Aku Mencintaimu Karna Allah

Aku Mencintaimu Karna Allah
takut kehilangan


__ADS_3

kenapa gelas jatuh dan kenapa dada ku sakit kenapa aku jadi mengahawatir kan mas adam ya allah lindungilah mas adam"guman putri dalam hati


"jangan hawatir kan aku cepat tangkap mucikari aku tidak mau dia membahayakan putri"ucap adam


"dion kau bawa tuan mu ke rumah sakit masalah ini biar polisi yang menyelesaikan ny"ucap burhan


"baik pak"jawab dion berusaha membawa adam ke dalam mobil


"pasti kan mucikari itu tertangkap paman"teriak ada


"iyah aku akan berusaha menangkapny"jawab burhan


adam di bawa ke rumah sakit oleh dion


"non putri kenapa bisa pecah"ucap bi santi


"ga tau bi tiba tiba gelasny jatuh dari tangan putri "ucap putri


"biar bibi aja yang beresin yah"ucap bi santi


"firasat aku gak enak bi aku jadi mengahawatir kan mas adam"ucap putri


"nona tenang yah kita berdoa sajah semoga tuan adam baik baik aja"ucap bi santi


putri mengangguk


"non coba telepon tuan adam aja "ucap bi santi


"baik bi "langsung mengambil ponselny


di rumah sakit


"tolong selamatkan bos saya bagaimana pun caranya "ucap dion


"tenanglah dion kami akaan berusaha "ucap aland


"Gimana non di angkat gak"ucap bi santi


"ga di angkat bi aku jadi mangkin hawatir"ucap putri


"coba kamu telelpon dion dia pasti lagi bersama adam"ucap bi santi


"bibi benar juga aku telepon dion dulu"ucap putri


dret dret ponsel dion berdering dion mengambil ponsel di sakuny


"gimana ini nona putri telepon aku bilang gak yh kalo tuan adam tertembak "ucap dion bingung


dion langsung mengangkat telepon dari putri


"Asalamualaikum nona putri "ucap dion


"Waalaikumsalam dion kamu sama mas adam kan dia baik baik aja kan aku teleponin mas adam dari tadi tapi gak di angkat mas adam baik baik aja kan"ucap Putri

__ADS_1


"kenapa nona putri bisa tau apa ini yang namany ikatan batin antara suami dan istri ternyata tuan adam dan nona putri memiliki ikatan batin yang kuat"guman dion dalam hati


"dion kenapa diam aja mas adam baik baik aja kan"ucap putri


"maaf nona saya gagal menjaga tuan adam saat ini kami di rumah sakit tuan adam terkena tembakan"ucap dion


"bagaimana bisa mas adam kena tembakan "ucap putri


"nanti saya jelaskan nona, nona jangan hawatir saya akan jaga tuan adam nona istirahat aja di rumah"ucap dion


"aku tidak bisa istirahat jika aku belum melihat keadaan mas adam kasih tau di mana alamat rumah sakitny"ucap putri


"tapi nona "ucap dion


"aku mohon kasih tau alamat ny"ucap putri


"baiklah nona saya kirimkan alamatny "ucap dion lalu menutup telepony


"bi santi anter aku ke rumah sakit yu"ucap putri


"emang apa yang terjadi non siapa yang sakit"ucap bi santi


"mas adam masuk rumah sakit aku juga gak tau gimana ceritanya sampai masuk rumah sakit"ucap putri


"yah sudah ayok non kita cari taksi dulu"ucap bi santi


putri mengangguk


di apartemen dion


"iyah mas tapi kamu baik baik ajak kan "ucap livia


"akku gapph ko tapi tuan adam tertembak karna melindungi ku "ucap dion


"terus gimana keadaan tuan adam putri pasti hawatir mas aku ke sanah yah buat hibur putri"ucap livia


"aku udah bilang gak usah vi di luar masih bahaya buat kamu percaya sama aku putri dan tuan adam akan baik baik jangan lupa makan yh "ucap dion


"yah sudah mas aku tutup dulu telepony assalamualaikum "ucap livia


"Waalaikumsalam "jawab dion


di perjalanan menuju rumah sakit putri terus menyeka air matany


"tuan adam pasti baik baik aja non jangan sedih yah"ucap bi santi


"aku takut diaa kenapa kenapa bi aku udah ga punya siapa siapa lagi aku gak mau dia ninggalin aku seperti ayah dan ibu"ucap putri


"itu artinya nona udah cinta banget sama tuan adam dan gak mau kehilangan tuan adam iyah kan"ucap bi santi tersenyum


putri menundukan wajahny sambil mengangguk


putri dan bi santi sampai di rumah sakit

__ADS_1


"dion dimana mas adam" ucap putri panik


"tuan masih di tanganin sama dokter nona maafkan saya tidak bisa menjaga tuan adam"ucap dion


"ini bukan salah kamu sekarang ceritakan bagaimana mas adam bisa tertembak "ucap putri


"sebenrny kami datang ke tempat psk tempat nona berkerja dulu kami ingin menangkap mucikari karna dia sudah banyak menjual gadis di bawah umur selain itu dia juga melakukan aborsi ilegal di tempatny jadi melapor kan ny ke polisi kamu datang langsung ke tempat psk itu


dia berusaha melarikan diri dan sebenrnya yang harus tertembak itu aku tapi tuan adam menyelamatkan ku"ucap dion


"tidak apa dion kamu jangan salahkan diri sendiri "ucap putri tersenyum


"aku mohon mas adam jangan tinggalin aku aku gak punya siapa siapa lagi"guman putri dalan hati


dokter keluar dari ruangan adam di rawat


"dok gimana kondisi suami saya"ucap putri panik


"tenang dulu nona tuan adam sudah melewati masa keritisnya tapi dia masih belum sadar karna terlalu banyak mengeluarkan darah tapi nona jangan hawatir sebentar lagi dia akan sadar "ucap dokter


"makasih dok apa saya boleh masuk"ucap putri


"sama sama boleh silahkan kalo gituh saya tinggal dulu permisi"ucaap dokter


putri mengangguk dia langsung masuk ke dalam ruangan adam menatap adam yang masih memejamkan matany


putri mendekatin adam dan menggenggam tangan adam sambil duduk di sisiny


"mas aku mohon bangun yah buka mata mas aku takut "guman putri matany berkaca kaca menahan air matanya


"nona saya pulang dulu livia di rumah sendirian "ucap dion


"iyh pulanglah ka livia pasti membutuhkan mu aku akan baik baik aja kalo mas adam sudah bangun aku akan menghubungi mu"ucap putri


"baik nona saya pulang dulu asalamualaikum "ucap dion


"Waalaikumsalam "jawab putri


putri masih menggemgam tangan adam


"aku sadar mas bahwa aku sangat mencintai mu tapi aku takut kehilangan mu aku takut kamu pergi ninggalin aku aku gak sanggup"guman putri lirih


putri menyandarkan kepalany di dekat tangan adam


adam mulai mengerjapkan matany dia menatap putri yang tertidur tangan adam mengusap rambut putri


"aku juga sangat mencintai mu putri "ucap adam


putri yang menyadarin ada tangan yang mengusap rambutnya langsung membuka matany menatap adam


adam tersenyum menatap putri


"i love you keisa yunia putri "ucap adam

__ADS_1


putri terdiam menatap adam


Bersambung


__ADS_2