
Piiiip!!!
Piiiiiiiiip!!!!
Suara klakson terdengar membuat Bastian tersentak kaget. Ia menoleh menatap ke arah belakang dimana beberapa pengendara bahkan berteriak menyuruhnya untuk menjalankan mobil.
Ia mendongak menatap lampu yang kini telah terganti menjadi lampu hijau. Bocah yang juga telah ia berikan uang lima puluh ribu itu juga telah berlari pergi membuat Bastian tersenyum setelah mengingat kenangan masa kecilnya yang begitu sangat pedih. Ada sebuah tawa, kesedihan, tangis dan juga kebahagiaan semuanya bercampur menjadi satu.
Kisah si penjual koran itu benar-benar membawanya dalam sebuah pembelajaran yang sangat banyak.
Ia melajukan mobilnya sambil sesekali ia tersenyum menatap anak-anak kecil yang berjuang begitu keras menjajakan koran-koran yang ada di tangannya.
__ADS_1
Bastian menoleh menatap tumpukan koran-koran yang berada di sampingnya. Sejak tadi ketika ia melihat penjual-penjual koran yang berdatangan dan menawarkan jajanan korannya membuat Bastian selalu menyinggahi satu persatu anak-anak penjual koran itu dan memberikannya uang.
Ia juga mengambil koran-koran yang anak-anak itu jual dan memberikannya dengan uang yang jauh lebih banyak dari harga yang seharusnya. Dia tidak ingin jika anak-anak penjual koran itu mengira jika ia mengemis. Ia ingin anak-anak itu mendapatkan uang dari kerja kerasnya bukan dengan cara meminta-minta atau mendapatkan balas kasihan.
Bastian sangat bersyukur telah dilahirkan di keluarga yang miskin agar ia juga tahu bagaimana rasanya jika tidak punya uang. Bagaimana rasanya jika ia harus berjuang sendiri. Bagaimana rasanya jika hidup tanpa seseorang yang begitu menyayangi dirinya.
Hari ini pekerjaan sangat melelahkan. Ia harus mengurus perusahaan pak Dewantoro yang berdiri di beberapa pusat. Untungnya ia punya wakil yang bisa membantunya untuk meringankan bebannya.
Kak Melinda dikabarkan jatuh sakit lalu tak ada yang menjaganya di rumah sakit sedangkan Reno kini menjadi preman pasar yang akhirnya Bastian mendapat berita jika Reno ditangkap dan masuk ke dalam penjara karena kasus pencurian dan kak Melinda dinyatakan meninggal dunia sehari sebelum Reno dimasukkan ke dalam penjara.
Ya begitu sangat miris kehidupan mereka. Bastian tahu jika orang baik tetap akan mendapatkan kebaikan dan orang jahat akan mendapatkan keburukan.
__ADS_1
Setelah meninggalnya pak Dewantoro dan sesuai juga dengan janjinya Bastian melanjutkan kuliahnya mengambil jurusan di bidang manajemen dan setelah lulus ia kemudian lebih memilih untuk mengurus perusahaan pak Dewantoro.
Lalu bagaimana dengan teman-temannya? Ya teman-temannya itu semua seperti Mandra, Joy, Badrul dan Sodiq. Jangan tanyakan mereka karena mereka semua juga sudah sukses seperti Bastian.
Ya tak ingin sukses sendiri Bastian turut mengajak teman-temannya itu bekerja di perusahaan milik pak Dewantoro. Mandra, Joy, Badrul dan Sodiq kini menjadi salah satu karyawan di perusahaannya.
Sengaja Bastian menyuruh teman-temannya itu untuk kuliah dan semuanya dibiayai oleh Bastian. Tidak mendapatkan uang dengan begitu saja melainkan Bastian menawarkan beberapa pekerjaan kepada teman-temannya seperti menjadi tukang sapu atau tukang pembuat kopi di kantor dan gaji yang Bastian berikan dipergunakan untuk biaya kuliah.
Inilah keinginan Bastian membuat orang-orang yang di sekitarnya menjadi tersenyum. Bastian tidak ingin sukses sendiri dia juga ingin meraih kesuksesan bersama dengan teman-temannya teman-teman si penjual korannya yang juga senasib dengan dirinya dulu.
Dan sekarang lihat apa yang Bastian dapatkan setelah mempekerjakan semua teman-temannya itu. Mandra, Badrul dan Sodiq bisa memiliki rumah besar, rumah besar yang selalu mereka tunjuk-tunjuk saat memasuki area perumahan milik Joy kini keinginan mereka yang mengharapkan memiliki rumah yang besar serta mobil-mobil yang mewah jadi kenyataan.
__ADS_1
Lalu pria yang terlahir memang dari keluarga kaya sekarang bagaimana? Joy! Joy juga bekerja di perusahaan milik pak Dewantoro itu. Bastian juga tidak pernah menanyakan bagaimana pendapat kedua orang tua Joy setelah mengetahui jika selama ini Joy selalu bekerja sebagai penjual koran. Bastian tidak ingin tahu, takut tertawa.