Aku Mencintaimu Karna Allah

Aku Mencintaimu Karna Allah
kepergian livia


__ADS_3

"auwwww"teriak livia


"livia kamu kenapa"ucap dion panik


"sepertinya livia mau melahirkan nak dion"ucap atika


"melahirkan tapi usia kandungan ny baru tujuh bulan"ucap dion


"udah kamu bawa ke rumah sakit aja "ucap adam


dion mengangguk langsung memapah tubuh livia untuk ke mobil


"adam harus susulin dion umi"ucap adam


"putri ikut yah mas"ucap putri


adam mengangguk


"kalian hati hati yah nanti abi sama umi bakal nyusul"ucap atika


adam dan putri menyusul livia ke rumah sakit


"aku takut banget ka livia kenapa kenapa"ucap putri


"kamu tenang yah kita berdoa aja moga ka livia dan bayi ny sehat sehat livia di tangani sama dokter ara kan dokter yang aku sarankan"ucap adam


"setau aku sih ka livia selalu konsultasi sama dokter ara malah cuman dokter ara yang memeriksa ka livia"ucap putri


beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah sakit


terlihat dion sedang menunggu di depan ruang ICU


adam dan putri segera menghampiri dion


"gimana keadaan ka livia"ucap putri


"livia masih di tanganin dokter livia akan melakukan oprasi "ucap dion


putri dan adam di kursi yang dekat ruang livia


waktu terus berlalu livia masih di tanganin dokter belum ada tanda tanda oprasi selesai


Arsyad atika arumi dan liam baru datang dan langsung menghampiri putri dion dan adam


"gimana kondisi livia apa ada kabar baik"ucap atika


"masih belum umi dokter aja belum keluar dari tadi udah hampir setengah jam"ucap adam


"kamu yang tenang yah dion kita berdoa semoga livia dan bayiny baik baik aja"ucap atika


dion tersenyum dan mengangguk "makasih umi"ucap dion


"saama sama"ucap atika


beberapa menit kemudian dokter keluar dari ruang Icu


dion langsung menghampiri dokter ara


"gimana kondisi istri saya dok"ucap dion panik semuah ikut berdiri dan menghampiri dokter ara


"oprasiny berjalan lancar saat ini nona livia belum sadar mungkin bentar lagi sadar oh iyah bayinya perempuan sehat dan cantik"ucap dokter ara


"makasih dok boleh saya melihat istri saya"ucap dion


"boleh tapi hanya satu orang yang boleh masuk"ucap dokter ara


dion mengangguk dan segera masuk ke ruang Icu dion mendekati livia yang terbaring lemah tidak sadarkan diri


"pak saya mandikan bayiny dulu "ucap suster yang membawa bayi livia


dion mengangguk sambil terus menatap livia suster itu pergi meninggalkan dion dan livia


dion menggemgam tangan livia"bangun lah vi lihatlah putri mu dia pasti mirip seperti mu "ucap dion


air mata mulai menetes dari mata livia dion menghapus air mata livia"jangan nangis aku akan biarin kamu bersedih lagi aku mau bahagiakan kamu jadi plis buka matamu aku mohon"ucap dion

__ADS_1


dokter ara masuk sambil membawa bayi yang sudah di mandikan"tuan dion sebaikny beri adzan untuk bayi kalian setelah itu bayi ny harus di rawat di inkubator "ucap dokter ara


dion menerima bayi dan langsung memberi adzan untuk bayi munyil itu lalu menyerah kan ny kepada dokter ara


"sebentar lagi nona livia akan di pindahkan ke ruang rawat biasa "ucap dokter ara


dokter ara pergi meninggalkan ruangan ICU


beberapa menit kemudian livia di pindahkan ke ruang rawat biasa


"bayiny ka livia mirip sekali dengan ka livia"ucap putri menatap bayi livia yang berada di inkubator


"iyah aku yakin bayi kita kalo perempuan akan mirip kamu"ucap adam


putri menatap adam"massasih mas"ucap putri tersenyum


adam memeluk putri "iyah dong tapi laki laki dia akan mirip dengan ku kan aku bekerja keras setiap malam"ucap adam membuat putri mencubit tangan adam "auw sakit put" ucap adam


"dasar mesum"ucap putri


"gappah aku kan mesum cuman sama istri ku ini"ucap adam menggoda membuat putri tersenyum


nampak seorang suster masuk ke ruang bayi dan mengambil bayi livia


"sus bayiny ka livia mau di bawa kemana"ucap putri


"nona livia sudah sadar dia ingin bertemu dengan putriny "ucap suster lalu pergi meninggalkan putri dan adam


"mas ayok kita livia udah bangun"ucap putri menarik tangan adam


di ruang rawat livia suster memberikan bayi livia ke dion


"vi apa kamu mau menggendong nya dia sangat cantik seperti mu"ucap dion


"apa mas baru mengakui bahwa aku cantik"ucap livia


"yah kamu memang cantik ada yang salah "ucap dion tersenyum


livia menggendong bayiny "dia cantik sekali mas apa kamu sudah memberi nama untuk bayi ku"ucap livia


dion mengusap wajah mungil bayi ny"dia bayi kita meskipun bukan aku ayahny tapi aku menyayangi nya "ucap dion


