Aku Mencintaimu Karna Allah

Aku Mencintaimu Karna Allah
dion meninggalkan indonesia


__ADS_3

tiba tiba livia menyerah bayi pada dion


"mas tolong gendong diva "ucap livia


"kamu kenapa sayang"ucap dion panik


"mas aku mohon jaga diva seperti kamu menjaga anak mu sendiri aku udah gak kuat "ucap livia memegangi perutny


"vi kamu ngomong apa sih kita rawat diva bersama"ucap dion


"mas gak mau kan lihat aku menahan sakit ini lagi paling tidak sebelum aku pergi aku memberika malaikat kecil untuk menjaga mu"ucap livia


"ka livia jangan bicara yang aneh aneh"ucap putri kesal


"put aku udah gak kuat apa kalian mau lihat aku tersiksa dengan rasa sakit ini "ucap livia


"tapi kk pasti bisa sembuh"ucap putri


"aku bahagia pernah mengenal kalian "ucap livia


dion menggemgam tangan livia


"berjanjilah mas jangan pernah menyalahkan diva jika aku pergi karna bukan dia penyebab kepergian ku tapi ini yang di namakan takdir allah "ucap livia


dion mengangguk lemaha sambil menahan air matanya agar tidak keluar


"putri terimakasih sudah menjadi adiku selama ini rasa terobati semenjak kamu jadi adiku "ucap livia


putri mengangguk sambil terisak


arumi mendekati livia" ka livi pasti kuat bertahan lah demi putri kk"ucap arumi


"kk udah gak kuat rum ini sakit sekali "ucap livia


nafas livia mulai tidak teratur dia langsung menatap dion yang masih menggemgam tangany livia mencium punggung tangan dion"aku mencintai mu mas dion "ucap livia pelan


"aku juga mencintai mu vi"ucap dion


mata livia mulai terpejam wajahny semangkin pucat genggaman tangan livia mulai terlepas


"livia buka mata mu sayang"ucap dion panik


"ka livia buka mata mu"teriak putri


"putri tenangkan dirimu sayang"ucap adam menarik putri ke pelukan ny


arumi langsung memanggil dokter dokter ara langsung memeriksa livia lalu menatap dion


"maaf tapi kami sudah livia namun sepertinya allah berkehendak lain"ucap dokter ara membuat dion langsung menatap livia yang sudah tidur untuk selama lamany dengan wajah livia yang sudah pucat


putri semangkin menangis mendengar perkataan dokter ara adam memeluk erat putri

__ADS_1


"aku janji akan jaga anak kita i love you istri ku"ucap dion lalu mengecup dahi livia bibir livia menerbitkan senyumnya saat dion mengecup dahiny


putri yang melihat ada senyum di bibir livia hanya terdiam"apa ka livia sudah bahagia sekarang kalo gituh akan ikhlas melepas kk "guman putri dalam hati


***


di makam di mana livia beristirahat untuk selama lamany nampak semuah orang berdiri di dekat makam livia


"maafin aku yang belum bisa bahagia kan kamu vi aku janji akan jaga diva kamu yang tenang di sanah sekarang rasa sakit mu sudah hilang"ucap dion


putri ikut duduk di samping dion"kamu yang kuat ka livia gak bakal seneng liat kamu kaya gini"ucap putri


dion mengangguk "makasih nona"ucap dion lalu berdiri menjauh dari makam livia adam langsung mengikutin dion


"ka livia selamat jalan makasih selalu lindungi aku aku yakin kk udah gak ngerasa sakit lagi ka livia akan selalu menjadi kk ku"ucap putri


dion bersandar pada pohon yang tak jauh dari pemakaman livia adam mendekati dion dan mengusap bahu dion


