
cukup jangan pernah hina putri dia dan kamu jelas jauh beda dia gak seperti kamu dan kamu gak akan bisa jadi seperti dia sekarang pergilah "ucap adam
"oke kalo aku gak bisa dapetin kamu dengan cara baik baik aku akan gunakan cara yang kasar"ucap starla
"apa maksud kamu"ucap adam
"kita liat aja nanti"ucap starla lalu pergi dari ruangan adam
"apa maksudnya jika dia berani mengganggu putri aku tidak akan memaafkan ny"guman adam dalam hati
adam langsung menghubungi dion"dion ke ruangan ku sekarang "ucap adam
beberapa menit kemudian
"tuan memanggil saya"ucap dion
"aku ingin kamu cari tau rencana starla barusan dia ke sinih dan mengancam ku suruh orang buat lindungi putri aku takut dia nekat"ucap adam
"baik tuan"ucap dion
"sudah kau boleh pergi"ucap adam
dion mengangguk dan meninggalkan ruangan adam
***
"liam kenalin ini ka livia dia juga banyak menolong kk"ucap putri
"liam ka makasih udah nolong kk ku"ucap liam
"sama sama liam jadi ini adik kamu tampan yah"ucap livia
"ka livi bisa aja deh"ucap putri tertawa
"putri kamu harus hati hati aku yakin pamanny adam itu gak akan nyerah "ucap livia
"aku tau ko ka aku akan hati hati "ucap putri
"Asalamualaikum "ucap arumi yang baru datang
"Waalaikumsalam "ucap putri dan livia
"arumi kamu ke sinih ko gak bilang bilang"ucap putri
liam menatap datar arumi
"aku pengen jenguk liam gimana kondisi kamu"ucap arumi menatap liam
"baik ko "ucap liam
arumi mendekati liam "kalo gituh kita jalan jalan yu "ucap arumi
"hah"ucap liam bingung
"iyah jalan katany udah sehat kan ka putri boleh kan aku jalan jalan sama liam"ucap arumi
"boleh sih tapi emang ny abang kamu bakal ijinin"ucap putri
"udah abang gak usah di pikirin"ucap arumi langsung menarik liam keluar rumah
"adik ipar mu itu lucu yah"ucap livia
"yah gituhlah ka dia emang bisa bikin terhibur "ucap putri
__ADS_1
"sebenrnya aku bosen ka gimana kalo kita le belakang yu aku lagi menanam bunga "ucap putri
"Ayok "ucap livia
"ngapain sih luh narik narik gw mulu"ucap liam
"gappahlah kan sekarang kita adek kk jadi biar deket kaya aku sama abang"ucap arumi
liam terdiam"kenapa dada aku sesek pas dia cuman anggap aku kk"guman liam dalam hati
"siapa juga yang mau punya adek kaya luh"ucap liam
"kalo punya pacar kaya aku mau gak"ucap arumi
liam terdiam
"kita cari jajanan yu laper"ucap liam mengalihkan pembicaraan
"lah pertanyaan aku belum di jawab"teriak arumi
di kantor adam
"tuan di depan ada paman tuan dia ingin bertemu dengan anda "ucap dion
"biarkan paman masuk"ucap adam
"baik tuan"jawab dion
bram masuk dengan wajah angkuh ny
"kenapa paman ingin menemui mu saja harus ijin dulu aku ini paman mu"ucap bram lalu duduk si sopa
"maaf paman soal itu memangny apa yang membuat paman datang kemari"ucap adam
"paman yakin hanya makan malam jika ada niat lain sebaiknya paman batalkan"ucap adam
"kenapa kamu meragukan paman apa kamu sudah tidak menghargai paman sebagai paman mu"ucap bram
"bukan itu maksud ku paman baiklah aku akan datang tapi bersama istri ku jika tidak dengan istri ku aku tidak akan datang "ucap adam
"terserah kau sajah lah "ucap lalu pergi meninggalkan adam
dion langsung masuk setelah bram pergi
"dion besok aku akan makan malam di rumah paman entah kenapa firasat ku mengatakan ada rencana di balik makan malam ini jadi besok kau harus mengikuti ku karna aku juga akan membawa putri
oh iyah bagaimana kamu sudah mengirim mata mata di rumah paman"ucap adam
"sudah tuan sebentar lagi dia sampai di sanah"ucap dion
adam melihat jamny
"ini sudah waktunya shalat dhuhur ayok kita shalat bersama"ucap adam
"baik tuan"jawab dion
adam dan dion shalat bersama jamaah lain ny
selesai shalat adam berdoa "ya allah lindungilah pernikahan ku banyak sekali ujiaan yang kamu hadapin tapi aku yakin bisa menghadapi ujian ini lindungilah istri ku amin ya robal alamin "ucap adaam dalam hati
"yah allah entah kenapa aku merasa livia menyembunyikan sesuatu berikanlah hamba pentujuk ada yang di sembunyikan livia kenapa dia tidak mau aku menemaniny periksa kandungan "ucap dion dalam hati
di rumah adam terlihat putri dan livia baru selesai shalat
__ADS_1
"putri aku nyangka sekarang kamu pinter shalat dan ngaji"ucap livia
"mas adam yang ajarin aku"ucap putri
jam 15.00
"put aku pulang dulu yah "ucap livia
"hati hati yah ka apa perlu aku anter "ucap putri
"gak perlu put aku pulang sendiri "ucap livia lalu berjalan menuju keluar tapi tiba livia memegangi kepalany
"jangan sekarang "guman livia
livia hampir terjatuh seseorang langsung menangkap ny"kenapa kamu keluar gak telepon aku kamu tau aku panik nyariin kamu di apartemen "ucap dion menatap livia
"maaf"guman livia
"dion seperti ny livia kurang enak bedan wajahny pucat ajak lah dia pulang apa perlu aku panggil dokter ke apartemen kaliaan"ucap adam
"ga perlu "jawab livia cepat
"kenapa gak perlu "ucap dion
"aku baik baik aja mas ayok kita pulang "ucap livia
"ka livi yakin baik baik aja"ucap putri
"iyah put di istirahat kan nanti membaik ko ayok mas"ucap livia menarik dion
"tuan nona saya pulang dulu asalamualaikum "ucap dion
"Waalaikumsalam "jawab adam dan putri
di dalam mobil dion keduany hanya diam
"aku ngerasa kamu sembunyikan sesuatu soal kondisi kamu dan bayi kamu"ucap dion
"aku gapph mas lagian bayi ini bukan bayi kamu jangn sampai kamu ada perasaan sama aku mas aku gak mau kamu nyesel nantiny"ucap livia
dion langsung mengerem mendadak
dion langsung mendekati livia dan mencium bibir livia
livia yang terkejut hanya bisa terdiaam
dion melepaskan ciumany
"aku baru tua kamu bisa mempermainkan perasaan orang lain"ucap dion
"mas kamu sendiri yang bilang sejak awal kalo kamu cuman menikahin ku karna melindungi ku"ucap livia
"masalah ny aku gak bisa nahan perasaan aku setiap dekat kamu aku udah nerima kamu dan anak kamu tidak bisa kah kamu hargai aku sebagai suami kamu dengan kasih tau apa yang kamu sembunyikan "ucap dion membentak
livia hanya menunduk "aku gak akan bertahan lama dalam dunia ini"guman livia terisak
deg deg
dion langsung livia yang masih menunduk
Bersambung
jangan lupa like komen vote dan Favorite terimakasih
__ADS_1