"gak masalah aku juga tidak merasa tersinggung dan aku belum memberiny nama aku rasa kamu lebih berhak memberiny nama"ucap dion


"diva haura itu nama untuk putri ku untuk nama belakang kamu aja yang pilihkan"ucap livia


atika arsyad arumi dan liam masuk ke ruangan livia


"livia selamat yah sekarang kamu udah jadi seorang ibu"ucap atika


"iyah selamat yah ka"ucap arumi


"Makaasih umi abi arumi liam "ucap livia


"bayi kamu cantik sekali persis ibuny"ucap atika


"umi bisa aja deh "ucap livia tersenyum


"tapi abi sama umi gak bisa lama lama di sinih ada banyak hal yang perlu di urus"ucap atika


"iyah umi gappah ko umi sama abi hati hati yah"ucap livia


"yah udah umi sama abi pulang dulu asalamualaikum"ucap atika


"Waalaikumsalam "jawab dion dan livia


"aku juga harus pulang ka soalny banyak kerjaa juga hari ini"ucap liam


dion dan livia mengangguk


"kamu gak mau pulang sekalian nanti aku anterin pulang"ucap liam


"enggak aku masih pengen di sinih kamu pulang duluan aja"ucap arumi


liam pergi tanpa berkata apapun lagi

__ADS_1


"arumi kamu lagi ada masalah sama liam"tanya livia


"enggak ko ka"ucap arumi langsung duduk di sofa


putri dan adam masuk ke ruang rawat livia


"ka livi gimana kondisi ny"ucap putri


"aku baik baik aja putri "ucap livia


"tapi kenapa wajah kk pucat"ucap putri


"masasih yah namany juga baru melahirkan put liat deh bayi ku cantik dan lucu"ucap livia mengalihkan pembicaraan


"yang lain pada kemana ko sepi"ucap adam


"umi abi sama liam udah pulang bang katany ada urusan "ucap arumi


adam mengangguk nganggukan kepalany


tiba tiba livia menyerah bayi pada dion


"mas tolong gendong diva "ucap livia


"kamu kenapa sayang"ucap dion panik


"mas aku mohon jaga diva seperti kamu menjaga anak mu sendiri aku udah gak kuat "ucap livia memegangi perutny


"vi kamu ngomong apa sih kita rawat diva bersama"ucap dion


"mas gak mau kan lihat aku menahan sakit ini lagi paling tidak sebelum aku pergi aku memberika malaikat kecil untuk menjaga mu"ucap livia


"ka livia jangan bicara yang aneh aneh"ucap putri kesal


"put aku udah gak kuat apa kalian mau lihat aku tersiksa dengan rasa sakit ini "ucap livia


"tapi kk pasti bisa sembuh"ucap putri


"aku bahagia pernah mengenal kalian "ucap livia


dion menggemgam tangan livia


"berjanjilah mas jangan pernah menyalahkan diva jika aku pergi karna bukan dia penyebab kepergian ku tapi ini yang di namakan takdir allah "ucap livia


dion mengangguk lemaha sambil menahan air matanya agar tidak keluar


"putri terimakasih sudah menjadi adiku selama ini rasa terobati semenjak kamu jadi adiku "ucap livia


putri mengangguk sambil terisak


arumi mendekati livia" ka livi pasti kuat bertahan lah demi putri kk"ucap arumi


"kk udah gak kuat rum ini sakit sekali "ucap livia


nafas livia mulai tidak teratur dia langsung menatap dion yang masih menggemgam tangany livia mencium punggung tangan dion"aku mencintai mu mas dion "ucap livia pelan


"aku juga mencintai mu vi"ucap dion


mata livia mulai terpejam wajahny semangkin pucat genggaman tangan livia mulai terlepas


"livia buka mata mu sayang"ucap dion panik


"ka livia buka mata mu"teriak putri


"putri tenangkan dirimu sayang"ucap adam menarik putri ke pelukan ny


arumi langsung memanggil dokter dokter ara langsung memeriksa livia lalu menatap dion


"maaf tapi kami sudah livia namun sepertinya allah berkehendak lain"ucap dokter ara membuat dion langsung menatap livia yang sudah tidur untuk selama lamany dengan wajah livia yang sudah pucat


putri semangkin menangis mendengar perkataan dokter ara adam memeluk erat putri


"aku janji akan jaga anak kita i love you istri ku"ucap dion lalu mengecup dahi livia bibir livia menerbitkan senyumnya saat dion mengecup dahiny


putri yang melihat ada senyum di bibir livia hanya terdiam"apa ka livia sudah bahagia sekarang kalo gituh akan ikhlas melepas kk "guman putri dalam hati

__ADS_1


Bersambung


jangan lupa like komen vote dan Favorite terimakasih


__ADS_2