"dion "ucap adam


dion langsung menghapus air matany


"kamu gak usah sembunyikan kesedihan kamu dion aku paling tau kamu kita temenan dari kecil"ucap adam


dion mulai menangis di hadapan adam"sulit buat aku melepaskan livia tapi aku juga harus ikhlas agar dia tenang di sanah aku gak nyangka dia akan pergi ninggalin aku seperti ini"ucap dion


adam menepuk nepuk bahu dion"menangis lah sepuasmu tapi besok jangan ada tangisan lagi ingat kamu masih punya diva yang memerlukan kasih sayang orang tuany"ucap adam


"tuan adam tuan dion syukurlah kalian ada di sinih ada yang mau aku bicarakan"ucap dokter ara


"aku ikut berduka cita atas kepergian nona livia sebenrnya beberapa bulan livia pemeriksaan keadaannya mulai membaik namun beberapa bulan berikutnya keadaan melemah livia meminta ku merahasiakan kondisiny pada kamu tuan dion dia gak mau tuan dion hawatir


oh iyah dia menitipkan surat ini untuk tuan dion sebenarnya dia menulis surat ini satu bulan yang lalu tapi dia memintaku memberikan surat ini jika sudah waktunya "ucap dokter ara


dion menerima surat itu"makasih dokter "ucap dion


"sama sama tuan dion tuan adam kalo gituh saya permisi dulu saya juga harus kembali ke negara saya karna tugas saya sudah selesai "ucap dokter ara


"terimakasih dokter ara saya akan pesankan tiket untuk kepulangan mu"ucap adam


dokter ara mengangguk lalu meninggalkan dion dan adam


putri masih duduk di sisi kuburan livia


"kk udah nyusul ayah dan ibu ku yah tolong sampaikan pada ayah dan ibu aku merindukan mereka"ucap putri pelan


"putri ayok berdiri ini udah cukup siang kita pulang dulu yah"ucap adam membantu putri berdiri


"aku pulang dulu yah ka livia "ucap putri lalu berjalan bersama adam menjauhi kuburan livia


atika arumi arsyad dan liam mengikuti adam dan putri

__ADS_1


adam menghentikan langkah menatap dion yang tidak mengikuti mereka"dion kamu tidak mau pulang"ucap adam


"kalian duluan sajah tuan aku masih ingin di sinih sebentar lagi "ucap dion


adam mengangguk dan meninggalkan dion


"livia aku sangat mencintai mu tapi jika ini yang terbaik buat kita aku akan ikhlas aku akan jaga diva sebaik mungkin kamu yang tenang di sanah aku pulang dulu "ucap dion meninggalkan kuburan livia


TIGA BULAN KEMUDIAN


putri menatap diriny di depan cermin


"lihatlah mas aku jadi gendut "ucap putri pada adam


adam memeluk putri dari belakang "aku suka ko kamu jadi semangkin **** "ucap adam


"beneran aku jadi ****"ucap putri


"iyah dong sayang"ucap adam


adam menatap perut putri tangany terulur mengusap perut putri"satu bulan lagi kita akan bertemu "ucap adam


"mas junior nendang"ucap putri


adam tersenyum lalu berdiri dan mengecup kening putri "makasih yah sayang kamu dan junior hadiah terindah dalam hidup ku ilove you putri"ucap adam


"i love you too mas adam "ucap putri


tok tok ketukan pintu membuat putri dan adam menatap ke arah pintu


"biar aku yang buka"ucap adam


putri mengangguk


"ada apa bi"ucap adam


"maaf tuan mengganggu tapi di bawa tuan dion katany mau ada yang di bicarakan "ucap bi santi


"baik bi saya akan segera turun"ucap adam


beberapa menit kemudian putri dan adam turun untuk menemui dion terlihat dion sudah menunggu putri dan adam sambil menggendong bayi ny


"Asalamualaikum tuan nona"ucap dion


"Waalaikumsalam dion apa yang membuat datang sepagi ini tumben sekali"ucap adam


"kedatangan saya ke sinih karna saya mau pamit pada dan nona "ucap dion


"pamit bagaimana"ucap putri


"saya memutuskan aku dan diva akan tinggal di new york"ucap dion

__ADS_1


Bersambung


jangan lupa like komen vote dan Favorite terimakasih


__ADS_2