Aku Kau Jadi Kita

Aku Kau Jadi Kita
Sehat Luar Dalam


__ADS_3

“Gimana? Udah enakan?” Tanya Rendra


“Hmm,” sahut Ana tanpa melihat ke arah Rendra.


“An,” panggil Rendra lagi sambil mengenggam tangan Ana sebelah kiri yang tak terpasang infus.


“sudah jangan salah paham lagi, aku mau jelasin sesuatu..”


Belum selesai Rendra berucap telah dishut oleh Ana.


“Udah nggak ada yang perlu dijelasin kok buat apa, kan aku bukan siapa-siapa. Kita Cuma teman Ndra aku tahu itu,” ucap Ana tanpa melihat Rendra. Sedang Rendra tersenyum melihat tingkah Ana yang seperti itu.


“Dengarin dulu, aku kemarin di sana sama adik aku namanya Sovia,” jelas Rendra dan langsung mendapat tatapan menyelidik oleh Ana.


“Beneran An, yang kemarin itu adik aku kalo nggak percaya tanya aja sama Olive. Dia hampir tau semuanya tentang aku,”


Mendengar nama Olive, Ana berpikir jika Rendra dan Olive memiliki hubungan yang lebih dari sekedar teman, seperti hubungan asmara. Sesuai dengan ucapan Rendra yang mmenjelaskan bahwa Olive hampir tahu segalanya tentang dia.


“Jadi dia pacar kamu?” Tanya Ana yang mengundang tawa Rendra.


Ana yang melihat itu pun semakin bingung.


Tak lama Rendra menatap Ana serius sampai menembus bola mata coklat milik Ana. Ana merasa terhipnotis dengan tatapan Rendra, ia pun menatap balik manik mata coklat Rendra.


“Bukan dia itu sepupu aku An,” jelas Rendra. Ana yang mendengar hal itu sedikit tak percaya karena Olive tak pernah menceritakan tentang anggota keluarganya. Yang ia tahu hanya abang dari Olive.


“Aku serius,” jelas Rendra yang konsisten dengan tatapannya. Ana pun tak menyela apa yang diucapkan Rendra, dia menikmati tatapan ini dan rasa hangat di tangannya yang digenggam Rendra.


“ Aku juga serius sama kamu. An mungkin ini cukup mengejutkan mu tapi aku mau jujur sebelum semuanya terlambat. Aku menyukai mu, aku tertarik denganmu. Entah sejak kapan kamu bisa menarik separuh duniaku. Aku serius sama kamu, mungkin ini cinta dan aku mencintaimu. Aku selalu bahagia di dekatmu, selalu rindu, cemas, dan gelisah kalau jauh dari kamu An. Percaya atau tidak jantungku selalu berdebar seperti saat ini. Rasakan ini An,” Rendra pun menempelkan tangan Ana ke dadanya untuk merasakan debaran jantungnya seperti sedang berperang.


“Aku nggak main-main dengan omonganku, maaf aku tidak bisa bersikap romantis seperti orang lain, tapi jujur aku mencintaimu An. Jadilah pasanganku, kita berjuang bersama dalam kehidupan ini, saling membantu satu sama lain, saling melengkapi satu sama lain, aku mencintaimu maukah kau menjadi pasanganku?” Tanya Rendra yang telah berhasill mengeluarakan apa yang ia rasakan selama ini terhadap Ana.


Perlahan Ana melepaskan tangan yang ada dlam genggaman Rendra. Rendra yang mengetahui itu pun tak terima, ia panic lalu di tariknya lagi tangan Ana dalam genggamannya di genggamnya dengan erat. Ana berusaha kembali melepaskan tangannya itu dalam genggaman Rendra. Terjadilah aksi tarik menarik itu, ada yang ditarik tapi bukan tambang.


“Reen lepasin tanganku,” pinta Ana dengan suara lemahnya.

__ADS_1


Rendra pun menggeleng dan memasang raut muka penuh harap terhadap Ana.


“Plis jangan ditolak An,”


“Lepas dulu ah,” pinta Ana dengan mata elangnya.


Dirasa genggaman Rendra melemah, ditariknya tangannya itu dari genggaman Rendra, dan Rendra tak menolak itu. Rendra telah pasrah dengan keputusan yang akan diambil Ana. Ia telah siap dengan kemungkinan terburuknya.


Perlahan tangan Ana mendekat ke wajah Rendra, diusapnya lembut pipi pria itu.


“Iya aku mau dan aku siap untuk menjalaninya,” ucap Ana.


Rendra yang mendengarnya pun langsung memandang wajah Ana lalu ia bangkit dari duduknya dan mendekap lembut Ana.


“Cepat sembuh ya sayang. Ada banyak hal yang harus kita lalui. Kita harus kuat. Saling percaya satu sama lain. Jangan pernah ada yang ditutup-tutupi, apa pun itu masalahnya kita harus hadapi sama-sama ya,” ucap Rendra dan kecupnya pucuk kepala Ana dengan sayang.


