
"Emang Ana semalam jalan sama siapa Tan? Cowok apa cewek?” Tanya Olive penasaran.
Akhirnya mamah Reni pun menceritakan tentang Ana dan Rendra yang sekarang lebih dekat beberapa hari belakangan ini.
“Tapi kamu diam aja ya Liv, pura-pura nggak tau aja Okeee,” nego mamah Reni.
“Oke siap Tan.”
“Eh tapi nggak nyangka aja sampe pake bohong segala, ih parah” lanjut Olive.
“Mungkin nggak enak aja sama Andra Liv dia. Paling kalo Cuma sama kamu dia mau jujur,” mamah Reni memberi pengertian terhadap Olive.
“Ah enggak tuh. Semalam kan emang aku penasaran aja sama Ana, jadi malam aku telpon, dia angkat tu telpon tapi tetep nggak mau jujur tuh Tan,”
“Hmmm coba aja nanti kamu tanyain sama Ana nya paling dia malu Liv kan baru pertama kali dia kaya gini kan,” saran mamah Reni.
Tak lama keduanya tergelak tawa dengan pembicaraan lebih lanjut.
Setelahnya Olive menuju kamar Ana.
…
Di kamar, Ana tengah bersiap untuk hangout bersama dua kawannya itu. Dikala ia tengah memoles bibir nya dengan liptint di bibirnya terdengar suara getaran dari hp nya yang menandakan bahwa ada sebuah pesan masuk.
“Good morning An, have a nive day ya see you” ~Rendra
Di buka pesan itu dan terbitlah sebuah senyum dari bibir manisnya itu yang sangat cerah. Secerah suasana pagi ini yang hangat.
“Ngapain sih Ana senyam senyum ga jelas,” ucap Olive yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Ana.
“Hah. Nggakpapa, biasa ada konten lucu di beranda,” jawab Ana dengan mengalihkan pandangannya dari Olive untuk menutupi kebohongannya.
Sedangkan Olive masih berdiri di dekat Ana duduk di meja rias dan melipat kedua tangannya di bawah dada serta memfokuskan tatapannya kepada Ana.
“Nggak ada yang mau di jelasin An?” Tanya Olive.
“Apaan?” jawab Ana dengan santainya.
“Soal semalem,”
Tak ada jawaban dari Ana, ia hanya membereskan barang-barangnya ke dalam tas yang akan ia bawa nanti untuk hangout bersama.
“Ok kalo emang nggak siap buat cerita nggakpapa. Tapi jangan bohong lagi kedepannya jujur aja ok,” lanjut Olive.
“Hehe sorry. Siap sayangkuh,” janji Ana dan memeluk sahabatnya itu.
“Yuk ah jalan dah keburu panas nih,” ajak Ana.
__ADS_1
…
Ana dan Olive bertemu Andra di tempat yang sudah dijanjikan mereka sebelumnya. Rencananya hari ini mereka akan menghabiskan waktu seharian bersama, makan, nonton, dan shopping. Menjalankan rencana seperti orang-orang lain yang tengah berlibur.
Kurang lebih 30 menit Ana dan Olive telah sampai di tempat yang dijanjikan. Sesampainya di sana mereka langsung memasuki salah satu mall terbesar di kota mereka tinggal.
“Haii,” sapa Andra yang dijawab dengan senyuman oleh Ana dan Olive.
“Yuk kemana dulu kita?” Tanya Andra.
“Main main dulu aja yuk. Cari keringat habis tu makan,” usul Ana
“Oke deh,” jawab Olive dan Andra.
Ketiganya menuju time zone untuk bermain lempar bola basket. Dilanjutkan dengan permainan yang ada di timezone itu, hampir mereka mainkan semua permainan yang ada di sana. Setelahnya mereka mencari tempat makan karena waktu sudah menunjukan jam makan siang.
“Yuk lah makan dulu laper nih,” ucap Andra sambil mengusap-usap perutnya daan kspresi muka yang didramatasir olehnya.
Akhirnya ketiganya pun singgah di restoran seafood yang ada di mall tersebut. Ketiganya memilih menu yang berbeda-beda, dengan tujuan supaya dapat menikmati menu yang ada tanpa memesan double yang akan cukup menguras dompet mereka, jadi mereka sering berbagi makanan dan minuman satu sama lain. Meskipun kehidupan mereka kecukupan tetapi tidak menjadikan mereka untuk bersikap boros.
Ketiganya menikmati moment kebersamaan mereka, dan juga sambil menikmati makanan mereka, Ana memesan menu udang, Andra kepiting, dan Olive memesan menu cumi-cumi dengan minuman yang sama yaitu jeruk hangat yang dapat membantu melancarkan metabolisme tubuh mereka dari lemak.
“Haa kenyang akhirnya, dah lama nggak makan senikmat ini,” ucap Andra.
“Lebay lo kaya nggak pernah makan aja,” timpal Olive.
Ting..
“Jangan lupa makan siang ya An” ~Rendra
Ana yang melihat ponselnya itu pun tersenyum kembali lalu membalas pesan tersebut dan tidak memudarkan senyumnya sama sekali.
“Iya” ~Ana
“Woy An, senyam-senyum aja dari tadi liat hp. Senyum tu liat kita ya nggak Liv,”gurau Andra.
