau lakukan?" Ucapku begitu khawatir. "Itu sangat bahaya." Ucapku marah.
"Aku melakukan semua ini sebagai rasa cintaku padamu." Ucap John.
Aku langsung memeluk John karena begitu takut jika sesuatu terjadi padanya. Aku memintanya untuk tidak melakukan hal bahaya seperti itu lagi.
...****************...
Agenda bulan madu kami pun berlanjut. Setiap harinya selalu ada saja kejutan yang John berikan untukku. Aku merasa begitu bahagia. Selama seminggu lebih kami berbulan madu. Tibalah hari dimana kami harus pulang kembali ke rumah.
Saat tiba di rumah, semua orang sudah menunggu kami.
"Mama akhirnya pulang...." Ucap ketiga anak-anak kami.
"Kangen ya?" Balasku.
Mereka semua menganggukkan kepalanya secara bersama-sama. Aku dan John bergantian memeluk dan menciumi mereka satu persatu.
"Mana oleh-olehnya." Tanya Mama yang tiba-tiba muncul dari arah dapur.
"Aku pikir Mama akan merindukan aku. Ternyata Mama malah merindukan oleh-oleh dariku." Ucapku mencebik kesal.
Mama pun tertawa, sambil membuka bungkusan oleh-oleh yang kami bawa.
...****************...
5 tahun kemudian....
Aku tengah duduk di sofa panjang di dalam rumah dengan penuh kedamaian. Namun aku merasa semuanya sedikit menyebalkan beberapa hari ini dan aku juga merasa sedih. Semuanya terlalu sunyi bagiku, John sudah keluar rumah untuk mengantar semua anak-anak pergi ke sekolah pagi ini.
Satu tahun setelah pernikahan, kami kembali mendapat 2 anggota baru dalam keluarga. Aku kembali melahirkan bayi kembar, sepasang perempuan dan laki-laki. Kami memberi nama anak kami yakni Maria dan Mike. Sekarang, aku dan John sudah memilliki lima anak, yakni Bulan, Berlian, Bintang yang sekarang sudah berusia 8 tahun. Sementara Maria dan Mike berusia 4 tahun, mereka mulai menjadi anak-anak usia balita.
Aku hanya bisa berharap bahwa John tidak akan meminta aku untuk menambah anak lagi. Aku sudah merasa cukup dengan memiliki lima orang anak. Aku tidak akan bisa membayangkan jika di rumah kami yang sudah terasa sempit ini akan di tambah beberapa orang anak lagi. Tapi, aku tahu benar bagaimana isi kepala John. Beberapa hari yang lalu, dia bahkan sudah memberikan kode kepadaku untuk melakukan program kehamilan lagi.
'Oh Tuhan, tolong bantu aku untuk bisa merubah pikiran suamiku itu.' ucapku dalam hati.
Bersambung....
__ADS_1