
dengan perasaan sedih cantika kembali ke kamarnya di dalam kamar cantika terus berfikir "sebenarnya apa salah ku sampai sampai mama papa sangat membenci ku" keluh cabtika dalam hati. "sudah lah sebaik nya aku tidur" pikir cantika
"Houmm" cantika meregangkan otot nya yang terasa pegal karena bangun tidur " eh udah sore sebaik nya aku langsung mandi"
__ADS_1
selesai mandi cantika pun memakai piyamanya dan turun ke bawah untuk makan malam
setelah sampai diruang makan ai langsung mengucapkan salam kepada mama dan papa nya "malam ma, pa " "malam juga kak" sapa cantika dengan senyum ramah nya tapi ayah dan ibunya tidak merespon jangan kan untuk merespon melihat cantika pun mereka enggan. melihat itu Daniel iba kepada adiknya " malam juga dek, yuk makan" jawab daniel "iya kak" jawab cantika kecewa. Daniel tau betul seperti ape perasaan adiknya itu, daniel sebenarnya sangat geram dengan sikap kedua orang tua nya itu tapi aoa daya dia tidak bisa berbuat apa apa
__ADS_1
setelah semuanya telah selesai makan malam cantika pun ingin kembali ke kamarnya "cantika balik kekamar ya" izin cantika dengan suara sendu, baru saja ingin beranjak kekamar papa nya memanggil "cantika, duduk ada yang ingin papa sampaikan" awalnya cantika bingung kenapa tiba tiba papa nya memanggil "iya pa kenapa?" jawab cantika bingung "cantika papa ingin minggu depan kamu sekolah dan tinggal di rumah bik idah" papa cantika langsung to the point " loh kenapa ? " cantika tambah bingung kenapa papa nya tiba tiba menginginkan ia sekolah dan tinggal dengan bik idah sedangkan bik idah sendiri adalah mantan pembantu setia keluarganya bik idah adalah pembantu tua dan seseorang janda lalu apa alsan nya ia harus sekolah dan tinggal disana yang ia tau tempat tinggal bik idah itu sangat pelosok bukan nya cantika sombong tapi jujur dia sama sekali tidak berminat jika harus tinggal di tempat ketinggalan zaman itu "papa ingin kamu belajar mandiri disana agar kamu tidak terus terusan manja, papa ingin kamu jadi anak yang berguna jangan cuman nyusahin keluarga" jawab papa nya dengan nada ketus. air mata cantika pun menetes ia tidak sanggup mendengar kata kata kasar papa nya itu "kenapa harus kesana pa? lagian selama ini cantika kan ngak pernah manja cantika kan selama ini selalu mandiri pa" keluh cantika sambil menangis "ia pa cantika ngak pernah manja dan nyusahin kok jadi menurut daniel cantika nga perlu pindah sekolah segala apalagi disana sangat pelosok pa" jawab daniel yang membela adiknya ia tidak rela jika adiknya harus di pindah kan ke sana "tidak ada bantahan" jawab papa nya dengan tegas " iya cantika kamu nurut aja, kamu juga daniel ngak udah membela adik kamu yang manja itu" tambah mama nya.
kedua orang tua nya pun meninggal kan cantika dan daniel berdua di ruang makan, cantika masih terus menangis dia tidak habis pikir sebenci itu kah kedua orang tua nya sampai sampai dia harus diasingkan ke tempat pelosok dengan alasan kemandirian
__ADS_1