Ana yang mendengar itu pun hanya mencebikan bibirnya menatap Andra malas.
“Dah yuk nonton,” ajak Ana.
Yuk
….
Sesampainya di gedung bioskop, Andra meninggalkan Ana dan Olive untuk membeli tiket. Film yang mereka tonton kali ini genre action. Ana dan Olive terlalu malas jika menonton film yang berbau romantis jadi diputuskan untuk menonton film action.
Ana, Andra, dan Olive duduk di tempat duduk paling belakang agar tidak terlalu menatap layar gambar yang begitu besar. Olive duduk di tengah-tengah antara Ana dan Andra. Tak ada pembicaraan antara ketiganya yang tengah asik menikmati film tersebut sampai film selesai.
__ADS_1
Filmnya memakan waktu kurang lebih 4 jam hingga tamat sampai membuat Ana dan Olive tertidur di dalam bioskop. Andra yang melihat itu pun hanya menatap tak percaya.
“Bisa bisanya tidur ada suara segede ini,” gumam Andra sambil menggelengkan kepalanya yang tak percaya dengan kedua sahabatnya itu.
“Woy bangun, dah selesai nih,” ucap Andra seraya menggoyang-goyangkan bahu kedua sahabatnya itu agar terbangun.
Setelah keluar dari gedung bioskop ketiganya memutuskan untuk pergi ke restoran junk food untuk mengisi perut mereka sebelum menjalankan agenda selanjutnya.
Andra datang ke meja makan yang telah mereka pilih dengan membawa nampan berisi makanan dan minuman yang akan merak santap.
Selagi mengunyah makanan mata Ana menatap sekeliling tempat makan, dan matanya berhenti untuk memfokuskan retina matanya kepada seseorang yang dirasa-rasa dikenalnya di meja yang berjarak 5 meja dari mejanya.
Deg... Rendra
Ana melihat Rendra tengah makan bersama dengan seorang peremuan cantik di depannya. Posisi Ana menghadap Rendra dengan wanita itu yang duduk saling berhadapan yang menyamping dari posisi Ana duduk. Jadi Ana dapat melihat interaksi antara Rendra dan wanita itu.
Entahlah rasanya mood Ana benar-benar berubah.
Ana menyadarinya, tak seharusnya ia merasa seperti ini. Tak ada gunanya. Tetapi rasa itu masih terus bertengger di benak Ana. Matanya tak henti-hentinya menatap ke arah sana.
Sampai di mana Rendra membersihkan sekitar bibir wanita itu dengan tisu. Huuhhhh. Terdengar helaan nafas dari mulut Ana. Kedua sahabatnya itu saling pandang satu sama lain, berbicara lewat matanya seolah-olah saling bertanya, kenapa si Ana??.
Merasa tak puas dengan apa yang dipandangnya barusan, Ana mengawasi Rendra kembali dengan mata elangnya.
Terlihat di matanya Rendra sedang tertawa bersama wanita itu. Jika ada GIF di mata Ana mungkin cocok di beri api membara tepat di mata Ana yang menggambarkan perasaan Ana saat ini.
Rendra menatap sekitar, dan tak sengaja matanya bersitemu dengan mata elang Ana. Pandangan mereka terkunci sampai,
“Eh aku pulang duluan ya, tadi mamah tiba-tiba telpon,” pamit Ana dan langsung keluar dari restoran itu tanpa menunggu jawaban dari kedua sahabatnya itu.
“Perasaan dari tadi Ana Cuma makan sambil diem, nggak ngomong apa-apa, nggak terima telpon juga dehh,” ucap Andra keheranan melihat tingkah Ana seperti itu. Sedangkan Olive hanya mengedikkan bahunya sebagai jawaban tidak tahu akan pertanyaan Andra sambil tertawa kecil.
Sebenarnya Olive bisa menebak kenapa Ana tiba-tiba pergi begitu saja. Olive diam-diam mengikuti arah pandang Ana yang begitu serius dari tadi. Ia pun merasa geli dengan apa yang terjadi, membayangkan ekspresi Ana jika Ana tahu yang sebenarnya.
Kepergian Ana yang tiba-tiba tak luput dari pandangan Rendra setelah pandangan mereka bertemu tadi. Rendra pun mengejar Ana sampai lantai dasar. Matanya melihat ke sana kemari mencari wanita yang selalu hadir di mana pun ia berada beberapa minggu terakhir ini. Tak lama ia melihat Ana tengah menyetop taksi tak jauh dari tempatnya berdiri sekarang. Ia pun langsung berlari untuk mencegah Ana pergi.
“Aa…n Anaaa...Anaaaa!!” teriak nya. Namun sama sekali tak dihiraukan oleh Ana. Sampai Ana benar-benar pergi menaiki taksi tersebut.
Ingin menyusul Ana tetapi ia tengah bersama seseorang di dalam sana yang tak mungkin ia tinggal begitu saja. Akhirnya Rendra pun memutuskan untuk kembali ke tempat makan tadi dengan wajah lesunya.
.
.
.
**Jangan lupa like dan komennya ya😇! Dukungan, kritik dan sarannya ditunggu penulis yaa...
__ADS_1
Terimakasih yang sudah baca🤗😊**