
livia langsung menatap dion "ehm itu tapi aku cuman bikin mas kecewa aku bukan perempuan yang baik karna mas bukan pria pertama "ucap livia
"aku ga perduli soal itu keperawanan bukan segalaany bagi aku aku akan tetep terima kamu jadi siap siap yah kalo aku minta hak ku"ucap dion pelan
livia menatap dion dan memgangguk sambil tersenyum
"livia i love you "ucap dion
livia langsung menatap dion
deg deg deg suara jantung livia dan dion
"kamu gak mau jawab perkataan ku"ucap dion
"i love you too "ucap livia
"tapi aku akan tanya dulu saran dari tuan adam bagaimana saat ini kamu sedang hamil dan aku gak mau bahayakan kamu dan aku mau cerita soal kondisi kamu mungkin tuan bisa kasih saran dokter terbaik "ucap dion
"tapi mas aku gak mau putri tau soal masalah ini"ucap livia
"aku janji gak akan cerita sama putri aku juga akan minta tuan adam supaya gak cerita sama putri oke"ucap dion
livia mengangguk sambil tersenyum
"yah udah sekarang abisin makany setelah itu aku anter pulang "ucap dion
livia mengangguk pelan
beberapa menit kemudian livia sudah selesai makan dion mengantarkan livia pulang lalu berangkat menuju kantorny
dion memasukin ruangan adam
"Asalamualaikum tuan maaf saya baru datang"ucap dion
"tidak masalah sudah selesai mengantar istri mu"ucap adam
"sudah tuan sebenerny ada yang ingin saya tanyakan pada tuan"ucap dion
"apa yang ingin kau tanya kan lah aku akan menjawab nya jika aku punya jawabany"ucap adam
"tuan tau kan livia hamil bukan anak ku dan menikahiny meskipun sebenarnya aku tau itu dosa tapi aku melakukan demi melindungi livia aku tidak bisa membiarkany sendirian di luar sanah
dan tidak mungkin juga kami tinggal satu atap tanpa pernikahan aku ingin tanya apa dosa jika aku menyentuh istri ku yang sedang hamil anak orang lain"ucap dion
"dion aku seneng banget mau minta saran aku rasany aku merasa berguna sebagai sahabat kamu meskipun aku bos kamu tapi kita udah kenal dari kecil
jika kamu mau jawaban yang jujur sebenrnya kamu gak boleh sentuh istri sebelum dia melahirkan karna bayi itu bukan bayi mu bersabar lah sampai bayi itu lahir"ucap adam
__ADS_1
"makasih tuan atas jawabany aku juga ingin mengatakan satu hal yang penting soal kondisi livia"ucap dion
"memangny ada apa dengan livia "ucap adam
"livia terkena kangker rahim kandungan ny lemah aku butuh saran dokter terbaik untuk livia apa tuan bisa membantu "ucap dion
"aku akan tanya soal itu sama aland kamu jangan hawatir yang paling penting berdoalah untuk keselamatan istri dan anak mu"ucap adam
"makasih tuan saran anda sangat berarti bagi saya ouh iyah tapi tuan livia gak mau putri gau soal penyakit ny dia pengen menyembunyikan nya"ucap dion
"baiklah aku gak akan kasih tau putri aku punya tugas buat kamu dion"ucap adam
"apa itu tuan "ucap dion
"malam ini aku sama putri makan malam di rumah paman bram aku tidak enak untuk menolaknya bagaimana pun dia sudah seperti abi
tapi aku punya firasat gak enak apa kamu bisa melindungi ku dan istri ku di sanah jika sampai sesuatu terjadi "ucap adam
"tuan jangan hawatir saya akan melindungi tuan dan nona putri "ucap dion
"baiklah kamu boleh pergi"ucap adam
dion mengangguk pergi meninggalkan ruangan adam
dan berguman"sepertiny kita akan puasa lagi"guman dion dalam hati
di sekolah arumi
teman temany andi hanya menganggukan kepala
"iyah tuh orang ny mau luh apain jangan aneh aneh ndi dia itu anak orang terpandang "ucap temany andi
andi tidak menghirawkan perkataan temany dan mendekati arumi
"hay cantik"ucap andi
"apansih awas aku mau lewat"ucap arumi kesal
"jangan buru buru amet kita maen maen dulu "ucap andi menahan tangan arumi
"lepasin apaan sih"ucap arumi berusaha melepaskan
"kalian berdua jangan diam aja pegangin dia"ucap andi
"tapi andi "ucap kedua temany ragu
"peggangin dia atau gw gak akan kasih kalian uang lagi"ucap andi
__ADS_1
dua teman andi langsung memegangi tangan arumi
"lepasin tolong lepasin"teriak arumi
andi langsung membungkam mulut arumi pake tangany"diam luh kemaren aja luh so so jadi pahlawan sekarang gak ada yang selamat kan luh tenang gw bakal ajak luh seneng seneng"ucap andi
arumi menggeleng
"tenan di halaman belakang sekolah kita ini sepi jarang ada orang"ucap andi mulai membuka kancing seragam arumi
arumi semangkin ketakutan dan memejamkan matany
belum sempat andi membuka kancing yang ke tiga ada yang menarik andi dari belakang
brug brug liam menghajar andi
"sialan luh ganggu aja"ucap andi
"jangan pernah sentuh atau gw gak akan maafin kalian"ucap liam
"loh udah berani ngancam gw luh lupa kalo panti asuhan tanah punya bokap gw"ucap andi
"sekarang gw udah gak takut loh tanyain sama bokap luh tanah itu masih punya bokap luh apa bukan"ucap liam
"dan kalian berdua lepasin dia atau gw bakal patahin tangan kalian"ucap liam pada kedua teman andi
keduany langsung melepaskan arumi dan membantu andi berdiri"udah bos kita pergi aja jangan sampai ada guru yang liat kita"ucap temany andi
andi menatap kesal keduany"sialan ayok kita pergi "umpat andi sambil memegangi bibirny yang berdarah
liam mendekati arumi yang menutupi wajahny liam mulai menarik tangan arumi yang menutupi wajah arumi
"jangan jangan"ucap arumi ketakutan
"ini aku arumi jangan takut mereka udah pergi"ucap liam
arumi mulai menurunkan tangany dan menatap liam arumi langsung memeluk liam
"aku takut li mereka jahat aku takut "ucap arumi menangis sesenggukan
deg deg deg suara jantung keduany
Bersambung
jangan lupa like komen vote dan Favorite
maaf yah jika ada yang salah dari eps sebelumnya
__ADS_1
jujur saya belum nikah jadi saya gak faham betul tentang pernihkahan kalo ada yang salah komen aja biar jadi pelajaran bagi saya
makasih