Aku Kau Jadi Kita

Aku Kau Jadi Kita
Ditinggal


__ADS_3

“An tungguin dong,” lelaki itu pun mengejar Ana. Ia pun langsung berdiri di hadapan Ana menghadang jalan Ana.


“Hisshh ngapain sih Ar,” Ana pun mau tak mau meladeni Aron. Lelaki yang terus mengejar-ngejarnya selama di SMA, bukan berarti untuk dijadikan pasangan tetapi hanya untuk teman atau mungkin sahabat. Namun sayang Ana tak terlalu menanggapi karena Aron ini termasuk ke dalam golongan “narsis”.


“Nggakpapa, hehe. Yaudah kalo au jalan silahkan nona,” jawab Aron dengan kekehannya.


“Ishh ga jelas,” gerutu Ana dengan langkah meninggalkan Aron.



Hari ini Ana berjanji untuk bertemu dengan Rendra setelah sepulang dari kampus. Besok rencananya Rendra akan ikut dengan papa nya untuk perjalanan bisnis sekaligus mengecek keadaan perusahaan kakeknya ke lapangan. Selama ini perusahaan kakeknya itu hanya dipantau jarak jauh oleh papanya. Perusahaan itu seharusnya dikelola langsung oleh papa Rendra, namun karena keadaan jarak yang jauh jadi diputuskan perusahaan kakek itu sementara diurus oleh orang kepercayaan papanya sampai Rendra lulus kuliah.


Perjalanan bisnis Rendra dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, entah bagaimana rasa rindu keduanya tidak bertemu tiga hari. Biasanya mereka selalu menyempatkan waktu untuk bertemu meski hanya 10 menit. Mereka merasa bertemu via ponsel sama seperti tidak bertemu, bukan nya mengurai rasa rindu malah rasa rindu itu semakin bertambah.


“Yank aku udah di jalan nih, take care yah kamu pake taksi aja jangan bawa mobil sendiri nanti aku antar pulang aku nggak bisa jemput waktunya mepet. Maaf ya,” ~Rendra


“Iya, bentar ya aku jalan” ~Ana


Kebetulan sekali hari ini Ana tidak berkendara sendiri, karena memang sebelumnya mereka ada janji untuk bertemu. Berharap tadinya ia tidak berkendara sendiri agar Rendra datang menjemputnya, tetapi ia masih punya pekerjaan yang memupuskan keinginannya itu.


Tak selang beberapa waktu kemudian Ana sampai di tempat. Diedarkan pandangan matanya untuk menemukan sosok yang dirindukannya itu. Padahal semalam mereka baru saja bertemu secara nyata.

__ADS_1


Dilihatnya ada seorang pria yang melambaikan tangan ke arah nya, ia balas dengan senyuman seraya berjalan mendekat.


“Udah lama,” Tanya Ana.


“Nggak kok baru baru aja belum ada se jam,” jawab Rendra sambil mengacak-acak rambut Ana.


“Iiiih jangaaan.. Kaaan rusak ah kamu sih,” Ana mendengus kesal menatap tampilan dirinya dari kamera handphone nya.


“Ciiee ngambek nii.. jangan ngambek dong nanti aku nggak tenang kerjanya gimana,”


“Biarin biar cepet pulang,” sahut Ana dengan juluran lidahnya.


Rendra pun memesankan makanan untuk mereka berdua.


“Yank sebentar lagi skripsi aku selesai,”


“Ya bagus dong memang kemauan kamu kan,” jawab Ana sambil menatap Rendra yang terlihat lelah sekali dari wajahnya.


“Iya si alhamdulillahnya gitu, tapi kamu masih kuliah An. Kan lama,”


“Ya memang aku masih kuliah namanya aku junior kamu gimana sii ya pasti lama lah,”

__ADS_1


Baru saja Rendra akan melanjutkan obrolannya dengan Ana, pelayan datang lalu menaruh apa yang menjadi pesanan ke duanya.


Mereka pun menikmati apa yang dimakan nya sesekali keduanya tertawa karena ketahuan mencuri pandang pasangannya.


Rendra menyelesaikan makannya terlebih dahulu, lalu menyeka sudut bibirnya dengan tisu. Raut wajahnya memancarkan kegelisahan. Ana yyayng melihat itu pun turut merasakannya. Akhirnya Ana pun menyelesaikan makan nya lalu bebricara.


“Kenapa?” Tanya Ana dengan lembut.


“Hmm?” gumam Rendra yang sedikit terkejut dengan pertanyaan Ana.


“Kamu kenapa dari tadi keliatan nya gelisah. Ada masalah?” Tanya Ana lagi.


“An..”


“Hmm ngomong aja siapa tahu aku bisa bantu,” jawabnya sambil menatap netra Rendra yang menggambarkan kerisauannya.


“Aku minta satu hal sama kamu. Kalau kamu masih mencintaiku tolong tunggu aku. Aku kamu jadi kita itu bukan hanya bualan semata. Aku serius dan aku sedang memperjuangkannya. Kalau kamu masih mencintaiku tolong tunggu aku. Aku sedang berjuang dan ini lumayan berat. Papa aku, minta aku setelah aku lulus nanti untuk mengurus perusahaan kakek yang akan aku kunjungi besok. Ada salah satu cabang yang hampir bangkrut dan aku diminta untuk menstabilkan perusahaan yang ada di sana. Meskipun kamu belum pernah aku bawa ke rumah untuk bertemu kedua orang tuaku tapi aku sudah cerita sama mereka kalau aku sudah punya pasangan. Mereka nggak mempermasalahkan itu asalkan itu,aku harus bisa menstabilkan perusahaan. Kemungkinan besar nanti kita LDR,” tutur Rendra


Ana yang mendengar kata LDR seketika dilanda rasa gelisah. Bagaimana kaha rasa rindunya itu nanti. Bahkan sekarang saja baru mendengar rencana Rendra yang akan meninggalkannya 3 hari rasa rindu itu sudah menumpuk di hati. Apalagi LDR.


“Aku minta sama kamu tolong tunggu aku. Aku pengen terus sama kamu. Tapi buat halalin kamu, kamu tau sendiri kan permintaan orang tuamu. Dan aku nggak mau merusak itu. Ku harap kamu ngerti. Aku ngerti ini berat. Tapi ini juga berat buat aku,” lanjutnya.

__ADS_1


__ADS_2