Aku Mencintaimu Karna Allah

Aku Mencintaimu Karna Allah
ahir dari sebuah penantian


__ADS_3

putri sadarlah adam sudah menghilang selama 4 bulan sampai sekarang gak ada kabar apapun tentang adam"ucap atika


"tapi umi aku yakin dia mas adam"ucap putri


"udah yah put kita balik ke tukang baso udah itu pulang kasian anak kamu lihat uminya seperti ini"ucap atika


putri menunduk dan memgangguk


atika dan putri kembali ke tukang baso


sementara itu laki laki yang di kejar putri bersembunyi di sebuah tembok dia mendengar semuah pembicaraan putri dan atika


"siapa mereka kenapa aku mendapat bayangan saat wanita itu memanggilku adam "guman ny


dia langsung memegangi kepalany


mas adam jangan di lepas


lepaaskan putri kau bisa ikut terjatuh


laki laki itu semangkin memegangi kepalany seseorang memegang bahuny


"alfan kamu gapapah nak"ucap seorang wanita paruh baya


"kepala ku sakit bu"ucap ny


"yh udah kita pulang ibu juga udah selesai belanja"ucap wanita itu bernama maria


alfan mengangguk maria membantu alfan berjalan menuju angkot


putri dan atika sampai di rumahny terlihat putri yang hanya diam


"putri jangan di pikirin yah mungkin kamu salah liat tadi "ucap atika


"aku gak salah lihat umi aku yakin itu mas adam"ucap putri


"sekarang umi tanya kalo dia adam kenapa dia pulang ke sinih"ucap atika


putri hanya diam menunduk


"umi ka putri ada apa"ucap liam yang baru keluar dari kamarny


"ini kk kamu dia ngira laki laki itu adam padahal kan bukan "ucap atika


"tapi itu beneran mas adam"ucap putri


"putri udah kamu jangan halusinasi kaya gini umi tau kamu merindukan adam kami semuah juga merindukan adam"ucap atika


"aku gak halusinasi kenapa gak ada yang percaya sama aku hati aku yakin dia mas adam"ucap putri lalu pergi ke kamarnya


"putri "panggil atika namun tak di hiraukan sama putri


"umi mungkin ka putri butuh waktu maafin sikap ka putri barusan yh umi"ucap liam


"umi faham liam kalo gituh umi pulang dulu jaga kk kamu yah"ucap atika


liam mengangguk


di sebuah rumah kecil alfan berdiri menatap jendela


"selama ini aku tidak bisa mengingat apapun tapi saat bertemu wanita itu kenapa banyak sekali bayangan bayaangan tentang adam siapa sebenrnya adam


lebih baik aku tidur sajah"gumaj alfan memutuskan untuk tidur


"mas adam "panggil putri

__ADS_1


laki laki yang di panggil menatap putri ada seorang anak yang memegang tangan putri


"kamu siapa"alfan


"apa mas melupakan ku aku istri mu putri dan ini anak kita kenapa mas belum kembali kami merindukan mu mas aku tersiksa plis kembali lah demi kami"ucap putri


alfan langsung terbangun tidurny


"kenapa bermimpi wanita yang tadi"ucap alfan dia memegangi kepalany


aku punya hadiah buat kamu


hadiah apa mas


kamu tutup mata yah


laki laki mukai memasang kan kalung di leher putri


mas ini


kamu suka aku belum kasih hadiah pernikahan lihat di kalung ada inisyal a dan p


"aaaaaaa"teriak alfan memegangi kepalany


maria langsung masuk ke kamar alfan


"ada apa nak kamu baik baik aja"tanya maria


"kepala ku sakit sekali"ucap alfan


"tidurkan lah semoga besok sakit kepalany hilang"ucap maria mulai mengelus kepala alfan


***


keesokan hariny


"lebih aku tidak bicara dengan siapapun untuk saat ini aku ingin sendiri"guman putri


livia yang baru datang langsung menyapa bi santi"assalamualaikum bi santi"ucap livia


"Waalaikumsalam neng livia udah berapa bulang neng"tanya bi santi


"mau masuk 7 bulan ehm putri ny ada bi saya mau ketemu "ucap livia


"ada neng di halaman belakang sebenarnya nona putri tuh gak mau ganggu neng tadi aja tuan muda liam pamit aja dia bilang gak mau bicara ama siapapun"ucap bi santi


"emang ny kenapa bi ko gituh "ucap livia


"saya juga kurang tau "ucap bi santi


"yah udah aku mau temui putri"ucap livia


bi santi mengaangguk


livia menatap putri yang sedang memandangi bunga bungany


"putri"panggil livia


putri langsung menatap livia dan menghapus air matany


livia mendekati putri dan tersenyum "kamu gak usah tutupin kesedihan kamu di depan aku "ucap livia


putri langsung memeluk livia dan menangis di pelukan livia"aku gak kuat aku bener membutuhkan mas adam aku yakin dia masih hidup "ucap putri


livia mengusap punggung putri "kk percaya sama kamu"ucap livia

__ADS_1


"ka livi beneran percaya sama aku"ucap putri


"iyah kk percaya sama kamu oh iyah kk ke sinih karna mau ajak kamu beli perlengkapan bayi usia kandungan kk kan udah 7bulan kk mau aja dion tapi gak mau ganggu pekerjaany"ucap livia


"yah udah ka aku siap siap dulu yah"ucap putri


beberapa menit kemudian keduany sampai di sebuah toko


"yah ini bagus yah put "ucap livia


"iyah bagus ka anak kk kan perempuan "ucap putri


putri mengambil baju kemeja laki laki berwarna hitam


"baju ini bagus yah ka aku pengen beliin ini buat mas adam"ucap putri


livia menatap putri


"kenapa ka"ucap putri


"gappah put kamu ambilah baju yang kamu suka"ucap livia


"iyah ka"ucap putri


beberapa menit kemudian keduany selesai berbelanja perlengkapan bayi


"put gak ada yang mau kamu beli lagi kan"ucap livia


"gak ada ka ehm ka sebenrnya aku mau ke suatu tempat kk pulang aja duluan"ucap putri


"lah emang kamu mau kemana put"ucap livia


"kk gak usah hawatir aku cuman butuh nenangin hati aku pak tolong anterin kk saya sampai rumahny dengan aman"ucap putri


"baik non "jawab pak supir


"yah udah kamu hati hati yah put kalo ada apa apa telepon aku"ucap livia


"iyah ka"putri mengangguk tersenyum


setelah livia pergi putri segera menyetop taksi dan segera menuju tempat yang dia tuju


beberapa menit kemudian putri sampai di jembatan di mana adam terjatuh


"neng udah nyampe "ucap super taksi


"makasih pak nih uangny"ucap putri memberikan uang ke supir taksi lalu turun dari mobil taksi


putri mendekati jembatan


"putri lepaskan tangan kamu kamu bisa ikut jatuh"ucap adam


"aku gak akan lepasin mas aku gak perduli kalo aku bakal ikut jatuh plis mas jangan tinggalin aku mas udah janji "ucap putri menangis


putri langsung merosotkan tubuhny"kenapa kamu tega nyiksa aku mas aku gak sanggup lagi plis kembalilah demi aku dan anak kita "guman putri


putri menundukan kepalanya dengan air mata yang tidak berhenti mengalir hingga dia melihat kaki seorang yang berdiri di depany


putri mengangkat wajahny menatap orang yang berada di depan ny


"sejak kapan kamu jadi cengeng"guman orang itu


deg deg deg


Bersambung

__ADS_1


jangan lupa like komen vote dan Favorite terimakasih


dukung terus novel ku yah ❤


__ADS_2