Aku Mencintaimu Karna Allah

Aku Mencintaimu Karna Allah
kamu masih perawan


__ADS_3

"kamu masih perawan "ucap adam terkejut menatap putri


adam dan putri saling menatap


"lanjutkan lah mas aku akan jelaskan nanti"ucap putri lalu memalingkan wajahny


adam mulai melanjutkan kegiatan ny


beberapa menit kemudian adam tumbang di atas tubuh putri lalu dia menggeser tubuh ke sebelah putri dan menatap putri


"makasih put udah kasih kehormatan mu untuk ku"ucap adam lalu mengecup bibir putri


putri mengangguk


"nanti aku minta penjelasan kamu sekarang kita tidur aku tau kamu pasti lelah"ucap adam


"iyah mas"jawab putri tersenyum


***


pagi hari


putri mulai mengerjapkan matany


"ah badan sakit semuah "ucap putri lalu menatap adam yang masih tertidur pulas putri memberanikan diri menyentuh wajah adam


"beruntung ny aku punya suami seperti mas adam "guman putri dalam hati


"mau sampai kapan kamu natap aku"ucap adam membuka matany


putri langsung menurunkan tangany


"ko di lepasin padahal aku suka loh tangan kamu menyentuh wajahku"ucap adam menggoda


"Apasih mas"ucap putri menundukan wajany


"atau kamu mau lagi "ucap adam


"mau apa mas"ucap putri


"olahraga kaya semalam"ucap adam


putri langsung mencubit tangan adam"dasar mesum"ucap putri pelan


"gapph mesum sama istri sendiri aku suka liat kamu malu gini muka kamu tuh udah merah kaya tomat"ucap adam


"mas aku mau mandi"ucap putri berusaha bangun


"nanti aja sayang sekarang kita tidur lagi aja"ucap adam


"tapi mas kita kan hari mau pindah lagian kan badan aku lengket "ucap putri


"yah udah silahkan kalo kamu bisa jalan sendiri "ucap adam tersenyum


"emang ga bisa jalan kenaapa"ucap putri berusaha turun dari ranjang


"auww "putri meringis menahan sakit


"kenapa sayang"tanya adam


"sakit mas "ucap putri pelan


"maaf yah sayang semalam Kayany aku terlalu bersemangat "ucap adam

__ADS_1


"gappah mas ini udah kewajiban aku sebagai seorang istri"ucap putri


"sebagai permintaan maaf aku biar aku bantu mandi"ucap adam lalu mengendong putri


"mas "ucap putri menunduk


"kenapa sayang"ucap adam berjalan ke kamar mandi


"aku malu mas aku bisa mandi sendiri ko"ucap putri menyembunyikan wajahnya


"ga usah malu aku kan udah liat semuahny aku janji cuman bantu mandiin kamu ga lebih"ucap adam


perlahan adam mulai menurunkan putri di bathtub


beberapa menit keduany selesai mandi putri duduk di depan meja rias dan adam yang berdiri di belakang ny sambil menatap putri lewat cermin


"mas kamu nyesel gak menikah sama aku"tanya putri


"pertanyaan macam apa itu put jelas aku gak menyesal yang ada aku bahagia punya istri seperti kamu aku sangat beruntung oh iyah kamu berhutang penjelasan sama aku soal keperawanan kamu"ucap adam


"aku akan jelaskan mas mau aku jelaskan kapan sekarang atau nanti"tanya putri


"sekarang aku pengen denger cerita kamu selengkap lengkapny"ucap adam


putri mengangguk"jadi sebenarny"ucap putri


flashback


seorang gadis kecil menangis di sebuah kamar tiba tiba seorang membuka pintu kamarny


seorang wanita lebih dewasa dari gadis kecil itu di duduk di dekat gadis itu


"jangan takut aku livia sepertinya kamu masih sangat muda siapa nama mu"tanya livia