Ana yang mendengar ucapan Rendra pun hanya bisa mengangguk dalam dekapan pria yang telah menjadi kekasihnya itu. Ia tak mau melepaskan dekapan pria ini, ia nimkati, dihirupnya aroma tubuh Rendra perlahan yang membuatnya tenang kembali.



“Ooo gitu kirain udah di kamar rawat Ana. Nggak ada pah paling belikan makanan yang enak aja ya pah,” jawab mamah Reni sambil berjalan menuju kamar rawat Ana.


“Oh yaudah,”


Mamah Reni yang sudah berada di depan pintu kamar rawat Ana bersama Olive langsung membuka pintu dan disambut senyum manis dari anaknya itu. Wajah ceria Ana tercetak sangat jelas saat ini sampai keceriaan itu menular ke wajah sang mamah.


“Waah beda banget ya sekarang. Gimana udah enakan sekarang,” Tanya sang mamah sambil memegang dahi Ana untuk mengecek suhu tubuhnya.


“SUdah sembuh luar dalem deh kayanya Tan. Entar malem kayanya pulang tu bocah,” sahut Olive yang melihat wajah ceria Ana.


Ana yang mendengar penuturan Olive pun tersipu malu. Rona merah wajah nya terlihat seperti udang rebus saat ini. Berbeda dengan Rendra yang mengaminkan ucapan Olive.


...


Pukul 17.20 dokter mengunjungi Ana di kamarnya. Dokter mengatakan Ana hanya tinggal pemulihan, esok hari sudah bisa kembali ke rumah, malam ini tinggal menghabiskban infusan yang ada saja. Kedua orang tua Ana yang mendengarnya pun senang. Terlebih Rendra yang mendengar sang kekasih esok sudah bisa dibawa pulang.

__ADS_1


Tangannya langsung mengusap kepala Ana.


“Ehhm ehhm tolong tangan dijaga ya,” suara papah Ardi memberi peringatan kepada Rendra.


Ya, Rendar tadi telah menjelaskan kepada kedua orang tua tentang hubungannya dengan Ana termasuk hubungannya dengan Olive yang sebagai saudara. Bukan tanpa masuk Rendra langsung mengatakan hubungannya dengan Ana kepada orang tua Ana, ia sudah merasa mantap dengan Ana untuk mejadikan dia sebagai pendampingnya. Meskipun baru saja mengenal beberapa buan belakangan ini tetapi Ana telah berhasil menarik separuh dunia Rendra. Untuk pertama kalinya Rendra merasakan hal seperti ini.


Maka dari itu Rendra langsung mengatakan niat baiknya kepada kedua orang tua Ana meskipun baru mengatakan rencana kedepannya. Rendra masih harus menyelesaikan studinya terlebih dahulu dan bekerja baru bisa meminang Ana. Karena ada suatu hal juga yang diminta snag papah kepada Rendra untuk tidak menikah dulu dalam waktu dekat ini.


“Oiya Om berhubung udah mau malam saya sma Olive kayanya pamit dulu. Insyaallah besok datang lagi,” pamit Rendra.


“Iya nggak usah dipaksa unutk datang kalau memang nggak bisa. Selesaikan dulu urusanmu,” papah Ardi memberi pengertian kepada kekasih anaknya itu.


“Iya Om,” jawab Rendra yang langsung berdiri untuk menghampiri Ana untuk berpamitan.


“aku pulang dulu ya Ana sayang, harus cepet sembuh. Aku usahain besok bisa datang untuk jemput kamu yaa,”


“iya kalo nggak bisa nggak usah maksa oke,” pinta Ana yang dijawab anggukan oleh Rendra kemudian mencubit gemas pipi Ana baru meninggalkannya untuk bersalaman dengan orang tua Ana. Setelah itu Olive yang berpamitan kepada Ana.


“Issh nggak nyangka yaa kamu udah punya pacar aku kapan?” Tanya Olive dengan wajah yang memelas.


Ana pun tertawa kecil menanggapi ucapan sahabtnya itu. “Udah sana pulang keburu ditinggal ntar,” lanjut Ana.


“iya deh. Get well soon okey. Kalo ada apa-apa cerita okey daaah,”


Rendra dan Olive pun pergi dari rumah sakit menuju rumah mereka. Sebelumnya Olive mengantarkan Rendra dulu k erumahnya setelah itu baru ia menuju rumahnya.


.


.


.


**Jangan lupa like dan komennya ya😇 Dukungan, kritik dan sarannya ditunggu ya😊


Oiya belum bisa up banyak, setiap hari up satu eps aja, masih belum bisa nulis cepat ya masih butuh proses untuk ke tahap itu.

__ADS_1


Terimakasih semua🤗**


__ADS_2