"putri"ucap ny pelan


"gadis mudah seperti kenapa bisa ada di sinih"ucap livia


"paman yang membawa ku kemari aku sangat takut ka boleh aku minta tolong bawa aku keluar dari sinih"ucap putri


"kk gak bisa bantu kamu untuk keluar putri tapi kk bisa bantu kamu sesuatu kamu masih sangat polos aku gak mau kamu rusak"ucap livia tersenyum


livia mengeluarkan sesuatu dari sakuny


"ini obat yang bisa membuat orang lupa apa yang terjadi sebelum dia memakan obat ini dulu kk juga menggunakan obat ini saat harus melayani orang tapi sekarang tidak menggunakan ny lagi berikan obat ini pada minuman atau air putih dam berikan pada laki laki yang akan menyentuh mu kk akan selalu lindungi kamu


percaya lah kamu akan baik baik aja"ucap livia tersenyum


"makasih ka "ucap putri tersenyum lalu mengambil obat itu


***


"jadi seperti itu cerita ny livia itu wanita yang baik dia udah lindungi kamu selama tinggal di sana apa kamu pengen ketemu sama livia"tanya adam


"pengen banget mas tapi apa bisa "ucap putri


"apa sih gak bisa kalo allah berkehendak sekarang aku tanya seandainya bisa aku pertemukan kamu sama livia kamu mau kasih apa sebagai imbalan"ucap adam


"jadi mas gak iklas mau bantu aku"tanya putri


"iklas sayang tapi kan gak ada salahny aku minta bonus dari kamu"ucap adam


"mas mau apa emang ny"ucap putri

__ADS_1


adam mendekat ke arah putri tangan adam mengusap perut putri "mau kah kamu memberi aku seorang anak bagaimana pun kita udah pantes menjadi orang tua"ucap adam


putri terdiam"aku mau mas kasih yang kamu mau tapi aku takut gagal jadi seorang ibu"ucap putri


"kita belajar sama sama sayang jadi orang tua yang baik aku janji gak akan ninggalin kamu"ucap adam


putri mengangguk pelan sambil tersenyum


adam dan putri turun untuk sarapan


"kalian jadi pindah hari ini"tanya atika


"jadi umi aku udah siapin semuah ny umi gak usah hawatir kita juga gak bawa baju banyak jadi paking udah tadi"ucap adam


"yah udah kalian hati hati yah maaf umi gak bisa anter kalian mungkin nanti sore umi main ke sanah"ucap atika


"iyah umi gappah"ucap adam


"abi juga gak bisa anter kalian gappah kan"ucap arsyad


"gappah ko bi lagiaan rumah kami ga terlalu jauh dari sinih kalian bisa maen kapan pun"ucap adam


"putri inget kalo kamu ada masalah sama umi kan adam nyakitin kamu cerita sama umi oke"ucap atika


putri mengangguk sebagai jawaban


"umi aku gak nyakitin istri ku yah udah umi abi kami berangkat yh"ucap adam


"iyah kalian hati hati di jalan"ucap atika


"kita gak pamitan sama arum"ucap putri


"gappah dia kalo libur sekolah tidurny sampai siang biarin aja"ucap adam


putri mengangguk


adam mulai masuk ke dalam mobil dan meninggalkan rumah orang tua adam


di apartemen dion


"kamu udah siap"tanya dion


"aku sebenerny belum siap ketemu putri tapi aku juga kangen sama dia putri itu sudah seperti adiku sendiri"ucap livia


"ayok kita berangkat vi aku yakin nona putri akan senang bertemu dengan mu"ucap dion


livia mengangguk


putri dan adam sudah sampai di rumah baruny


putri dan berjalan masuk ke rumahny


"putri"panggil seseorang


putri membalikan badany menatap orang yang memanggilny


"ka livi"guman putri


Bersambung


jangan lupa like komen vote dan Favorite


terimakasih 😊🙏

__ADS_1


__ADS_2